Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Metode Blended Learning pada Pendidikan Politik di Organisasi Intra Sekolah Dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Tuban Dwi Wahyu Kartikasari; Hasanul Bulqiyah; Gufanta Hendryko Purba; Amar Zaki
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.10239

Abstract

Partisipasi politik yang rendah terkadang menunjukkan kurangnya kepedulian atau keterlibatan warga dengan urusan pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode blanded learning pada pendidikan politik di Organisasi Intra sekolah dalam menanamkan sikap tanggung jawab bagi siswa SMA di kabupaten Tuban. Penelitian ini dlatarbelakangi oleh peranan pemilih pemula dalam pemilu yang sebagian besar dilakukan oleh anak usia SMA. Penanaman sikap tanggung jawab dalam penggunaan hak pilih mereka dalam memilih pemimpin terbaik menurut mereka maupun menanmkan sikap tanggung jawab dalam berorganisasi sebagai bekal mereka untuk terjun ke masyarakat di kemudian hari perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk  mencari data yang diperlukan. Dari hasil yang ditemukan di lapangan, ditemukan bahwa metode blended learning telah dilakukan di beberapa sekolah di kabupaten Tuban. Pendidikan politik dilakukan oleh semua lini, yakni dari segi teoritis oleh guru mata pelajaran PKn serta bimbingan dalam tanggung jawab berorganisasi yang dilakukan oleh pembina osis serta pembelajaran mandiri dari berbagai sumber yang dilakukan oleh siswa atau pengurus OSIS. Low political participation sometimes indicates a lack of concern or involvement of citizens with government affairs. The purpose of this study was to determine the application of blended learning methods in political education in intra-school organizations in instilling an attitude of responsibility for high school students in Tuban district. This research is motivated by the role of novice voters in elections which are mostly carried out by high school age children. Instilling an attitude of responsibility in the use of their voting rights in choosing the best leaders according to them and instilling an attitude of responsibility in organizing as a provision for them to enter society in the future needs to be done. This study uses a qualitative method with a case study approach to find the required data. From the results found in the field, it was found that the blended learning method had been carried out in several schools in the Tuban district. Political education is carried out by all lines, namely from a theoretical point of view by Civics subject teachers as well as guidance in organizational responsibilities carried out by student council supervisors as well as independent learning from various sources carried out by students or student council administrators.
Pendekatan aksiologi untuk analisis masalah pendidikan universal Gufanta Hendryko Purba; Dwi Wahyu Kartikasari; Chandra Fhutu Neva
SOROT Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.17.3.139-148

Abstract

Urgensi masalah yang sedang dihadapi dalam dunia pendidikan karena ketidakpastian masyarakat dalam mengambil informasi yang berimbas pada tidak fokusnya lembaga pendidikan memperoleh pengetahuan yang siap dalam setiap mata pelajaran. Maka siswa harus dipersiapkan untuk tujuan baru yang tidak berorientasi pada konvensional terus menerus. Siswa harus sadar akan tujuan pendidikan mereka sendiri dalam merancang maupun mengimplementasikan rute pendidikan mereka yang sejalan dengan perubahan kehidupan nyata. Dasar aksiologi pada hakikatnya tidak lepas dari ontologi dan epistemologi. Kebergunaan aksiologi untuk mengukur kebermanfaatan nilai dari dunia pendidikan yang diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang modern. Penelitian dilakukan secara literer, dengan kajian pustaka yang dipilih buku-buku dan jurnal atau majalah ilmiah yang memuat uraian mengenai orientasi aksiologi, filsafat ilmu, dan pemecahan masalah pendidikan. Data yang dibutuhkan adalah data kualitatif yang diolah dengan metode reflektif, dilengkapi dengan metode ‘verstehen’. Artikel ini berusaha untuk menentukan karakteristik esensial aksiologi dalam pendidikan universal modern sebagai proses implementasi aksiologi dalam penentuan nasib sendiri guru dan siswa.The urgency of the problem that is being faced in the world of education is due to the uncertainty of the community in taking information which has an impact on the focus of educational institutions on obtaining ready knowledge in each subject. Then students must be prepared for new goals that are not conventionally oriented continuously. Students should be aware of their own educational goals in designing as well as implementing their educational routes in line with real-life changes. The basis of axiology is essentially inseparable from ontology and epistemology. This research was carried out in a literal way, with a literature review that selected scientific books and journals or magazines which contained descriptions of axiological orientation, philosophy of science, and educational problem solving. The data needed is qualitative data which is processed using a reflective method, supplemented by the 'verstehen' method. This article attempts to determine the essential characteristics of axiology in modern universal education as a process of implementing axiology in the self-determination of teachers and students.
Karakter Pemilih Pemula di Kabupaten Tuban: Adaptasi Budaya Politik Sekolah Hasanul Bulqiyah; Dwi Wahyu Kartikasari; Petrus Ans Gregorius Taek
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v8i2.2183

Abstract

Starting from curiosity about how the political culture of the school in shaping the character of novice voters in Tuban Regency. So this research was conducted using comparative qualitative methods to explore primary data on research subjects spread across senior high schools (SMA) in Tuban Regency such as Deputy Head of Student Affairs, Citizenship Education Teachers, Coaches and OSIS Students (Intra-School Student Organizations), including the General Election Commission of Tuban Regency as secondary data in this study. The results showed that the political culture of schools in shaping the character of novice voters in Tuban Regency with an understanding and emphasis on students about politics in Indonesia through classroom teaching, then the implementation of democracy in Indonesia in the OSIS election, as well as school innovation in carrying out the student council selection process that is packaged online. Furthermore, the adaptation of political culture that is applied forms the character of students as novice voters. The character of students as novice voters is behavior that is active in practical politics, starting from following, criticizing and participating. This active behavior can be seen from the implementation of the smallest political practice in schools, namely the Student Council Election.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK YPM Tuban dalam Mendukung Kesejahteraan Peserta Didik melalui Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0 Mardi Widodo; Mario Fahmi Syahrial; Dwi Wahyu Kartikasari; Gusti Uripno; Kumaidi Kumaidi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n8xqcy73

Abstract

This community service program aims to strengthen teachers’ pedagogical competence at SMK YPM Tuban in designing and implementing active, contextual, and skill-oriented learning in the era of 21st-century education. The program employed an integrated approach consisting of pedagogical workshops, demonstration of learning models, structured microteaching sessions, and on-the-job mentoring for three weeks after the training. A total of 44 teachers from both vocational and general subject areas participated, fostering interdisciplinary collaboration and accelerating the adoption of innovative teaching practices. The initial assessment revealed a mean pedagogical competence score of 60, with only 28% of teachers consistently applying active learning strategies. Based on these findings, the intervention was designed by combining theoretical knowledge with practical application and continuous feedback. Microteaching served as the core strategy, enabling teachers to practice teaching, receive structured observations, and reflect on their performance. The evaluation results indicated a significant improvement, with the average post-test score increasing to 85 and 91% of teachers achieving competency standards. Participant satisfaction reached 4.6 out of 5, reflecting a highly positive response to the program. Additionally, there was a substantial increase in the implementation of active learning strategies and the use of contextual lesson plans aligned with the Merdeka Curriculum. Qualitative findings highlight that the success of the program was supported by reflective microteaching practices, intensive classroom mentoring, and strong institutional support. However, challenges such as varying initial competencies and limited time for lesson planning were identified. Overall, this program proved effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and bridging the gap between theory and classroom practice, with strong potential for sustainability through continuous mentoring and professional learning communities.  
Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pencegahan dan Penanganan dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Dwi Wahyu Kartikasari; Djoko Apriono; Mario Fahmi Syahrial; Ammar Zaki
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i3.2106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami terkait upaya perguruan tinggi khususnya Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ronggolawe dalam menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa maupun dosen, dan karyawan terkait hak mereka dalam memperoleh perlindungan dari kekerasan seksual. Hal ini dilatar belakangi karena semakin maraknya kasus kekerasan seksual dilingkungan pendidikan yang dilakukan atas dasar relasi kuasa. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti berupaya mencari data melalui wawancara mendalam dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan pemangku kepentingan untuk mengetahui strategi yang dilakukan dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus Universitas PGRI Ronggolawe. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah adanya upaya melalui pembentukan Satgas dan pemilihan anggota Satgas dari kalangan dosen dan mahasiaswa, sosialisasi kepada dosen dan ketua prodi, dan seluruh jajaran pengurus perguruan tinggi. Selanjutnya, sosialisasi dilakukan oleh Satgas kepada mahasiswa melalui perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam anggota Satgas. Muatan terkait pencegahan kekerasan seksual juga wajib ada di dalam Rencana Pambelajaran Semester.
Menjaga Eksistensi Budaya Melalui Pariwisata sebagai Pemenuhan Hak Warga Negara Dwi Wahyu Kartikasari; Tita Nurmalinasari Hidayat
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i3.4038

Abstract

Pariwisata budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi tantangan serius dalam menjaga kesucian nilai-nilai budaya di tengah ekspansi industri pariwisata massal. Dalam praktiknya, masyarakat lokal kerap terpinggirkan dan hanya berperan sebagai penonton atas pengelolaan warisan budaya yang sejatinya menjadi hak kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak masyarakat dalam pengelolaan situs-situs budaya utama Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Malioboro sebagaimana dijamin dalam Pasal 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk keterlibatan warga di setiap lokasi. Di Malioboro, pemenuhan hak warga terwujud melalui kesempatan ekonomi bagi pedagang kaki lima. Di Keraton dan Taman Sari, masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi dan ritual budaya. Sebaliknya, di Candi Prambanan ditemukan kecenderungan alienasi masyarakat akibat pola pengelolaan yang bersifat korporatif dan kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelibatan aktif masyarakat dalam kebijakan pariwisata merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya dan keadilan sosial.