Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TENTANG NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERKANDUNG DALAM PERKAWINAN ADAT SABU DI DESA TANAJAWA, KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1873.143 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikantahapan perkawinan adat Sabudi Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, dan mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tahapan perkawinan adat Sabudi Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanajawa Kecamatan hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua dengan menggunakan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dekriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Proses atau tahap pelaksanaan perkawinan adat Sabu di Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua terdiri dari beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, Tahap maho ami (masuk minta), Tahap rukenana toi li atau tu li, Tahap tahap rukenana ae, Tahap banga ammu, Tahap hegutu ka’du, Tahap tapika takepai, dan Tahap lale la. Wujud nilai-nilai Pancasila dalam proses atau tahapan perkawinan adat Sabu di Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua yaitu nilai menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai menghargai dan menghormati, nilai mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, musyawarah untuk mencapai mufakat yang diliputi oleh semangat kekeluargaan, dengan iktikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah, memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan, mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan, mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan terhadap hak dan kewajiban, dan nilai menghormati hak orang lain. Keywords Nilai Pancasila, Perkawinan Adat.
Penggunaan Media Video Animasi dalam Menstimulasi Kemampuan Menyusun Kalimat Anak Usia 5 sampai 6 Tahun di TK Kristen Siloam Kota Baru Kupang Wilhelmina Ina Doren; Petrus Ly; Yohana Yuniati; Credo G. Betty
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12757

Abstract

Kemampuan menyusun kalimat anak usia 5 sampai 6 tahun dalam kegiatan menceritakan kembali di TK Kristen Siloam Kota Baru Kupang belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan tersebut setelah pembelajaran menggunakan media video animasi. Penelitian kuantitatif ini memakai desain praeksperimen one group pretest posttest dengan sampel 10 anak kelompok B2 yang dipilih secara purposif. Perlakuan berupa delapan pertemuan menonton video animasi cerita Alkitab yang diikuti tanya jawab dan kegiatan menceritakan kembali. Data diperoleh melalui tes lisan menceritakan kembali yang dinilai dengan rubrik lima indikator berskala 1 sampai 4, yaitu keruntutan gagasan, struktur kalimat, kosakata, partisipasi dalam percakapan dua arah, dan pemahaman makna. Instrumen memiliki validitas isi yang memadai menurut indeks Aiken’s V (rerata 0,92) dan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,83 sampai 0,90. Rerata skor naik dari 12,30 (61,5% dari skor maksimal) pada pretest menjadi 17,00 (85%) pada posttest. Uji t berpasangan menunjukkan peningkatan yang signifikan, t(9) = 15,67, p < 0,001, dan uji Wilcoxon memberikan hasil yang sejalan (p = 0,002). Seluruh anak mengalami kenaikan skor antara 3 dan 6 poin, dengan kenaikan rerata terbesar pada struktur kalimat (2,4 menjadi 3,6) dan terkecil pada kosakata (2,5 menjadi 3,1). Peningkatan signifikan juga terjadi pada subskor tiga indikator inti penyusunan kalimat, yaitu keruntutan gagasan, struktur kalimat, dan kosakata. Karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ini menunjukkan adanya peningkatan setelah perlakuan dan belum dapat dibaca sebagai bukti sebab akibat. Video animasi yang dipadukan dengan tanya jawab dan kesempatan bercerita ulang layak dipertimbangkan guru sebagai strategi stimulasi bahasa ekspresif, sementara pengujian dengan kelompok pembanding masih diperlukan.