Eri Samah
Universitas Al Washliyah Medan

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Effect of Tofu Liquid Waste and Organic Mulch on the Growth of Cocoa (Theobroma Cacao L.) Nursery Plants in a Polybag Ifan Aulia Candra; Eri Samah
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2022): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.718 KB) | DOI: 10.55043/jaast.v6i2.56

Abstract

This study aims to examine the influence of the concentration level of organic tofu liquid waste and rice straw mulch on the growth of cacao (Theobroma cacao L) seedlings. It was carried out using three variables, namely the concentration of tofu liquid waste and four treatment levels. These include treatments without tofu liquid waste 0 ml/kg/plant (T0), and with 60 ml/kg/plant (T1), 80 ml/kg/plant (T2), and 100 ml/kg/plant (T3), respectively. Furthermore, rice straw organic mulch factor with three levels, namely 15 gr/plant (15 tons/ha) (M1), 20 gr/plant (20 tons/ha) (M2), and 25 gr/plant (25 tons/ha) (M3) was also used. The results indicated that the concentration of liquid organic fertilizer derived from tofu liquid waste significantly affected plant height at the age of 3 months. The tallest plant measured 64.78 cm in height, with 21.33 leaves, stem diameter of 0.72, and leaf area of 17.58 cm2. Organic rice straw mulch did not have a significant effect on all plant factors. This showed that the application of liquid organic fertilizer tofu waste influences plant height, leaf number, and stem diameter, and there is no effect on the leaf surface, while rice straw mulch did not alter all plant variables.
Pengendalian Hypothenemus Hampei dengan Antivirus untuk Tanaman Kopi Eri Samah; Mhd. Yusuf Dibisono
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 1: Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i1.298

Abstract

Masalah virus tanaman kopi akan membuat ekonomi calon pekebun turun Makalah ini dilakukan untuk mencari solusi permasalahan tanaman kopi bagi pekebun Indonesia Metode: Studi eksplorasi dilakukan untuk menemukan cara penanggulangan virus kopi Karena pestisida kimia diketahui telah menghasilkan dampak lingkungan skala luas di seluruh dunia penelitian ini berfokus pada teknologi alternatif untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh jamur patogen Hasil: Dilaporkan bahwa insektisida cyantraniliprole 10 Persen dalam kisaran dosis formulasi 1000 ml sampai 2000 ml per hektar sangat efektif dalam mengendalikan hama penggerek buah kopi CPB Hypothenemus hampei pada tanaman kopi Arab Hal ini sesuai dengan penelitian Wiryadiputra yang mengungkapkan bahwa tingkat efikasi CPB lebih baik dibandingkan insektisida carbary dan lambda cyhalothrine 2012 Kesimpulan: Disimpulkan bahwa Hypo thenemus hampei dapat membantu pekebun kopi untuk memerangi virus
Budi Daya Kurma di Tanah Karo dengan Temperatur Udara Dingin Eri Samah; Elly Afrida
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i2.345

Abstract

Pohon kurma atau dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera merupakan salah satu tanaman yang sering ditemukan di daerah Timur Tengah Penulis akan membahas tentang budi daya pohon kurma di daerah dengan tempertur udara dingin Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ilmiah ini yaitu metode penelitian deskriptif yaitu metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran keadaan suatu hal dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada Adapun kesimpulan dari tulisan ini yaitu: 1 Budi daya pohon kurma di daerah dengan temperatur udara dingin dapat dilakukan dan dengan kwalitas dan hasil yang tidak jauh berbeda dengan udara panas seperti di timur tengah Tentunya dengan melakukan beberapa tahapan termasuk pemilihan bibit 2 Sebagai bukti keberhasilan budidaya pohon kurma di daerah dengan temperatur udara dingin yaitu budi daya yang telah dilakukan Bapak Bena Ukur Tarigan di Tanah karo tepatnya di Kuta Mbaru Kec Tiganderket Kabupaten Karo Sumatera Utara Kata Kunci: Budi Daya; Kurma; Temperatur; Udara Dingin
Budidaya Kelapa Hibrida Parentah Lubis; Eri Samah; Ardiansyah Ardiansyah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i4.396

Abstract

Kelapa hibrida merupakan hasil perkawinan silang dari kelapa genjah dan kelapa dalam Manfaat buah kelapa ini sangat banyak untuk sehari hari mulai dari air kulit maupun isi daging buah itu sendiri Pohon kelapa yang bahasa latinnya Cocos Nucifera L merupakan tanaman serbaguna yang memiliki nilai ekonomi tinggi seluruh bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan unutk kepentingan manusia Budidaya kelapa hibrida dapat dilakukan diberbagai lahan bahkan di lahan sekitar kolam sebab tidak terlalu tinggi dan tahan terhadap berbagai iklim dan kondisi tanah kering maupun basah Keutamaan kelapa hibrida diantaranya: a Daging yang tebal dan agak keras serta memiliki kandungan minyak yang tinggi ; b Daging buahnya memiliki ketebalan sekitar 1 5 cm; c Kelapa hibrida bisa memproduksi kopra rata rata hingga 6 7ton ha tiap tahunnya ketika tanaman berusia 10 tahun; d Produktivitas tandan buah kelapa hibrida bisa mencapai 12 tanda dan berisi 10 20 butir; e Selain itu kelapa hibrida juga memiliki kandungan galaktoman yang tinggi serta kandungan karbohidrat yang berfungsi memberikan asupan energi energi bagi tubuh Meskipun berkarbohidrat ternyata kandungan kalori di kelapa hibrida tidak tinggi sehingga baik digunakan untuk diet sehat Kata Kunci : Budi daya; Kelapa Hibrida
Produksi Tanaman Sorghum Sorghum bicolor L Dengan Berbagai Berbagai Pupuk Organik Tina Herianti Masitah; Eri Samah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 3 No. 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i2.435

Abstract

Sorghum adalah tanaman gandum potensial yang sedang dikembangkan di daerah marginal dan kering Indonesia khususnya Sorghum adalah salah satu komoditas yang diharapkan berfungsi sebagai pengganti beras dalam mengurangi kebutuhan pangan nasional Produksi sorgo di Indonesia masih sangat rendah dan produk sorgo tidak tersedia secara luas di pasar; oleh karena itu upaya harus dilakukan untuk meningkatkan produksi sorgo dimulai dengan penyediaan bentuk pupuk kandang yang tepat Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pupuk kandang yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorghum Dari Juli hingga Oktober 2013 Penelitian ini terdiri dari empat perawatan termasuk pupuk anorganik dengan dosis yang direkomendasikan kontrol P0 pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton ha 1 P1 pupuk kambing kambing dengan dos 10 ton Ha 1 P2 dan pupuk ternak sapi dengan dosis 10 ton ha 3 P3 dikompilasi menggunakan rencana kelompok acak RAK dan diulang enam kali masing masing Produksi sorgo tertinggi ditemukan dalam pembuahan kandang unggas dengan hasil 2 83 ton per hektar diikuti oleh pembiakan kandang ternak dengan hasil 2 79 ton per hectare pembiayaan kandang kambing kambing dengan hasil 2 6 ton per ha dan produksi terendah ditemukan pada pabrik kontrol tanpa biji bijian kandang dengan hasil 2 5 ton per hektar
Budidaya Terong dengan Media polybag di atas Kolam Ikan Lele Eri Samah; Elli Afrida
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i4.463

Abstract

Budidaya terong dengan media polybag di atas kolam ikan lele merupakan salah satu alternatif budidaya terong yang dapat dilakukan di lahan terbatas Budidaya ini memiliki beberapa keunggulan antara lain: dapat meningkatkan produktivitas kolam lele mengurangi biaya produksi dan meningkatkan nilai ekonomis kolam Budidaya terong dengan media polybag di atas kolam lele merupakan salah satu alternatif budidaya terong yang dapat dilakukan di lahan terbatas Hasil panen terong per polybag dapat mencapai 2 3 kg Dengan demikian produktivitas terong per kolam lele dapat mencapai 20 30 kg Budidaya ini juga dapat mengurangi biaya produksi Biaya produksi yang dapat ditekan antara lain biaya sewa lahan biaya tenaga kerja dan biaya pupuk Selain itu budidaya ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomis kolam Dengan adanya tanaman terong kolam lele tidak hanya menghasilkan lele tetapi juga terong Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani Dengan demikian budidaya terong dengan media polybag di atas kolam lele merupakan salah satu alternatif budidaya terong yang memiliki beberapa keunggulan Budidaya ini dapat meningkatkan produktivitas kolam lele mengurangi biaya produksi dan meningkatkan nilai ekonomis kolam
Sosialisasi Penanaman Pohon Mangrove di Kawasan Tempat Wisata Pantai Cermin Eri Samah; Misdawati Misdawati; July Esther; Herlina Manullang; Teja Rinanda; Ismayani Ismayani
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 1: Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i1.698

Abstract

Terletak sebagai kawasan pesisir di provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Serdang Bedagai, Pantai Cermin merupakan lokasi yang menarik untuk dijadikan kegiatan pengabdian masyarakat karena lokasi ini menyimpan segenap potensi. Masyarakat bisa mengembangkan potensi wilayahnya dengan melakukan konservasi , salah satunya konservasi mangrove . Hutan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai budidaya, sebagai upaya mencegah banjir dan rob, dan juga sebagai tempat konservasi dan tempat wisata. Penanaman pohon mangrove sebagai rehabilitasi pantai dilakukan dengan langsung ditanam di tanah dengan melibatkan segenap pihak. Kolaborasi antara sektor wisata, pemerintah daerah dan masyarakat dalam konservasi mangrove harus diintegrasikan. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove disamping agar terjaga konservasi mangrove juga akan meningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dikhususkan pada penguatan potensi wilayah, dengan sasaran warga di kawasan Pantai Cermin. Tempat kegiatan mengambil lokasi penyelenggaraan di Kawasan Mangrove Pantai Cermin.Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini terbagi dalam 3 kegiatan utama yaitu pemberian materi (workshop), pendampingan kelompok dan sharing antar kelompok. Kata Kunci: Mangrove, wisata, Pantai Cermin
Sosialisasi Strategi Menarik Minat Pengunjung di Kawasan Wisata Petik Buah Tanah Karo Sumatera Utara Eri Samah; Ramadha Yanti Parinduri; Muhammad Razali; Mananda Situmorang; Adriansyah Adriansyah
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.715

Abstract

Tanah karo sendiri salah satu daerah penghasil buah dan sayur terbesar di sumatera, dengan kwalitas buah yang baik. Dengan kondisi alam yang sejuk dan nyaman tanah karo bukan hanya sebagai penghasil buah dan sayur akan tetapi sudah dkembangkan menjadi Kawasan wisata di berbagai daerahnya dan salah satu yang menarik adalah adanya objek wisata petik buah. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis SWOT. Dalam PKM ini observasi secara deskriptif yaitu pelaksana PKM berusaha untuk mengamati, merekam, mencatat, dan mendokumentasi potensi internal dari Wisata Petik Buah di tanah karo baik itu petik buah strawberi maupun buah jeruk. Dengan pendekatan kualitatif, pelaksana PKM mencoba untuk mensosialisasikan strategi pengembangan Objek Wisata Petik Buah di Kawasan wisata tanah karo. Sedangkan Analisis SWOT untuk mengetahui akan segala hal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap objek wisata petik buah tersebut. Hasil kegatan PKM yaitu 1)Penyebab sepinya wisata petik buah karena adanya kutipan retribusi masuk Kawasan wisata dan harga buah yang dipetik labih mahal atau sama dengan yang dijual dipasar. 2) Adapun diagram hasil survey dapat kita ketahui bahwa sangat tidak setuju adanya kutipan masuk Kawasan wisata petik buah 22 Persen, Tidak setuju 67 Persen dan kurang setuju 11 Persen., bahkan setuju dan sangat setuju ada di angka 0 Persen. Kata Kunci: Sosialisasi; Strategi; Pengunjung; Kawasan Wisata; Petik Buah.
Sosialisasi Budidaya Tanaman Azolla Sebagai Pakan Ternak di Pasantren Darussalam Guntur Batubara Eri Samah; Anto Tulim; Darmawan Sriyanto; Mahyudin Situmeang; Dora Silvia Dewi; Adriansyah Adriansyah; Magdalena Magdalena
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.727

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah pengaplikasian tridarma perguruan tinggi dalam bentuk memberikan kontribusi kepada masyarakat terkait pengetahuan serta kefakaran dosen. Dalam hal ini melakukan sosialisasi budidaya tanaman azolla. Tempat pelaksanaan PKM ini di Pasantren Darussalam Guntur Batubara. Adapun materi yang disampaikan yaitu cara budidaya azolla, unsur kandungan yang dikandung serta menfaatnya. Diantara keungglan azolla yaitu pembudidayaannya sangat mudah. Kemudian Tumbuhan Azolla berpotensi besar sebagai pakan ternak karena memiliki kadar protein yang tinggi, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12, Beta Carotene), serta mineral yang memadai. Tumbuhan Azolla memiliki kandungan protein kasar yang cukup tinggi yaitu sekitar 23 sampai 30 Persen. Serta memiliki kandungan lignin yang rendah sehingga mudah dicerna oleh ternak. Oleh karena itu tumbuhan Azolla cocok untuk dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak khususnya itik, ayam, kambing, sapi dan kelinci. Dengan kandungan gizi tersebut, menjadikan tumbuhan Azolla sebagai salah satu pengganti pakan yang paling ekonomis dan efisien untuk ternak. Dan dapat pula dijadikan sebagai pakan organik rutin untuk para peternak. Selain jauh lebih murah juga terbukti menjadi andalan para peternak modern untuk meningkatkan berat ternak dan meningkatkan produksi telur ayam dan itik. Kata Kunci : Budidaya; Azolla; Pakan ternak; Pupuk.
Interaksi dan Diskusi dengan Masyarakat Kampung Angro di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara Eri Samah; Rahmaniah Rahmaniah; Misdawati Misdawati; Ramadha Yanti Parinduri; Nirmadarningsih Hiya; Sheila Hani
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.748

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih memahami pentingnya pembinaan agro wisata sebagai salah satu alternatif dan cara membina masyarakat dalam mewujudkan sinergitas pariwisata dengan pertanian yang dapat menghasilkan pertumbuhan sosial, ekonomi dan organisasi masyarakat. Ada beberapa poin materi PKM yang disampaikan yaitu 1) Aspek sumber daya manusia, 2) Aspek keuangan, 3) Aspek fasilitas, sarana, dan prasarana, 4) Aspek pemilihan lokasi agro wisata, 5) Karakteristik tradisi para petani, 6) Karakteristik agro industri. Hasil Kegiatan PKM yaitu dari hasil sosialisasi dan interkasi dengan masyarakat diharapkan masyarakat memahami bagaimana menciptakan kampung Agro, sehingga selain m,endukung daya tarik kawsan wisata maka kampung agro akan memilki ruang tersendiri pula untuk mendapatkan niali ekonomis bagi masyarakatnya. Kemudian dari kegiatan tersebut masyaearakt terlihjat antusias dan termotivasi untuk dapat menata kampung agro bersama masyarakat alinnya. Kata Kunci : Interaksi; Diskusi; Masyarakat; Kampung Agro.