Riset ini diarahkan untuk mengevaluasi efisiensi pemanfaatan input produksi dalam aktivitas usahatani jagung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. Analisis dilakukan menggunakan npendekatan regresi linier berganda malalui pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas, berdasarkan data primer yang didapatkan dari 96 responden petani jagung. Variabel input yang dianalisis mencakup luas lahan (X1) , jumlah bibit (X2), pupuk (X3), pestisida (X4), dan tenaga kerja (X5). Berdasarkan hasil analisis mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, kelima variabel tersebut berdampak terhadap tingkat produksi jagung. Secara individual, luas lahan, pupuk, dan pestisida memberikan pengaruh yang signifikan, sementara bibit dan tenaga kerja tidak memperhatikan dampak yang signifikan secara statistik. Nilai Return to Scale yang diperoleh mengindikasikan bahwa usahatani jagung dalam keadaan Increasing Return to Scale. Selanjutnya, hasil dari analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa pemanfaatan luas lahan dan pestisida masih belum efisien (Ki > 1), sedangkan penggunaan benih dan pupuk berada pada tingkat yang berlebihan (Ki < 1). Adapun tenaga kerja memberikan pengaruh negatif terhadap produksi (Ki < 0). Dengan demikian, peningkatan efisiensi dalam usahatani jagung dapat dicapai melalui optimalisasi pemanfaatan lahan, penyesuaian jumlah input benih dan pupuk, pemanfaatan pestisida secara lebih tepat, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja