Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Kepemimpinan Transformatif Bagi Perpustakaan Perguruan Tinggi Sari, Kristina
Pustakaloka Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v7i1.185

Abstract

The  globalization  era  has  given  a  consequence  of massive changes  in  people’s  life  including  the  university  organization.  The increasing of information technology and the rapid fow of information make  the  university  library  as  an  information  center  and  knowledge undergoes  various  changes  in  the  role  and  functions.  At  such circumstances, the role of the leadership of the university library should have a clear vision for the challenges that occur. The quality of a leader in the process of ongoing changes should have a future-oriented. Libraries as a nonproft organization cannot avoid the changes, the presence of the development of information technology is a major external impact will change  the  elements  of  the  organization’s  library. Each  organization has  diferent  targets  to meet  the  needs  and  the  dominant  factor  that encourage the changes.
Pelatihan Regulasi Emosi sebagai Upaya Mengurangi Pembelian Impulsif pada Dewasa Awal Sari, Maya Novita; Albarkah, Nadila Rusuk; Aulia Fadhila, Laili Salsabila; Sari, Kristina; Prasetyaningtyas, Kinanthi Restu; Renanita, Theda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7567

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan kecenderungan pembelian impulsif pada dewasa awal melalui peningkatan kemampuan regulasi emosi berbasis pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan mindfulness. Sasaran kegiatan adalah anggota Karang Taruna RW 21 Kelurahan Gilingan, Surakarta, yang rentan terhadap pembelian impulsif akibat tekanan emosional dan pengaruh media digital. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dalam dua minggu dengan desain one group pretest-posttest. Intervensi mencakup psikoedukasi, latihan deep breathing, grounding 5-4-3-2-1, journaling emosi, delay buying 24 jam, dan positive self-talk. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor regulasi emosi dan penurunan kecenderungan pembelian impulsif meskipun belum signifikan secara statistik. Evaluasi peserta menunjukkan tingkat kepuasan tinggi (rata-rata 93%) dan peningkatan kesadaran terhadap hubungan antara emosi dan perilaku belanja. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan regulasi emosi dapat menjadi langkah preventif sebagai upaya mengurangi kecenderungan pembelian impulsif pada dewasa awal di era digital.