Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perancangan Ulang Struktur Atas Jembatan Tipe Tied Arch Bridge Bentang 82 Meter Algazt Aryad Masagala; Bagus Jatmiko
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15607

Abstract

Dalam Perancangan Ulang Struktur Atas Jembatan Tipe Tied Arch Bridge Bentang 82 Meter dengan Studi Kasus Jembatan Ruas Tawang – Ngalang Gunung Kidul, Jembatan Tipe Tied Arch Bridge dipilih sebagai solusi alternatif karena dianggap mampu membuat jembatan menjadi lebih kuat dan mampu menyalurkan distribusi pembebanan serta yang dirasa paling efektif untuk menampung volume lalu lintas pada tahun yang akan datang dan desain tersebut lebih memberikan kesan yang monumental.  Analisis perancangan ulang menggunakan program SAP2000 untuk pemodelan struktur. Analisis hitungan mengacu pada aturan atau standard yang berlaku yaitu RSNI T03-2005, SNI 1725 2016, SNI 2833-2016, dan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Metode analisis struktur menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) yaitu suatu perencanaan yang mengacu pada kondisi batas, atau limit state design. Kondisi batas yang ditinjau adalah batas kekuatan (ultimate strength) dan kombinasi beban yang digunakan adalah dengan beban terfaktor. Dari hasil perhitungan serta analisis Perencanaan menggunakan profil baja dengan mutu baja BJ 37 dengan fu: 370 MPa dan fy: 240 MPa. Dalam perencanaan jembatan ini digunakan profil baja: Stringer BOX 500.500.25.19, Cross Girder BOX 800.600.45.45, Cable ∅63 mm, Arch 1 BOX 800.600.45.45, Arch 2 BOX 800.600.45.45, Vertical Web BOX 800.600.45.45, Diagonal Web BOX 800.600.45.45, Bottom Chord BOX 800.600.45.45, Top Bracing BOX 800.600.45.45, dan Top Wind BOX 500.500.25.19. Nilai lendutan tertinggi terletak pada tengah bentang jembatan sebesar 91,99 mm dengan lendutan ijinnya 103,20 mm, sehingga jembatan aman terhadap lendutan.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH Puji Utomo; Annisa Mu’awanah Sukmawati; Algazt Aryad Masagala
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27913

Abstract

ABSTRAK                                                                            Akses terhadap air bersih layak merupakan salah satu aspek penting dalam program sanitasi sekolah. SD Negeri Kalidadap merupakan salah satu sekolah yang masih mengalami kendala terhadap akses air bersih layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Implementasi teknologi pemanen air hujan digunakan sebagai alternatif solusi karena potensi curah hujan yang terdistribusi sepanjang tahun di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi pemanen air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Kalidadap khususnya untuk kebutuhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan alat dan bahan serta diskusi dengan kepala sekolah, tahap implementasi program melalui sosialisasi dan pemasangan alat, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran dari program ini adalah warga sekolah di SD Negeri Kalidadap yang terdiri dari 8 guru, 5 tenaga kependidikan, dan 151 siswa. Melalui kegiatan pengabdian ini, alat pemanenan air hujan telah berhasil diimplementasikan di SD Negeri Kalidadap sebagai alternatif solusi penyediaan air bersih. Kegiatan pengabdian ini juga telah berhasil meningkatkan pemahaman konsep dan pengetahuan cara kerja teknologi bagi warga mencapai 76 – 88%. Selain itu, hasil analisis efektivitas alat menunjukkan bahwa air hujan yang tertampung diestimasikan mencapai 1.944 liter/minggu dan diproyeksikan memenuhi kebutuhan cuci tangan selama 33 hari. Mitra sangat mendukung adanya program lanjutan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna lainnya dalam meningkatkan akses air bersih di SD Negeri Kalidadap. Kata kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); pemanenan air hujan; sanitasi sekolah. ABSTRACTAccess to clean water is an essential aspect of the school sanitation program. SD Negeri Kalidadap is one of the schools that still experiences obstacles in accessing clean water in terms of quality and quantity. Implementing rainwater harvesting technology is an alternative solution due to the potential for rainfall distributed throughout the year in the area. This activity aims to apply rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Kalidadap, especially for the needs of Washing Hands with Soap (CTPS). Community service activities were carried out in 3 stages: the preparation stage for tools and materials and discussions with the principal, the program implementation stage through socialization and installation of tools, and monitoring and evaluation. The target of this program is the school community at SD Negeri Kalidadap consisting of 8 teachers, 5 educational staffs, and 151 students. Through this community service activity, rainwater harvesting tools have been successfully implemented at SD Negeri Kalidadap as an alternative solution to providing clean water. This community service activity has also increased the understanding of how technology works for residents by 76 - 88%. In addition, the results of the tool effectiveness analysis showed that the collected rainwater was estimated to reach 1,944 liters/week and was projected to meet hand washing needs for 33 days. Partners strongly support the program's continuation in implementing other appropriate technologies to increase access to clean water at SD Negeri Kalidadap. Keywords: hand washing behavior with soap (CTPS); rainwater harvesting; school sanitation