This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Semuel Sabat
Dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Nusa Cendana, Kupang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES PENYELESAIAN TINDAK PERZINAHAN ( FETO SALA’AN, MANE SALA’AN ) MENURUT HUKUM ADAT SUKU TETUN Semuel Sabat; Dominggus Januarius Mau
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.285 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Untuk mengetahui alasan penggunaan hukum adat suku Tetun dalam proses penyelesaiaan tindak perzinahan. 2) Untuk mengetahui proses penyelesaian perzinahan menurut hukum adat suku Tetun. 3) Untuk mengetahui sanksi-sanksi yang dikenakan kepada pelaku perzinahan menurut hukum adat Suku Tetun. 4) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dalam proses penyelesaiaan tindak perzinahan menurut hukum adat suku Tetun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah untuk dipahami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) menggunakan hukum adat karena masyarakat Desa Tohe merupakan masyarakat adat yang masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat, karena memiliki sanksi atau denda adat yang berat bagi pelaku, dan juga adanya sumpah adat ( Totar ) bagi para pelaku. 2) proses penyelesaian tindak perzinahan dimulai dari tahap pelaporan hingga berakhir pada tahap perdamaian. 3) sanksi yang dikenakan kepada para pelaku yaitu dengan membayar belis sesuai dengan dengan jumlah belis masyarakat Suku Tetun pada umumnya. 4) hambatan yang sering dihadapi dalam prose penyelesaian yaitu para pelaku atau salah satu pelaku melarikan diri dan juga para pelaku menolak untuk memberikan denda yang telah ditetapkan oleh para pemangku adat.
PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT OLEH GURU PPKN DALAM UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PPKN PADA SISWA SMK ILE LEWOTOLOK Semuel Sabat
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.14 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media powerpoint dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn siswa SMK Ile Lewotolok. Penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran PPKn khususnya pada materi tentang Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika di kelas X TKR C SMK Ile Lewotolok terlaksana dengan sangat baik serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Langkah-langkah penggunaan media powerpoint secara umum terdiri dari langkah persiapan, langkah pelaksanaan, dan langkah tindak lanjut. Penggunaan media powerpoint oleh guru PPKn telah terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan melalui motivasi dan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan setelah penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran. Selama proses pembelajaran dengan media powerpoint perilaku siswa menunjukan bahwa siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, yaitu siswa menjadi lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran serta diskusi, siswa tekun mengerjakan tugas dan fokus terhadap materi pembelajaran yang ditampilkan melalui powerpoint. Selain itu, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum penggunaan media powerpoint 21 siswa yang lulus dengan nilai 70-84 sedangkan 7 siswa tidak lulus dengan nilai 60-68 serta nilai rata-ratanya adalah 71,75, setelah penggunaan media powerpoint semua siswa lulus yaitu 28 siswa memperoleh nilai 76-98 dengan nilai rata-ratanya adalah 86,28.
STUDI KASUS PROSES SERTIFIKAT TANAH WARGA EKS TIM-TIM DI RT 18 RW 007 DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Semuel Sabat
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.503 KB)

Abstract

Sertifikat merupakan surat tanda bukti bahwa seseorang atau sekolompok orang mendapat kepastian hukum dan perlindungan hukum atas tanah yang dimiliki. Namun dalam pembuatan sertifikat, harus melalui bebagai proses dan salah satunya memenuhi persyaratan yang ada. Apabila tidak memenuhi persyaratannya, maka proses pembuatan sertifikat dihentikan. Permasalahan dalam penelitian ini ada empat, yang pertama Apa Pentingnya Sertifikasi Tanah Bagi Warga Eks Tim-Tim?. Kedua, Bagaimana Proses Sertifikat Tanah?. Ketiga Apa Saja Kendala Dalam Proses Sertifikat Tanah? Dan keempat Bagaimana Solusi Dari Pihak Terkait Untuk Mengatasi Sertifikat Tanah?. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yaitu peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi serta memperoleh data-data yang berkaitan dengan Studi Kasus Proses Sertifikat Tanah Warga Eks Tim-Tim Di RT 18 RW 007 Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu pertama, Untuk Mendeskripsikan Pentingnya Sertifikat Tanah Bagi Warga Eks Tim-Tim. Kedua, Untuk Mendeskripsikan Proses Sertifikat Tanah. Ketiga, Untuk Mendeskripsikan kendala Dalam Proses Sertifikat Tanah. Keempat, Untuk Mendeskripsikan Solusi Dari Pihak Terkait Untuk Mengatasi Sertifikat Tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pertama, Sertifikat tanah sangat penting karena adanya sertifikat tanah, lahan yang dihuni diakui secara hukum, dapat dijadikan tempat usaha, tempat tinggal dari sertifikatpun dapat digadai/dijual apabila kebutahan ekonomi yang mendesak. Kedua, Proses pembuatan sertifikat pada prinsipnya sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, namun proses yang terjadi oleh warga Eks Tim-Tim tidak berjalan lancar yaitu kerena tidak memenuhi syarat yang ditetapkan BPN bagian b angka 1 belum pernah disertifikatkan. Ketiga, Adapun yang menjadi kendala dalam pembuatan sertifikat tanah yaitu status kepemilikan tanah. Keempat, Sebagai Lembaga Pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kupang, yang memiliki wewenang dalam pembuatan sertifikat tanah, hanya bisa berpatokan pada aturan yang ada. BPN memberikan tawaran solusi yaitu, Tukar Guling, pemilik Hibah atau membeli tanah tersebut.