Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksperimental Penambahan Graphene Sebagai Zat Aditif Pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Novia, Ali; Shalahuddin, Muhammad; Alwinda, Yosi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 1 Januari s/d Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The type of pavement commonly used in Indonesia is flexible pavement that uses asphalt as its binding material. It is very important to maintain the characteristic of asphalt that functions as the aggregate adhesive in a mixture of asphalt concrete (laston). One way of maintaining or improving the characteristics of the laston is by using graphene as an additive. This study was aimed to examine and analyze the effect of adding graphene as an additive and to find out the most effective level of graphene addition in the asphalt mixture to the Marshall characteristics of the AC–BC laston mixture. This study combined the addition of graphene as an additive of 3.5%, 4%, and 4.5% of the weight of asphalt. The test results showed that the stability value of Marshall characteristics at optimum bitumen content conditions is increased. The highest stability value is found in the addition of 4.5% of graphene which is 1500 kg. The most effective level of graphene addition in the asphalt mixture against Marshall characteristics is by adding 4.5% graphene. The addition of 4.5% of graphene has the highest stability value with a difference of 200 kg or 14.81%, while the value of flow is 4,5 mm, VIM is 3.7%, VFA is 76%, VMA is 14,8%, and MQ is 350 kg/mm, all these values fulfill Bina Marga specifications 2010 revision 3, except the flow values. Keywords: Graphene, Marshall characteristics, AC–BC, Laston
TINJAUAN KECEPATAN KENDARAN PADA WILAYAH ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS) DI KOTA PADANG sari, Nadra Mutiara; ', Oktaviani; Novia, Ali
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah lokasi/wilayah di ruas jalan tertentu yang merupakanzona kecepatan berbasis waktu untuk mengatur kecepatan kendaraan di lingkungan sekolah.Batas kecepatan izin maksimum memasuki ZoSS khususnya di Kota Padang adalah 25km/jam dan secara garis besar batas kecepatan izin kendaraan yang melewati Zoss di Indonesiaumumnya adalah 20-30 km/jam. Secara garis besar kecepatan kendaraan yang melaluilokasi ZoSS lebih tinggi dari kecepatan izin. Untuk memastikan kecepatan rata-ratakendaraan dan menentukan tingkat pelanggaran kendaraan yang melintasi wilayah ZoSS makadiperlukan data primer yang mana sampel diambil secara acak berdasarkan survey lapanganselama 3 hari pada lokasi Sekolah yang memiliki fasilitas ZoSS, yaitu SDN 03-04-13-21Purus, SDN 10 Aur Duri, SDN 03 Alai. Sebagai pembandingnya adalah sekolah yang tidakmemiliki fasilitas ZoSS yaitu SDN 02 Ulak Karang, SDN 01-06-07-08 Pulau Air, dan SDMuhamadiyah 10 Padang. Data diambil pada kondisi sibuk yaitu pukul 06.30-07.30 WIB danpada pukul 12.00-13.30 WIB. Data yang didapat adalah jarak tempuh dan waktu tempuhkendaraan. Kedua data tersebut dapat menghasilkan nilai kecepatan baik itu kecepatan tiapkendaraan maupun kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati wilayah ZoSS. Hasil daripenelitian, kecepatan kendaraan yang melewati wilayah ZoSS tidak sesuai dengan kecepatanizin yaitu 33 km/jam. dengan persentase rata-rata maksimum tingkat pelanggaran pada wilayahZoSS yaitu 96,5 % pelanggaran, sedangkan kecepatan rata-rata pada wilayah yang tidakmemiliki fasilitas ZoSS adalah 29 km/jam. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna kendaraantidak peduli dengan adanya wilayah ZoSSKata kunci: Jarak tempuh, Kecepatan, Waktu tempuh, Zona Selamat Sekolah (ZoSS)