Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan kombinasi produk keramik dan bambu sebagai dekorasi interior modern Tiara Ika Widia Primadani; Wahyu Waskito Putra; Bambang Kartono Kurniawan; Mahendra Wardhana
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v5i2.7449

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSME) craftsmen need product innovation to develop and adapt to market developments. This study aims to diversify the products of ceramic and bamboo craftsmen in the Malang area of East Java as contemporary interior decoration products. Their condition is stagnant due to constraints in product development so the craftsmen are decreasing and there is no regeneration. In this study, the ceramic and bamboo crafts of craftsmen in Malang will be combined for contemporary interior decoration products. The results of this study are expected to be a product diversification and can provide design input for ceramic and bamboo craftsmen in Malang. Besides that, it can expand its market share and as a preservation of craft skills as a cultural heritage. This study uses the brainstorming design thinking method by combining two materials to create alternative products for ceramic and bamboo craftsmen in Malang. In addition, it can expand its market share and preserve craft skills as a cultural heritage. This research uses the design thinking method by applying ATUMICS theory to develop product design. This product's development utilizes existing ceramic moulds to speed up and reduce production costs. Likewise, the development of bamboo products, as well as the expertise that the craftsmen already have, adapted to a more modern form.
FunAR-furniture augmented reality application to support practical laboratory experiments in interior design education Fairuz Iqbal Maulana; Baskoro Azis; Tiara Ika Widia Primadani; Pangeran Rasyach Artha Hasibuan
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 31, No 2: August 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v31.i2.pp845-855

Abstract

Practical learning in the laboratory has been limited due to the COVID-19 pandemic. Conventional education must adapt to increasingly digital technological developments. The design of interactive learning media with augmented reality technology can be a solution and support the previous conventional learning. FunAR is a Furniture Augmented Reality Application developed using the analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) method consisting of ADDIE. In its implementation, the FunAR application will provide basic information about existing equipment in Lab Furniture, accompanied by 2D images, and augmented reality technology that creates 3D objects from each piece of equipment in Lab Furniture. From 15 student respondents, the results reveal that distance, angle, and device specifications significantly impact camera marker reading. A distance of 20 cm to 80 cm and an angle of 25° to 100° can display 3D objects. Likewise, the camera’s ability to process reading markers is better on smartphones with better hardware specifications. The results of the respondents showed that 80% of respondents were satisfied with the FunAR application.
Pengembangan Desain Produk Keramik dengan Kombinasi Kayu Palet di Malang Jawa Timur Wahyu Waskito Putra; Tiara Ika Widia Primadani
Jurnal Desain Interior Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18690

Abstract

Produk kerajinan keramik Dinoyo agar lebih variatif memerlukan sentuhan inovasi desain. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian dan penggalian potensi industri kerajinan keramik Dinoyo untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dan menghasilkan produk yang mengikuti perkembangan permintaan pasar. Salah satu strategi agar produk keramik Dinoyo memiliki keunikan adalah produk tersebut harus memiliki karakteristik, misalnya dengan mengkombinasikan (kombinasi) dengan material lain disekitarnya yang ramah lingkungan. Material yang akan dikembangkan dengan produk keramik Dinoyo pada penelitian ini adalah kayu pallet. Pemilihan kayu palet adalah kayu bekas dari kontainer sehingga pengembangan desain baru produk keramik di Dinoyo juga memperhatikan kelestarian alam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian ini akan melalui empat tahap pengembangan, yaitu 1) tahap pendefinisian, 2) tahap desain, 3) tahap pengembangan. Hasil penelitian pengembangan produk ini diharapkan dapat mendiversifikasi produk keramik Dinoyo sebagai kap lampu sebagai dekorasi interior. Mereka memiliki manfaat yang lebih komprehensif untuk keberlanjutan usaha kecil menengah dan lingkungan.
Pengembangan Desain Produk Keramik dengan Kombinasi Kayu Palet di Malang Jawa Timur Wahyu Waskito Putra; Tiara Ika Widia Primadani
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18690

Abstract

Produk kerajinan keramik Dinoyo agar lebih variatif memerlukan sentuhan inovasi desain. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian dan penggalian potensi industri kerajinan keramik Dinoyo untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dan menghasilkan produk yang mengikuti perkembangan permintaan pasar. Salah satu strategi agar produk keramik Dinoyo memiliki keunikan adalah produk tersebut harus memiliki karakteristik, misalnya dengan mengkombinasikan (kombinasi) dengan material lain disekitarnya yang ramah lingkungan. Material yang akan dikembangkan dengan produk keramik Dinoyo pada penelitian ini adalah kayu pallet. Pemilihan kayu palet adalah kayu bekas dari kontainer sehingga pengembangan desain baru produk keramik di Dinoyo juga memperhatikan kelestarian alam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian ini akan melalui empat tahap pengembangan, yaitu 1) tahap pendefinisian, 2) tahap desain, 3) tahap pengembangan. Hasil penelitian pengembangan produk ini diharapkan dapat mendiversifikasi produk keramik Dinoyo sebagai kap lampu sebagai dekorasi interior. Mereka memiliki manfaat yang lebih komprehensif untuk keberlanjutan usaha kecil menengah dan lingkungan.
Smart Furniture Rak Multifungsi Museum Musik Indonesia Hilmi Dzakaaul Islam; Tiara Ika Widia Primadani; Brainnisa Ramadhani Nur Nisrina; Wahyu Kurni Dewi
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.21548

Abstract

Museum Musik Indonesia (MMI) yang terletak di Perumahan Griya Shanta Blok B, Jl. Sukarno Hatta, Kota Malang, Jawa Timur merupakan satu-satunya museum seni musik di Indonesia. Koleksi MMI sebagian besar adalah berupa media rekam fisik yang berupa kaset, piringan hitam/vinyl, VCD/DVD yang mayoritas koleksinya bersumber dari sumbangan masyarakat. Pengambilan data penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan wawancara kepada pengelola museum dan observasi secara langsung untuk studi kebutuhan ruang dan fasilitas. Kegiatan observasi menemukan beberapa permasalahan, diantaranya adalah jumlah koleksi yang banyak namun luas area museum, jumlah furnitur untuk display dan tempat penyimpanan yang terbatas. Pengelola merasa kesulitan untuk menyimpan, menata dan memamerkan koleksi MMI dengan baik dan menarik. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat smart furniture berbentuk rak dengan konsep multifungsi. Perancangan smart furniture menggunakan metode design thinking double diamond. Smart furniture tersebut berfungsi menjadi tempat display dan penyimpanan koleksi Museum Musik Indonesia agar penggunaan ruang menjadi lebih maksimal. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan koleksi melalui smart furniture tersebut. Pembuatan rak smart furniture untuk MMI diharapkan memberikan solusi dari permasalahan yang ada dan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain museum yang lain sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang memiliki minat terhadap koleksi museum serta menjadi inspirasi masyarakat umum untuk membuat smart furniture.
Dari Limbah menjadi Karya: Pemanfaatan Limbah Industri Interior untuk Produk Furniture Andi Pramono; Tiara Ika Widia Primadani; Agung Purnomo; Rr Ratna Amalia Rahayu; Praticia Sheila Jonowibowo; Keisha Hutamargo
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.21814

Abstract

Limbah industri interior, terutama dari sektor kayu dan tekstil, sering kali menjadi masalah lingkungan yang serius, karena pengelolaannya yang tidak tepat, seperti dibakar, yang menyebabkan polusi udara. Di Kota Malang, industri-industri ini menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik. Pemanfaatan limbah melalui konsep upcycling menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi dampak negatif lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi upcycling limbah industri interior menjadi produk furniture yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan. Fokus utama penelitian ini adalah menciptakan produk bedside table dari limbah kayu yang dilengkapi dengan teknologi smart lighting, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tirtomoyo untuk memberdayakan mereka dalam pengolahan limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan design thinking, yang terdiri dari lima tahapan: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku industri. Proses desain dilakukan secara iteratif hingga menghasilkan produk yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah industri interior dapat diolah menjadi produk furniture yang menarik secara estetika dan fungsional, seperti bedside table. Produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Selain itu, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang pengolahan limbah dan membuka peluang usaha baru, yang berdampak pada pengurangan pengangguran di wilayah tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan upcycling dalam pengelolaan limbah industri interior tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Designing Autism-Friendly Learning Space through Integrating Autistic Behavior and Motion Space Mapping Brainnisa Ramadhani Nur Nisrina; Tiara Ika Widia Primadani; Michelle Nadine Santoso; Yuvita Wulan Tanemaru
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jdi.v10i2.8534

Abstract

The increasing number of students with autism in Indonesia has encouraged the development of therapy and educational service centers, including in Malang. At PKBM Ki Hadjar Dewantara, a non-formal educational institution, a notable rise in students diagnosed with autism spectrum disorder (ASD) has been recorded. This study focuses on understanding the behavioral characteristics of autistic students within classroom settings. Autism, as a developmental condition, affects social interaction, communication, emotional regulation, sensory processing, play, and repetitive behavior. Using a qualitative approach, the research employed empirical observation, interviews with educators and therapists, and behavior setting techniques through motion space mapping. The findings highlight the importance of autism-friendly learning spaces, organized into four adaptive zones: the play zone (high stimulation), the learning and creativity zone (transitional), the escape or safe zone (low stimulation), and the multisensory zone (Snoezelen). This zoning strategy reflects an inclusive and adaptive design that accommodates diverse sensory and behavioral needs. The study demonstrates how flexible spatial design in non-formal education can foster engagement, comfort, and development for autistic students while supporting sustainable and inclusive learning practices.