Reihan Khairiati
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SERUM EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH TERHADAP Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermis Ferdy Firmansyah; Reihan Khairiati; Wildan Khairi Muhtadi; Lutfi Chabib
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 26 No. 2 (2022): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v26i2.18578

Abstract

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan yaitu ekstrak etanol buah belimbing wuluh (eBW) yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan serum wajah yang stabil secara farmasetik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis dengan metode difusi cakram. Sediaan serum wajah diformulasi pada beberapa konsentrasi eBW yaitu FI (10%), FII (15%), dan FIII (20%). Evaluasi sediaan serum wajah meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, freeze and thaw, serta aktivitas antibakteri. Analisa data secara deskriptif dan uji statistik One Way ANOVA. Berdasarkan penelitian yang dilakukan formulasi serum ekstrak etanol buah belimbing wuluh pada semua formula memiliki stabilitas fisik yang baik yang ditunjukkan dengan pengujian stabilitas freeze and thaw tidak mengalami pemisahan fase, tampilan fisik, bentuk, bau, warna tidak berubah serta susunan yang homogen pada semua sediaan. Namun pada bagian pemeriksaan pH dan daya sebar mengalami penurunan dari minggu pertama ke minggu terakhir. Hasil uji One way ANOVA terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar formula terhadap diameter zona hambat. Semakin tinggi konsentrasi eBW, maka akan semakin tinggi aktivitas antibakterinya. Formula III (20%) memiliki daya hambat paling besar dibandingkan formula lainnya dengan daya hambat secara berurutan pada bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermis yaitu 18,10±0,20 mm, 17,03±0,35 mm dan 17,00±0,26 mm.