Ferilia Adiesti
sekolah tinggi ilmu kesehatan majapahit

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOGNITIF BIDAN TERHADAP PEMERIKSAAN DIASTASIS RECTI PADA IBU NIFAS Nurun Ayati Khasanah; Ferilia Adiesti; Citra Adityarini Safitri
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.384 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v6i2.741

Abstract

Diastasis rectus abdominis dapat terjadi kapanpun pada ibu hamil trimester dua, dampaknya pada ibu post partum yang mengalami diastasis rectus abdominis adalah melemahnya dinding abdomen, mengurangi kontraksi kekuatan otot abdomen dan kestabilan pelvis. Risiko seorang perempuan mengalami diastasis recti ini jauh lebih besar jika ukuran tubuhnya tergolong kecil, mengandung janin kembar, hamil pada usia 35 tahun ke atas, serta berat janin yang besar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan kognitif terhadap pemeriksaan diastasis recti pada ibu nifas .Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan ( bidan ) di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto. Sampel penelitian ini adalah sebagian tenaga kesehatan ( bidan ) yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto, jumlah sampel 23 orang . pengambilan sampel pada penelitian adalah simple random sampling dilkasanakan pada bulan Agustus – November 2020. Instrumen pada penelitian menggunakan kuisioner , kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat . untuk mengetahui hubungan menggunakan Analisis statistik Fisher’s Exact Test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebagian besar responden memiliki kognitif yang baik sebanyak 13 ( 56.53 %)dan sebagian besar melakukan pemeriksaan diastasis recti sebanyak 17 ( 73.92%) responden .Berdasarkan uji Analisis Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ( α< 0.05) didapatkan nilai (α = 0,022) menunjukkan bahwa ada hubungan kognitif dengan pemeriksaan diastasis recti pada ibu nifas .Pengetahuan didapat dari informasi sepanjang hidup seseorang. Pengetahuan tenaga kesehatan ( bidan ) tentang pemeriksaan diastasis recti yang mempengaruhi tenaga kesehatan ( bidan ) tersebut untuk melakukan pemeriksaan diastasis recti. Sebagai tenaga kesehatan seyogyanya selalu melakukan pemeriksaan diastasis recti pada ibu nifas yang datang kepelayanan baik di Rumah Sakit , Puskesmas maupun PMB
Upaya Preventif Stunting Dengan Pemantauan Tumbuh Kembang Dan Pendidikan Kesehatan Pada Ibu Balita di Desa Mojoranu Sooko Kabupaten Mojokerto Sulis Diana; Nurun Ayati; Ferilia Adiesti; Fitria Edni Wari; Elyana Mafticha
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.63

Abstract

Dalam Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini pemberian pengetahuan memberikan kontribusi dalam pencegahan stunting yang mana salah satunya dipengaruhi oleh pengetahuan ibu . Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan koordinasi dengan bidan desa , kader dan juga masyarakat. Dalam hal ini pengabdian masyarakat dilakukan dalam rangka pemenuhan Tri Darma Perguruan Tinggi dan Pendampingan kader terhadap pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan dalam mencegah terjadinya keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan oleh tenaga medis dan pendidikan kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stunting. Metode yang diberikan dengan model pemberian penyuluhan tatap muka kesehatan menggunakan media LCD dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dengan KPSP. Hasil pengabdian pada masyarakat ini adalah banyaknya pengetahuan yang diterima menjadi lebih baik. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan dan ibu balita didampingi secara oleh mahasiswa bidan dan juga dosen kebidanan dalam memberikan pendidikan kesehatan, kader kesehatan dan ibu balita lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah stunting.