Karlina Karlina
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Praja Tanah Grogot

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA UNTUK KINERJA PEGAWAI Nuriyah Nuriyah; Karlina Karlina
JURNAL ECONOMINA Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL ECONOMINA, September 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.789 KB) | DOI: 10.55681/economina.v1i1.39

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah berupa penelitian survei dengan objek penelitian ini dilakukan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser yang berjumlah 297 orang, maka yang diambil menjadi sampel penelitian dengan menggunakan perhitungan sampel sebanyak 20% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 59 orang, metode statistik yang digunakan adalah regresi liniear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik secara simultan motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai sebesar nilai RSquare 0,635 atau 63,5%., artinya persentase sumbangan pengaruh variabel-variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) sebesar 63,5%. Sedangkan sisanya sebesar 33,5% (100%-63,5%) ditentukan oleh variabel yang tidak disertakan di dalam penelitian ini. Hasil pengujian yang dilakukan di atas, dapat diketahui bahwa secara simultan, ada pengaruh signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser. Hal ini terbukti pada uji F pada tingkat ɑ = 0,05. dan setelah diuji secara individual, bahwa semua variabel bebas memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser. Dan yang berpengaruh dominan adalah motivasi, hal ini dikarenakan dengan adanya motivasi maka setiap pegawai akan melakukan pekerjaannya dengan baik. Dengan demikian penelitian ini membuktikan pentingnya pemenuhan motivasi dalam meningkatkan kinerja pegawai. Peningkatan kinerja pegawai perlu dilakukan dengan antisipasi terhadap perubahan yang tiba-tiba dalam proses pengelolaan organisasi, dan mengoreksi kelemahan-kelemahan yang timbul.
PENGARUH PENGAWASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN PASIR BELENGKONG KABUPATEN PASER Istiqomah Istiqomah; Karlina Karlina; Suhendra Pahri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jimeb.v2i1.549

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawasan kerja terhadap kinerja pegawai, dan mengetahui variabel yang dominan terhadap variabel kinerja pegawai. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada Kantor Kecamatan Pasir Belengkong Kabupaten Paser. Seluruh responden berjumlah 49 orang responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan dimana Y = 1,268 + 0,151 X1 + 0,065 X2 + 0,614 X3 - 0,203X4. Dapat diartikan bahwa setiap perubahan variabel Penetapan standar kerja (X1), Pengukuran hasil kerja (X2), Tindakan koreksi/perbaikan (X3), dan Umpan balik (X4), berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y), jika variabel X atau bebas ditingkatkan satu satuan, maka variabel Y atau tidak bebas akan meningkat satu satuan. Berdasarkan penelitian ini diketahui nilai Koefisien Korelasi atau R sebesar 0,721 atau 72,1%, ini berarti tedapat hubungan yang kuat dari variabel pengawasan kerja (X) terhadap variabel kinerja pegawai (Y), sedangkan koefisien Determinasi sebesar 0,519 atau 51,9% artinya variabel kinerja pegawai (Y) dijelaskan oleh variabel pengawasan kerja (X) tang terdiri dari Penetapan standar kerja (X1), Pengukuran hasil kerja (X2), Tindakan koreksi/perbaikan (X3), dan Umpan balik (X4) sebesar 0,519 atau 51,9% sedangkan sisanya sebesar 49,1% dijelaskan oleh variabel lainnya yaitu disiplin dan motivasi kerja. Nilai F hitung sebesar 11,890 sedangkan F tabel sebesar 2,58 maka F hitung > F tabel atau 11,890 > 2,58. Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Secara simultan variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Diketahui bahwa nilai t hitung tertinggi adalah variabel Tindakan Koreksi/Perbaikan (X3) yaitu sebesar 4,656, sedangkan signifikansi t tabel α = 5% dimana dengan perbandingan 0,000 < 0,05 , maka variabel Tindakan Koreksi/Perbaikan (X3) memiliki pegaruh dominan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor kecamatan Pasir Belengkong Kabupaten Paser.
Performance Management Systems in Healthcare Organizations: A Systematic Review of Impact on Staff Motivation and Patient Care Ainun Ainun; Karlina Karlina; Ferawati Ferawati
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 5 No. 1 (2025): : Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v5i3.6718

Abstract

Performance management systems (PMS) play a critical role in healthcare organizations by influencing staff motivation and patient care quality. This systematic review examines recent literature from 2023-2024 to assess the impact of performance management systems on healthcare staff motivation and patient outcomes. A comprehensive search of academic databases identified 42 relevant studies focusing on various performance management frameworks including Balanced Scorecard, continuous feedback systems, and goal-setting approaches. The findings reveal that effective performance management systems positively influence staff motivation through three key mechanisms: satisfaction of psychological needs (autonomy, competence, and relatedness), provision of timely feedback, and alignment of individual and organizational goals. Evidence demonstrates that well-designed PMS incorporating Self-Determination Theory principles enhance autonomous motivation, work engagement, and job satisfaction while reducing burnout and turnover. Furthermore, performance management systems that emphasize continuous feedback, development-focused approaches, and recognition programs show significant positive associations with patient care quality, safety outcomes, and organizational performance. However, the review also identifies challenges including over-reliance on metrics, resistance to change, and potential for dysfunctional behaviors when systems are perceived as controlling rather than enabling. The study concludes that healthcare organizations should adopt enabling approaches to performance management that balance accountability with professional autonomy, integrate formative feedback mechanisms, and align performance measures with organizational values and strategic objectives. Future research should focus on longitudinal studies examining causal relationships and implementation strategies for sustaining effective performance management systems.