Dwi Wahyu Kartikasari
Universitas PGRI Ronggolawe

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode Blended Learning pada Pendidikan Politik di Organisasi Intra Sekolah Dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Tuban Dwi Wahyu Kartikasari; Hasanul Bulqiyah; Gufanta Hendryko Purba; Amar Zaki
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.10239

Abstract

Partisipasi politik yang rendah terkadang menunjukkan kurangnya kepedulian atau keterlibatan warga dengan urusan pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode blanded learning pada pendidikan politik di Organisasi Intra sekolah dalam menanamkan sikap tanggung jawab bagi siswa SMA di kabupaten Tuban. Penelitian ini dlatarbelakangi oleh peranan pemilih pemula dalam pemilu yang sebagian besar dilakukan oleh anak usia SMA. Penanaman sikap tanggung jawab dalam penggunaan hak pilih mereka dalam memilih pemimpin terbaik menurut mereka maupun menanmkan sikap tanggung jawab dalam berorganisasi sebagai bekal mereka untuk terjun ke masyarakat di kemudian hari perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk  mencari data yang diperlukan. Dari hasil yang ditemukan di lapangan, ditemukan bahwa metode blended learning telah dilakukan di beberapa sekolah di kabupaten Tuban. Pendidikan politik dilakukan oleh semua lini, yakni dari segi teoritis oleh guru mata pelajaran PKn serta bimbingan dalam tanggung jawab berorganisasi yang dilakukan oleh pembina osis serta pembelajaran mandiri dari berbagai sumber yang dilakukan oleh siswa atau pengurus OSIS. Low political participation sometimes indicates a lack of concern or involvement of citizens with government affairs. The purpose of this study was to determine the application of blended learning methods in political education in intra-school organizations in instilling an attitude of responsibility for high school students in Tuban district. This research is motivated by the role of novice voters in elections which are mostly carried out by high school age children. Instilling an attitude of responsibility in the use of their voting rights in choosing the best leaders according to them and instilling an attitude of responsibility in organizing as a provision for them to enter society in the future needs to be done. This study uses a qualitative method with a case study approach to find the required data. From the results found in the field, it was found that the blended learning method had been carried out in several schools in the Tuban district. Political education is carried out by all lines, namely from a theoretical point of view by Civics subject teachers as well as guidance in organizational responsibilities carried out by student council supervisors as well as independent learning from various sources carried out by students or student council administrators.
Pendekatan aksiologi untuk analisis masalah pendidikan universal Gufanta Hendryko Purba; Dwi Wahyu Kartikasari; Chandra Fhutu Neva
SOROT Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.17.3.139-148

Abstract

Urgensi masalah yang sedang dihadapi dalam dunia pendidikan karena ketidakpastian masyarakat dalam mengambil informasi yang berimbas pada tidak fokusnya lembaga pendidikan memperoleh pengetahuan yang siap dalam setiap mata pelajaran. Maka siswa harus dipersiapkan untuk tujuan baru yang tidak berorientasi pada konvensional terus menerus. Siswa harus sadar akan tujuan pendidikan mereka sendiri dalam merancang maupun mengimplementasikan rute pendidikan mereka yang sejalan dengan perubahan kehidupan nyata. Dasar aksiologi pada hakikatnya tidak lepas dari ontologi dan epistemologi. Kebergunaan aksiologi untuk mengukur kebermanfaatan nilai dari dunia pendidikan yang diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang modern. Penelitian dilakukan secara literer, dengan kajian pustaka yang dipilih buku-buku dan jurnal atau majalah ilmiah yang memuat uraian mengenai orientasi aksiologi, filsafat ilmu, dan pemecahan masalah pendidikan. Data yang dibutuhkan adalah data kualitatif yang diolah dengan metode reflektif, dilengkapi dengan metode ‘verstehen’. Artikel ini berusaha untuk menentukan karakteristik esensial aksiologi dalam pendidikan universal modern sebagai proses implementasi aksiologi dalam penentuan nasib sendiri guru dan siswa.The urgency of the problem that is being faced in the world of education is due to the uncertainty of the community in taking information which has an impact on the focus of educational institutions on obtaining ready knowledge in each subject. Then students must be prepared for new goals that are not conventionally oriented continuously. Students should be aware of their own educational goals in designing as well as implementing their educational routes in line with real-life changes. The basis of axiology is essentially inseparable from ontology and epistemology. This research was carried out in a literal way, with a literature review that selected scientific books and journals or magazines which contained descriptions of axiological orientation, philosophy of science, and educational problem solving. The data needed is qualitative data which is processed using a reflective method, supplemented by the 'verstehen' method. This article attempts to determine the essential characteristics of axiology in modern universal education as a process of implementing axiology in the self-determination of teachers and students.
Karakter Pemilih Pemula di Kabupaten Tuban: Adaptasi Budaya Politik Sekolah Hasanul Bulqiyah; Dwi Wahyu Kartikasari; Petrus Ans Gregorius Taek
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v8i2.2183

Abstract

Starting from curiosity about how the political culture of the school in shaping the character of novice voters in Tuban Regency. So this research was conducted using comparative qualitative methods to explore primary data on research subjects spread across senior high schools (SMA) in Tuban Regency such as Deputy Head of Student Affairs, Citizenship Education Teachers, Coaches and OSIS Students (Intra-School Student Organizations), including the General Election Commission of Tuban Regency as secondary data in this study. The results showed that the political culture of schools in shaping the character of novice voters in Tuban Regency with an understanding and emphasis on students about politics in Indonesia through classroom teaching, then the implementation of democracy in Indonesia in the OSIS election, as well as school innovation in carrying out the student council selection process that is packaged online. Furthermore, the adaptation of political culture that is applied forms the character of students as novice voters. The character of students as novice voters is behavior that is active in practical politics, starting from following, criticizing and participating. This active behavior can be seen from the implementation of the smallest political practice in schools, namely the Student Council Election.