Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Exploring the Possibility of Blogging to be Normalized as an Integral Part of Everyday Teaching Practice Akhmad Affandi; Fauzan Hari Sudding Sally
JTechLP: Journal of Technology in Language Pedagogy Vol 1, No 2, June (2022): JTechLP: Journal of Technology in Language Pedagogy
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.15 KB)

Abstract

The use of technology in everyday teaching practice is commonly seen nowadays. Throughout the span of using computer in Language Teaching, commonly known as computer-assisted language learning (CALL).  Open CALL, which is justified happens nowadays, is determined by the roles of CALL as a simulation, games and computer-mediated communication (CMC). The goal of CALL or various technological product and devices in language learning should be fully integrated where it looks like an ‘invisible' implementation as the technology embedded in every teaching and learning, which means normalization. Therefore, this article explores particularly for blogs as a form of CMC, whether is it feasible to be normalized in everyday teaching practice or not. This article contributes to the rationality that it seems reasonable to conclude blogging is feasible to be normalized in everyday language teaching as long as the issues mentioned by could be resolved. Some steps should be considered which are alterations regarding technology form, approach, and practice among teachers and learners. Its implication is that teaching concept of writing will change to follow asynchronous and synchronous forms of blogs.
Penerapan Metode Analisis Regresi Linier Pada Faktor-Faktor Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Mahasiswa Fauzan Hari Sudding Sally; Muhammad Fahmuddin S
VARIANSI: Journal of Statistics and Its application on Teaching and Research Vol. 5 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Statistika Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/variansiunm85

Abstract

This research aims to determine whether social media and students’ motivation to learn significantly affect students’ English vocabulary mastery using regression analysis. The findings indicate that students’ motivation to know has a significant effect on students' English vocabulary mastery. The coefficient of determination obtained is 0.301, which means that the motivation to learn variable can explain the vocabulary mastery variable by 30.1%. In comparison, the remaining 69.9% is explained by other variables not included in this research. However, there is no significant relationship was found between the use of social media by the students and their English vocabulary mastery
Exploring Students' Media Choices for English Learning Outside of School Rifki Rifadil Alghifari; Hasriani G; Fauzan Hari Sudding Sally
Journal of English Culture, Language, Literature and Education Vol. 14 No. 1 (2026): E CLUE: Journal of English Culture Language Literature and Education
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/625hh250

Abstract

This study investigates the types of digital media selected by high-achieving students to support English learning beyond formal classroom settings. Employing a qualitative research design with purposive sampling, the study involved five eleventh-grade students from SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Data were gathered through in-depth interviews and supporting documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results reveal that students predominantly utilize platforms such as YouTube, TikTok, Apple Music, and Komiku as supplementary learning resources. These media contribute significantly to the development of vocabulary, pronunciation, listening, and reading skills by providing authentic, engaging, and easily accessible English content. Students favor these platforms due to their flexibility, allowing self-paced learning that aligns with individual interests and learning preferences. Additionally, interactive features such as comment sections, duets, and content sharing foster greater motivation, confidence, and willingness to use English in real-life contexts. Nevertheless, the study also identifies several challenges, including potential distractions, unstable internet connectivity, limited application features, and difficulties in maintaining learning discipline. Despite these constraints, the findings suggest that digital media plays a meaningful role in facilitating enjoyable, autonomous, and effective English learning outside school environments.
SPENDUS WISE: MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DI SMPNEGERI 2 SUNGGUMINASA La Sunra; Nurdin Noni; Murni Mahmud; Fauzan Hari Sudding Sally; Ika Yuli Wahyuni; Khalimatu Saddiyah; Andi Zahra Nurul Afia
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris yang berlangsung secara formal sering menyebabkan siswa menjadi pasif, kurang percaya diri, dan kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, fleksibel, dan interaktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui program Spendus Wise sebagaimedia pembelajaran kreatif di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Kegiatan dilaksanakan selama Februari hingga Mei 2025 dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti kegiatan English Meeting Club. Metode yang digunakan meliputi training, pendidikan berkelanjutan, dan pendampingan (mentoring) dengan memanfaatkan media pembelajaran kreatif berbasis digital seperti Quizizz, Wordwall, dan Padlet. Selain itu, kegiatan juga dikombinasikan dengan pendekatan game-based learning melalui language games, role play, diskusi kelompok, dan mini presentation. Pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada konsep Flow Theory yang dikemukakan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, yaitu kondisi ketika siswa merasa nyaman, fokus, dan menikmati aktivitas belajar sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan tidak menegangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Spendus Wise mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, berbicara, dan mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran. Selain itu, suasana belajar yang santai dan interaktif membantu siswa lebih nyaman dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, program Spendus Wise terbukti efektif sebagai media pembelajaran kreatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS AI DI SD KARTIKA XXI MAKASSAR Muhalim Muhalim; Rahmad Risan; Fauzan Hari Sudding Sally; Asis Nojeng; Afdhal Fatawuri Syamsuddin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru bahasa Inggris di SD Kartika XXI Makassar dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai media pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 10 Maret 2026 dengan melibatkan seluruh guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi langsung, praktik terbimbing, dan diskusi interaktif. Materi pelatihan mencakup pengenalan berbagai platform AI untuk pembelajaran bahasa Inggris, pengembangan bahan ajar berbantuan AI, serta strategi integrasi AI ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan alat-alat AI seperti ChatGPT, Grammarly, Duolingo for Schools, dan platform berbasis AI lainnya. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan bahwa 90% peserta merasa lebih percaya diri dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalis transformasi digital di lingkungan sekolah dasar di Kota Makassar.
PELATIHAN TOEFL BERBASIS DARING BAGI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS AKADEMIK Fauzan Hari Sudding Sally; Sudding Sudding; Muhalim Muhalim; Qawiyyan Fitri; Hasriani G Hasriani G
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris akademik menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa dalam mendukung kebutuhan akademik dan profesional. Namun, masih banyak mahasiswa nonbahasa yang mengalami kesulitan dalam memahami struktur dan strategi pengerjaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan TOEFL berbasis daring bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tes TOEFL. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara online pada tanggal 23 Februari 2026 dan diikuti oleh 29 mahasiswa. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, latihan soal, dan pembahasan strategi pengerjaan TOEFL yang meliputi listening comprehension, structure and written expression, serta reading comprehension. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai struktur TOEFL dan strategi menjawab soal secara efektif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pelatihan TOEFL berbasis daring ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris akademik mahasiswa serta dapat menjadi salah satu alternatif program pengembangan kemampuan bahasa Inggris di perguruan tinggi.
Leveraging Video Essays for Students’ Vocabulary Enhancement in EFL Class Julianz Saputra Urel Patoding; Ryan Rayhana Sofyan; Fauzan Hari Sudding Sally
PERFORMANCE: JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE Vol 4, No 4: November (2025) Performance: Journal of English Education and Literature
Publisher : State University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/performance.v4i4.79481

Abstract

This study aims to examine the enhancement of students’ vocabulary after the application of video essays in an EFL classroom. The researcher employed a pre-experimental method using one group pre-test and post-test design. Data were collected through vocabulary tests and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and N-Gain analysis. The participants were 11th-grade students at SMA Negeri 5 Tana Toraja, with a sample of 33 students. The vocabulary test focused on five aspects: meaning, word class, spelling, word use, and pronunciation. The Wilcoxon test results showed significant enhancement across all aspects with p-values less than 0.05, indicating that the gains were statistically significant. The N-Gain values ranged from 0.27 to 0.55, classified as moderate enhancement. These findings suggest that video essays, by combining visual and auditory elements, support vocabulary enhancement by providing contextualized, multimodal input. It is concluded that video essays can significantly enhance students’ vocabulary knowledge and are a promising tool for EFL instruction.Keywords: Video essay, vocabulary enhancement, EFL learners, multimodal learning
Integrating South Sulawesi Local Cultural Values into English Language Teaching through Digital Platforms: Teachers’ Suggestions and Challenges Syarifuddin Dollah; Fauzan Hari Sudding Sally; Haryanto Atmowardoyo; Geminastiti Sakkir; Fauzia Sehuddin
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku5001

Abstract

This study examines English teachers’ competency practices, perceptions, challenges, and expectations regarding the integration of local cultural values into English language teaching (ELT) in South Sulawesi. Using a descriptive qualitative design supported by quantitative indicators, the research investigates how teachers incorporate digital media, multimodal resources, and culturally relevant materials, and how these practices contribute to culturally responsive pedagogy. The findings show that teachers increasingly adopt digital tools, such as social media, YouTube, and e-modules, to facilitate contextual and multimodal learning, reflecting a shift toward technology-supported and student-centered approaches. Teachers also demonstrate positive perceptions toward culture-based instruction, acknowledging its role in enhancing engagement, cultural awareness, and identity development. However, several challenges remain, including limited technological facilities, insufficient professional training, time constraints in preparing digital cultural materials, and the scarcity of authentic local cultural resources. Additional barriers include learners' reduced cultural awareness and the influence of globalization, which diminishes interest in local values. Teachers propose several recommendations, including the development of culturally grounded teaching materials, sustained professional development aligned with TPACK principles, stronger curriculum support, improved school infrastructure, and increased community involvement in cultural learning. Overall, this study highlights that successfully integrating local culture into ELT requires coordinated efforts across pedagogical, technological, and institutional domains to ensure sustainable, culturally meaningful, and contextually relevant English language learning practices.