Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYUSUTAN ASET TETAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE GARIS LURUS PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANDUNG Mutia Hanifah Nurul Aida; Abdal Abdal; Jaliludin Muslim
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 2 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i2.7697

Abstract

Penyusutan aset tetap merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, karena untuk memberikan nilai wajar aset tetap sesuai dengan umur ekonomisnya dalam Laporan Keuangan Pemerintah. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung telah melakukan penyusutan aset tetap. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana penerapan dan perhitungan aset tetap pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung telah terealisasi secara efektif dan tepat guna, serta apa saja kendalanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif verifikatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan aset tetap pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung berpedoman pada Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2015 dan memenuhi empat syarat dalam menerapkan penyusutan, yaitu nilai perolehan, nilai sisa, umur ekonomis, dan pola penggunaan. Namun masih terdapat permasalahan yang perlu diperbaiki yaitu penggunaan metode garis lurus yang dirasa kurang efektif sehingga metode saldo menurun ganda lebih baik digunakan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung, karena dari hasil perhitungan aset tersebut biasanya efektif dan maksimal digunakan pada tahun-tahun awal, maka jika pada tahun-tahun berikutnya keadaan aset tetap menurun, dapat diambil tindakan yang tepat untuk memperbaikinya.
PENERAPAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELESTARIAN BUDAYA DI DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI DKI JAKARTA Muhammad Yusuf Sulaeman; Abdal Abdal; Engkus Engkus
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 6: Nopember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i6.2130

Abstract

Terjadi penurunan pelestarian kebudayaan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, sehingga stakeholder yang seharusnya terlibat dalam pelestarian kebudayaan juga menerima dampaknya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan collaborative governance yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama stakeholder lainnya diluar unsur pemerintah dalam pelestarian kebudayaan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses collaborative governance di dinas kebudayaan dki jakarta sudah cukup baik dengan selalu melibatkan stakeholder di setiap kegiatan maupun pertunjukkan seni budaya betawi. Namun dalam proses collaborative governance dilakukan masih belum cukup baik, dengan masih kurangnya komunikasi atau diskusi yang rutin dilakukan oleh dinas kebudayaan dki jakarta bersama stakeholder di luar unsur pemerintah. serta efek pandemi covid-19 yang terjadi menyebabkan banyak kegiatan pelestarian kebudayaan betawi terhenti dan tidak adanya anggaran yang memadai dari pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan pelestarian seni budaya bersama stakeholder lainnya.
IMPLEMENTASI E-BUDGETING DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERBUKAAN INFORMASI KEUANGAN DISEKTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN BANDUNG Fanesya Islami Zahra; Syifa Shafira; Abdal Abdal
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10806

Abstract

The implementation of e-Budgeting in Bandung Regency has had a significant positive impact on improving transparency, accountability, and the effectiveness of local financial management. This digital system allows the public to easily access budget information through official government platforms, thereby strengthening the oversight role of both the public and formal institutions. Additionally, data integration within e-Budgeting improves the accuracy of budget preparation, accelerates synchronization among local government agencies, and supports the implementation of audit trails as internal control mechanisms. From a good governance perspective, e-Budgeting serves as a crucial foundation for strengthening performance-based governance that is more open and responsive. Nevertheless, challenges such as low digital literacy among government officials, limited IT infrastructure, and the public’s limited understanding of budget information remain obstacles that must be addressed. Efforts to enhance human resource capacity and improve technological support are key to optimizing the system in the future. Overall, the implementation of e-Budgeting in Bandung Regency has brought about a transformation in budget management toward a system that is more transparent, efficient, and integrity-driven.