Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CHEMISTRY DOMINO (CHEMINO) CARD PADA MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR Fithri Anggraini; Rachmat Sahputra; Husna Amalya Melati; Hairida Hairida; Masriani Masriani
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.278 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran chemistry domino card (chemino card) dan menentukan kelayakan media tersebut berdasarkan penilaian para ahli dan respon guru. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, & Evaluation). Kelayakan media ini dilihat dari lembar penilaian kelayakan materi, bahasa, dan media serta angket respon guru. Kelayakan media divalidasi oleh sembilan ahli yang masing-masing terdiri dari tiga ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Hasil penelitian uji kelayakan materi, bahasa, dan media secara berturut-turut diperoleh rata-rata persentase sebesar 97%, 94%, dan 93% yang menunjukkan bahwa media pembelajaran Chemino Card sangat layak untuk digunakan. Subjek dari penelitian ini adalah media chemino card pada materi sistem periodik unsur yang akan diuji cobakan kepada empat orang responden untuk mengisi angket respon guru, yaitu guru kimia dari sekolah yang berbeda-beda. Hasil penelitian angket respon guru diperoleh rata-rata persentase sebesar 90% yang menunjukkan bahwa media Chemino Card sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan respon guru, media Chemino Card layak dan siap digunakan sebagai media pembelajaran untuk pendukung proses pembelajaran kimia pada materi sistem periodik unsur.
Hubungan Antara Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Kimia Kelas X MIPA di SMA Negeri 6 Pontianak Valentina Winda Permata; Rachmat Sahputra; Erlina Erlina*; Rody Putra Sartika; Rahmat Rasmawan
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 6, No 4 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v6i4.27418

Abstract

Students' lack of independent learning results in low learning outcomes. This study is intended to determine the relationship between learning independence and chemistry learning outcomes for students in class X MIPA SMA Negeri 6 Pontianak. The subjects of this study were students in class X MIPA for the 2021/2022 academic year, totalling 130 persons. The research methodology used for this research is described using a correlational approach. The results of the chemistry studies are derived from the results of the final examination for the same semester 2021/2022. The data collection technique used is indirect communication in the form of questionnaires and literature reviews in the form of student learning results in chemistry subjects. The results showed that the average percentage of learning independence was 65% which were included in the medium category, while the average learning outcome was 62 which was included in the low category. The results of the Spearman rank test between learning independence and chemistry learning outcomes obtained a correlation coefficient of 0.079 which means that there is a positive, but very low relationship between learning independence variables and learning outcomes, the significance value obtained is 0.372 0.05, which means that there is no significant relationship significant relationship between independent learning with chemistry learning outcomes
Ecoprint Training as an Innovative Environment-Based Chemistry Learning Program for Students of SMAN 13 Pontianak Rody Putra Sartika; Masriani Masriani; Rini Muharini; Rachmat Sahputra; Lukman Hadi; Aldi Tobing; Muhammad Rafif; Medardus Josua Petrus Tosang; Adila Bilqis
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9606

Abstract

Chemistry learning in secondary schools is still predominantly theoretical, limiting students' opportunities to connect scientific concepts with contextual and environment-based learning experiences. As a result, the use of the surrounding environment as a learning resource, as well as the development of creativity, environmental awareness, and twenty-first-century skills, has not been fully optimized. This community service program aimed to implement ecoprint training as an innovative approach to environment-based chemistry learning and to evaluate its impact on students' knowledge and skills, environmental awareness, creativity and critical thinking, green entrepreneurship, and collaborative learning. The program involved 171 tenth-grade students of SMAN 13 Pontianak and employed a hands-on training approach consisting of instructional sessions, ecoprint practice using locally available natural materials, reflective discussions, and post-activity evaluation using a five-point Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using descriptive quantitative methods based on the mean scores of each evaluation aspect. The results indicated that all assessed aspects achieved good to very good categories, including knowledge and skills (3.75), environmental awareness (4.14), creativity and critical thinking (3.96), green entrepreneurship (3.91), and collaborative learning and partnership (4.04). In addition, the program produced dozens of naturally dyed ecoprint works collaboratively created by the participants as tangible outcomes of practice-based learning. These findings demonstrate that ecoprint training not only enhances students' understanding of chemistry concepts through experiential learning but also strengthens environmental literacy, creativity, collaboration, and awareness of sustainable entrepreneurship. This program offers an innovative environment-based chemistry learning approach that integrates scientific concepts, local natural resources, and sustainability values, providing a replicable model to support the implementation of Education for Sustainable Development (ESD) in schools.Pelatihan Ecoprint sebagai Inovasi Pembelajaran Kimia Berbasis Lingkungan bagi Siswa SMAN 13 PontianakABSTRAKPembelajaran kimia di sekolah menengah masih didominasi oleh pendekatan teoretis sehingga belum sepenuhnya menghubungkan konsep sains dengan pengalaman belajar yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Kondisi ini menyebabkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar serta pengembangan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan keterampilan abad ke-21 belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pelatihan ecoprint sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran kimia berbasis lingkungan serta mengevaluasi dampaknya terhadap pengetahuan dan keterampilan, kesadaran lingkungan, kreativitas dan berpikir kritis, green entrepreneurship, serta pembelajaran kolaboratif siswa. Kegiatan melibatkan 171 siswa kelas X SMAN 13 Pontianak melalui pendekatan hands-on training yang dipadukan dengan penyampaian materi, praktik pembuatan ecoprint menggunakan bahan alami lokal, diskusi reflektif, dan evaluasi menggunakan angket skala Likert lima tingkat. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata setiap aspek penilaian. Hasil menunjukkan bahwa seluruh aspek berada pada kategori baik hingga sangat baik, yaitu pengetahuan dan keterampilan (3,75), kesadaran lingkungan (4,14), kreativitas dan berpikir kritis (3,96), green entrepreneurship (3,91), serta kemitraan dan pembelajaran kolaboratif (4,04). Kegiatan juga menghasilkan puluhan karya ecoprint berbahan alami sebagai luaran pembelajaran berbasis praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa ecoprint efektif sebagai pendekatan pembelajaran kimia berbasis lingkungan yang mengintegrasikan konsep sains, pemanfaatan sumber daya lokal, dan nilai keberlanjutan, serta berpotensi direplikasi untuk mendukung implementasi Education for Sustainable Development (ESD).Kata Kunci :Ecoprint; Pembelajaran Berbasis Lingkungan; Pendidikan Kimia; Pengabdian Masyarakat