Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MITRA MANAJEMEN

TANTANGAN PENGEMBANGAN JEMBATAN UDARA DI PROVINSI PAPUA Sugiarti Sugiarti; Joni Gusmali; Siti Asriati
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Mitra Manajemen
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v13i2.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang gambaran mengenai tantangan pengembangan jembatan udara di Provinsi Papua. Berdasarkan data yang diperoleh, Provinsi Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah namun sedikit sumber daya manusia. Berbagai potensi yang dimiliki daerah sangat banyak sehingga dapat dijadikan sumber acuan untuk menjadikan jembatan udara di Papua semakin berkembang. Untuk penelitian ini menggunakan teknik analisa data dengan Metode Kualitatif. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh data bahwa Potensi yang dimiliki Provinsi Papua untuk mengembangkan jembatan udara adalah bandara sejumlah 70 (tujuh puluh) termasuk 4 (empat) bandar udara internasional yaitu Bandara Frans Kaisiepo (BIK) di Biak Numfor,  Bandara Sentani (DJJ) di Jayapura, Bandara Mopah (MKQ) di Merauke, dan Bandara Mozes Kilangin Timika (TIM) di Mimika, Papua. Rata-rata kargo berangkat per pesawat dari Biak 140 kg, dari Jayapura 4650 kg, dari Merauke 200 kg, dan dari Timika 930 kg. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar angkutan barang di Papua berpotensi diangkut dengan pesawat udara kargo tanpa awak  (Drone Kargo) dengan ukuran sekali angkut mulai dari sekitar 150 kg. Dengan demikian terdapat tantangan yang perlu segera dihadapi dengan cara mewujudkan sistem transportasi udara  berupa pengembangan jembatan udara di Wilayah papua dengan memasukkan potensi pemakaian Drone Kargo. Kendala yang dihadapi oleh Papua dalam mengembangkan jembatan udara adalah adanya empat akar masalah yang menjadi pemicu terus terjadinya konflik kekerasan di kawasan Papua. Permasalahan pertama adalah marjinalisasi yang terjadi terhadap masyarakat Papua. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan yang dialami masyarakat Papua dalam sisi hubungan daerah dengan pusat. Kedua, terjadinya kegagalan pembangunan yang bisa dilihat dari ketidaksetaraan hasil pembangunan. Ketiga, persoalan status politik Papua. Adapun faktor keempat adalah masalah pelanggaran HAM. Selain itu letak geografis Papua yang diapit oleh pegunungan dan banyak lereng yang terjal sehingga pembangunan sarana infrastruktur terhambat. Sedangkan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah harus adanya upaya perbaikan kerja sama antara Pemerintah Daerah Papua dan Pemerintah Pusat. Saat ini kerja sama sudah terarah lebih baik. Salah satu upaya yang saat ini akan diwujudkan adalah menjadikan Papua sebagai Provinsi yang berkembang dengan menata sistem transportasi udara nasional yang terarah dan berkesinambungan  melalui program pengembangan rute jembatan udara di Papua. Selain itu juga, adanya kerja sama dari dalam negeri dan luar negeri terkait sumber daya alam Papua yang melimpah. Sehingga dengan adanya proyek-proyek tersebut dapat menambah pendapatan daerah dan pendapatan pusat untuk pemerataan dalam pembangunan desa dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
ANALISIS WEIGHT LOAD FACTOR PADA PRODUKSI ANGKUTAN UDARA BERJADWAL DALAM NEGERI PADA BEBERAPA MASKAPAI DI INDONESIA Sugiarti Sugiarti; Joni Gusmali; Muzayyanah Yuliasih
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v13i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata persentase weight load factor muatan yang diangkut dalam produksi angkutan udara berjadwal dalam negeri pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat tujuh belas maskapai yang dianalisis. Muatan diangkut dan dihitung berdasarkan Ton Km Performed yang terdiri dari penumpang, barang kiriman, dan pos. Penghitungan jumlah Ton Km Performed dianalisa dengan Available Ton Km. Hasil penghitungan Ton Km Performed terhadap Available Ton Km akan menghasilkan persentase Weight Load Factor. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan Metode Kuantitatif. Distribusi data yang digunakan adalah rasio. Berdasarkan jenis data tersebut, maka yang dipakai adalah metode statistik parametrik. Metode statistik parametrik ini, menggunakan uji perbandingan (comparation) dengan uji satu pihak /Arah (One Tail-Test).  Berdasarkan hasil analisa, diperoleh hasil bahwa maskapai angkutan udara berjadwal dalam negeri tahun 2016 mempunyai persentase weight load factor rata-rata sebesar 56,06%; tahun 2017  rata-rata sebesar 57,82%; tahun 2018 rata-rata sebesar 56,76%; tahun 2019  rata-rata sebesar 50,41%; dan tahun 2020  rata-rata sebesar 46,47%. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persentase weight load factor pada muatan yang diangkut dalam produksi angkutan udara dalam negeri pada maskapai tersebut pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 belum mencapai persentase yang ideal. Kata kunci : maskapai, ppkm, ton km performed, weight load factor