Yuli Hartati
Chemistry Education Study Program, Faculty Of Teacher Training And Education, Universitas Mulawarman

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Development of Learning Tools GOAL (Graphic Organizer-Based Argumentation Learning) Model to Improve Students' Argumentation Skills Devi Lestari; Farah Erika; Yuli Hartati
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2022.4.2.12191

Abstract

This study aims to develop a learning tools GOAL model (Graphic Organizer-Based Argumentation Learning). The set of GOAL model is expected to be a chemistry learning tool that can improve students' argumentation skills. This study uses a Research and Development methodology with a 4-D design consisting of Define, Design, Develop and Disseminate. The results showed that: 1) the developed GOAL model tools consisting of lesson plans, LKPD, teaching materials, and assessment instruments with good validity. 2) GOAL model tools are easy to use by teachers and students during the learning process in class, and 3) GOAL model learning tools have high effectiveness in improving students' argumentation skills. These results indicate that the GOAL model can be applied in chemistry learning to improve students' argumentation skills.
Potential of Medicinal Plants in Pampang Village Samarinda As A Chemistry Learning Resource Farah Erika; Anzar Farisda Dhilla; Yuli Hartati; Iis Intan Widyowati; Ayu Dwi Yulianti
Jurnal Paedagogy Vol 11, No 1: Jurnal Paedagogy (January 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i1.6172

Abstract

This research aims to identify the potential of medicinal plants in Pampang Village, Samarinda, East Kalimantan, which can be used as a source of chemistry learning at the junior and senior high school levels. This research used a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects, namely 11 residents of Pampang Village, were determined using purposive sampling. Data analysis used interactive model analysis, and data validity is measured using data triangulation techniques. The results of the research show that there are 20 medicinal plants that the people of Pampang Village widely used and eight medicinal plants have the potential to be used as a source of chemistry learning. These medicinal plants were sambung nyawa, meniran, bajakah, betel, seri, turmeric, coconut, and tamarind eggplant. These plants related to materials separating mixtures, reaction rates, functional groups, lipids, acid and base indicators, electrolyte and non-electrolyte solutions, acids and bases, chemical changes, and redox. Therefore, this can be used as a reference and consideration for chemistry teachers in the learning process. to help students understand chemistry lessons closely related to everyday life.
Perbedaan antara Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan Model Discovery Learning (DL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Zat Aditif di SMP Negeri 2 Samarinda Intan Eti Pratia; Muhammad Amir Masruhim; Yuli Hartati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1680

Abstract

Berpikir kritis ialah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Kemampuan ini membantu siswa untuk berpikir secara logis, serta mampu mengevaluasi berbagai informasi yang mereka terima, khususnya di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan antara model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan model Discovery Learning pada kemampuan berpikir kritis siswa pada materi aditif dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yakni semua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samarinda yang terdiri dari sebelas kelas. Penentuan dilaksanakan dengan teknik cluster random sampling yang tersusun dari dua kelas yakni kelas eksperimen 1 memakai model Discovery learning (DL) dan kelas eksperimen 2 memakai model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Desain penelitian ini memakai post-test only group design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument tes berupa soal uraian (essay) dengan menggunakan 6 indikator berdasarkan Fisher meliputi mengidentifikasi masalah, menyusun alternatif pemecahan masalah, mengumpulkan infomasi relevan, mengungkapkan pendapat, membuat kesimpulan, mengevaluasi argumen. Data dianalisis dengan memakai uji Independent Sample T-test. Hasil analisis menunjukkan jika siswa pada kelas yang menerapkan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) (69,27) mempunyai rata-rata kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas Discovery Learning (59,90). Aktivitas guru dan siswa menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran Discovery learning mencapai 93% dan tingkat keterlibatan dalam pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) mencapai 97%. Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan model Discovery Learning (DL).
Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Calon Guru Kimia Melalui Pembelajaran Mikro Reflektif Farah Erika; Yuli Hartati; Nursilawati; Laras Resti Wahyuni; Fitri Nur Rahmadani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1912

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh calon guru kimia untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru kimia melalui pembelajaran mikro reflektif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Mulawarman. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, jurnal reflektif, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mikro reflektif mampu meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru kimia secara bertahap. Pada siklus pertama, peserta mulai mengenali kelemahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Melalui refleksi, perbaikan dilakukan pada siklus kedua dan ketiga, yang berfokus pada penggunaan metode pembelajaran, manajemen kelas, dan evaluasi pembelajaran. Peningkatan signifikan terlihat pada keterampilan mahasiswa calon guru kimia dalam dua aspek, yaitu keterampilan mengajar dan keterampilan membuat perangkat ajar, setelah melakukan praktik mengajar melalui tiga siklus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mikro reflektif merupakan pendekatan yang efektif untuk mengembangkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru kimia.
Analysis of the Need for Interactive Learning Media Based on Canva Integrated with Wordwall to Increase Student Interest in Learning about Electrolyte and Non-electrolyte Solutions Indah Nuraini; Muflihah Muflihah; Yuli Hartati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i2.38362

Abstract

Students’ low interest in learning about electrolyte and non-electrolyte solutions is caused by the abstract nature of the concepts and the limited use of interactive learning media. This study aims to analyze students’ needs regarding the development of interactive learning media based on Canva integrated with Wordwall to enhance learning interest. The study employed a quantitative descriptive design with a sample of 42 twelfth-grade students and one chemistry teacher at SMA Negeri 9 Samarinda, selected through purposive sampling. Data were collected via questionnaires and interviews, then analyzed using descriptive percentage statistics. The results showed that all 21 questionnaire items were valid with very high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.939). A total of 84.52% of students needed media capable of visualizing concepts, 80.95% possessed technological readiness, and 76.17% were ready to use interactive media. The findings also indicate a correlation between learning interest, the use of learning media, and the need for interactive media, where media limitations impact suboptimal student engagement. Interview results reinforce the need for media featuring visualization, video, and gamification. Thus, the development of Canva-based media integrated with Wordwall is deemed relevant for enhancing learning interest and student engagement.