Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Protokol Pencegahan COVID-19 Pada Mahasiswa Prodi D III Keperawatan Nabire Ester Ester; Abraham Marai
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.121 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.10

Abstract

Latar Belakang: WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dunia. Masih terdapat mahasiswa Prodi D III Keperawatan Nabire yang tidak patuh dalam menerapkan protokol pencegahan covid 19 . Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik protokol pencegahan Covid-19 pada mahasiswa Prodi D III Keperawatan Nabire. Metode: Penelitian dengan desain crossectional kepada 56 mahasiswa Prodi D III Keperawatan Nabire pada bulan Juni 2021. Tehnik pengambilan sampel dengan Purposive sampling Waktu penelitian Bulan Juni 2021 dan analisis data dengan chi square. Hasil: tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan praktik protokol pencegahan covid-19 (p-value 0.603), ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik protokol pencegahan covid-19 (p-value 0.022), ada hubungan antara sikap dengan praktik protokol pencegahan covid-19 (p-value 0.003).Kesimpulan: pengetahuan dan sikap berhubungan dengan praktik pencegahan covid 19 Background: WHO has designated COVID-19 as a world pandemic. There are still students of Prodi D III Nursing Nabire who do not comply with implementing the covid 19 prevention protocol. Objective: To find out the factors that affect the practice of the Covid-19 prevention protocol in students of Prodi D III Nursing Nabire. Method: Research with crossectional design to 56 students of Prodi D III Nursing Nabire in June 2021. Sampling technique with Purposive sampling June 2021 research time and data analysis with chi-square. Results: there was no relationship between sex and covid-19 prevention protocol practices (p-value 0.603), there was a relationship between knowledge and the practice of covid-19 prevention protocols (p-value 0.022), there was a relationship between attitudes and practices of covid-19 prevention protocols (p-value 0.003).Conclusion: knowledge and attitudes related to covid 19 prevention practices.
Analysis of Nutritional Status in Toddlers and Malaria Incidence Christina Tien Popang; Yuni Subhi Isnaini; Mulyanti Mulyanti; Ester Ester
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4826

Abstract

Poor nutritional status in toddlers and the high incidence of malaria are two major health issues that continue to be significant challenges in Indonesia, particularly in tropical regions such as Papua. Children's health is heavily influenced by these two factors, where malnutrition can weaken the immune system, making them more vulnerable to infectious diseases like malaria. Toddlers with poor nutritional status, such as stunting and undernutrition, are more likely to contract malaria, which in turn worsens their health condition and can lead to various long-term complications. This study aims to explore the relationship between the nutritional status of toddlers and malaria incidence at Kimi Health Center in Nabire Regency in 2024. Using a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design, The population of this study consists of 804 toddlers at Kimi Health Center, with 118 samples selected using purposive sampling. The instrument used in this study is a standardized questionnaire, which includes questions about the respondents' characteristics and factual information regarding their condition, as well as the results of laboratory malaria tests with positive results, the study will analyze data using the Kendall Tau test. The findings highlight that poor nutritional status, including conditions like Protein-Energy Malnutrition (PEM), increases the risk and severity of malaria, impairing the immune response and exacerbating complications such as anemia. Conversely, excess nutrition, such as obesity, can also compromise immunity, increasing malaria risk. Nutrient deficiencies, such as in iron, vitamin A, and zinc, further affect immune function and vulnerability to malaria. Improving nutritional status is crucial for reducing the risk and impact of malaria, particularly in endemic areas like Nabire.
Kerangka Kerja Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemberantasan Malaria di Daerah Terpencil Sukatemin Sukatemin; Ester Ester; Ardiansa Ardiansa; Novi Lasmadasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini upaya untuk eliminasi malaria telah dilaksanakan oleh berbagai lembaga, namun belum menunjukkan keberhasilan yang berarti. Hal ini terlihat dari Annual Parasite Index (API) di daerah terpencil Papua masih tinggi mencapai 12,9‰ (endemis), jauh dari daerah yang sudah mencapai angka 2,9‰. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan Upaya pemberdayaan masyarakat memaksimalkan peran kader malaria dalam upaya penemuan kasus, memfasilitasi pasien untuk mendapatkan pengobatan dari nakes dan pengawasan selama pengobatan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah pelatihan dan pendampingan kader. Kegiatan pemberdayaan ini terdiri dari kelompok sasaran intervensi dan kontrol berasal dari daerah terpencil yang endemis malaria yang berjumlah 88 orang. Kelompok sasaran intervensi 40 orang dari kecamatan Teluk Kimi dan kelompok kontrol 48 orang dari kecamatan Yaro. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan dengan 2 tahapan, yaitu penyegaran melalui Forum Group Disscusion (FGD) dan tutorial skrining menggunakan Rapied Diagnosis Test (RDT) malaria, rujukan ke puskesmas dan pengawasan minum obat malaria. Hasil pemberdayaan menunjukkan dimana di wilayah kelompok sasaran intervensi berhasil mampu melakukan skrining sebanyak 562 orang  dengan terdiagnosis malaria 12 kasus, sedangkan di wilayah sasaran kelompok kontrol jumlah yang diskrining sebanyak 32 orang dan terdiagnosis malaria sebanyak 1 kasus.   Kata Kunci: masyarakat, pengendalian, malaria