Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT TO ASSET RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN BUILDING CONSTRUCTION DI BURSA EFEK INDONESIA Andika Arrahman Andika; Sri Murni; Maryam mangantar
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 3 (2023): JE. VOL. 11 No. 3
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v11i3.49219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Return On Asset, Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Building Construction di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 15 perusahaan dari 17 populasi yang ada. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Return On Asset tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Debt to Asset Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan dan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan secara simultan Return On Asset, Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.   Kata Kunci: Return On Asset, Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, nilai perusahaan
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI PADA PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEKTOR PERTAMBANGAN DI BEI PERIODE 2016- 2020 Verensia Gladys Tamahiwu; Maryam Mangantar; Jane G. Poluan
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 4 (2023): JE. VOL. 11 No. 4
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v11i4.52188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pada kinerja perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan yang melakukan aktivitas merger dan akuisisi. Kinerja perusahaan diukur dengan menggunakan rasio keuangan: Laba Bersih Margin (NPM), Return On investasi (ROI), Return On Equity (ROE), Debt Rasio, Perputaran Total Aktiva (TATO), Rasio Lancar (CR) dan Produktif per Saham (EPS). Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini mengambil data dari perusahaan publik yang telah melakukan merger dan akuisisi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengumumkan kegiatannya pada periode 2016-2020, dan dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik digunakan untuk menganalisis data. Wilcoxon signed tes pangkat dan Manova digunakan untuk menjawab hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa studi dalam 7 rasio keuangan, NPM, ROI, ROE, EPS, TATO, CR dan DER. Pada pengakuisisi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan sebelum dan sesudah akuisisi. Tapi perusahaan yang telah bergabung rasio ROI, EPS dan Debt Rasio terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah merger.   Kata kunci: Merger dan Akuisisi, NPM, ROI, ROE, EPS, TATO, CR dan DER
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING LOAN, OPERATING EXPENSES ON OPERATING INCOME, LOAN TO DEPOSIT RATIO TERHADAP FIRM VALUE PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Marcelino Wangarry; Joubert B. Maramis; Maryam Mangantar
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 4 (2023): JE. VOL. 11 No. 4
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v11i4.52377

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis. Populasi penelitian ini terdiri dari 30 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis regresi digunakan untuk memperkirakan bagaimana nilai suatu variabel (variabel tidak bebas, Y) dipengaruhi oleh variabel lain (variabel bebas, X). Hasil penelitian menunjukkan: Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan, sehingga hipotesis pertama (H1) diterima. Hal ini berarti peningkatan CAR dapat meningkatkan nilai perusahaan perbankan. Non Performing Loan (NPL) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan, sehingga hipotesis kedua (H2) ditolak. Ini berarti NPL tidak secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan perbankan.Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan, sehingga hipotesis ketiga (H3) ditolak. BOPO tidak secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan perbankan. Non Performing Loan (NPL) juga tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan, sehingga hipotesis keempat (H4) ditolak. NPL tidak berdampak positif terhadap nilai perusahaan perbankan. Secara bersama-sama, yaitu pengaruh bersama dari Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Loan to Deposit Ratio tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan, sehingga hipotesis kelima (H5) juga ditolak. Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor ini, ketika digabungkan, tidak secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan perbankan. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Operating Expenses On Operating Income, Loan To Deposit Ratio (LDR)
Market Reaction on The Announcement of SRI-KEHATI and FTSE4GBM Indices Lydia Ivana Kumajas; Sri Murni; Maryam Mangantar; Ivonne Stanley Saerang; Joy Elly Tulung
International Journal of Applied Business and International Management Vol 7, No 2 (2022): August 2022
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v7i2.1607

Abstract

This study aims to determine the market reaction to the announcement of additional shares on the SRI-KEHATI and FTSE4Good (F4GBM) Index during the Covid 19 2020 and 2021 periods. The indicator of market reaction is observed through Trading Volume Activity (TVA). The results show that there is a significant TVA around the announcement date on both observed indices, this study uses an event study
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENGUMUMAN TARIF TRUMP UNTUK INDONESIA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS LQ45 Richard Imanuel Sangkoy; Maryam Mangantar; Joy Elly Tulung
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 13 No 1 (2026): JMBI UNSRAT Volume 13 Nomor 1
Publisher : Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v13i1.67048

Abstract

This study aims to analyze the capital market reaction to events before and after the announcement of the 32% US tariff on Indonesia on manufacturing companies listed on the LQ45 index. Market reaction is measured through Abnormal Return and Trading Volume Activity with a quantitative approach using the Event Study method. The sample was determined using purposive sampling, with a sample size of six manufacturing companies listed on the LQ45 index for the period May-July 2025. The testing was conducted using a paired sample t-test and Wilcoxon signed rank test with an observation period of 7 days before and 7 days after the announcement. The results showed that there was no significant difference in abnormal return or trading volume activity before and after the tariff announcement. Thus, the announcement of a 32% tariff by the United States on Indonesia did not cause a significant reaction in the Indonesian capital market
Digital Banking Disclosure dan Profitabilitas: Peran Efisiensi Operasional dan Risiko Kredit Valentino Ezra Muliawan; Maryam Mangantar; Sophia Claudia S. Tulenan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13805

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Digital Banking Disclosure, efisiensi operasional, dan risiko kredit terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA), Digital Banking Disclosure diukur melalui indeks pengungkapan 25 item, efisiensi operasional diproksikan dengan BOPO, dan risiko kredit diproksikan dengan Non-Performing Loan (NPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan data sekunder berbentuk panel dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan periode 2022–2025. Melalui purposive sampling diperoleh 17 perusahaan perbankan dengan 68 observasi. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan Stata 19, meliputi Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier untuk pemilihan model serta uji asumsi klasik. Hasil pemilihan model menunjukkan Fixed Effect Model paling tepat digunakan; karena residual tidak berdistribusi normal serta model mengalami heteroskedastisitas dan autokorelasi, estimasi akhir menggunakan Fixed Effect Model dengan robust standard error yang diklaster berdasarkan bank. Hasil penelitian menunjukkan Digital Banking Disclosure, BOPO, dan NPL secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA (Prob>F = 0,0000), dengan R-squared within sebesar 0,8700. Secara parsial, Digital Banking Disclosure berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ROA (koefisien −0,0140; signifikansi 0,165). BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (koefisien −0,0730; signifikansi 0,000), dan NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (koefisien −0,2990; signifikansi 0,023). Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas perbankan lebih kuat ditentukan oleh efisiensi biaya operasional dan pengelolaan risiko kredit dibandingkan oleh luasnya pengungkapan digital banking, yang lebih mencerminkan transparansi informasi daripada manfaat finansial langsung dari transformasi digital.