Dzikri Wahyudi
Politeknik Kelautan Dan Perikanan Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUATION OF THE VALUE OF AMMONIA, NITRATE, AND NITRITE ON CULTIVATION MEDIA OF CATFISH FED MAGGOT Larasati Putri Hapsari; Asep Suryana; Moch Nurhudah; Dzikri Wahyudi; Taufik Hadi Ramli
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrtbp.v10i1.p15-

Abstract

Water quality is a limiting factor of life for aquatic biota, especially biota that lives in a pond. Therefore, water quality management is very necessary so that cultivation activities, especially ponds can continue and do not cause negative impacts on the surrounding environment. Various factors can decrease the water quality of aquaculture ponds one of which is from the remnants of feed and fish manure. Feed is one of the contributors to the dissolved organic matter in the cultivation pond. Maggot or black shoulder fly larvae are one of the alternatives that can be used as fish feed. Maggot has a high animal protein content of 30-45%, so it is very effective to be used as an alternative to additional feed in fish farming. The purpose of this research is to find out the difference in pond water quality between ponds by using maggot and pond feed by using pellet feed. The data taken in this study is primary data using the Complete Randomized Design (RAL) method with 3 treatments and 3 replays in each treatment. These treatments include Full Maggot Control (MU), 50% pellet, and 50% maggot (PU). Data obtained include; ammonia. Nitrites, and nitrates. The results showed that the average final value of ammonia, nitrite, and nitrates respectively treatment is KU ( 0.22 mg / L, 0.44 mg/L, 3.667 mg/L), PU (0.022 mg/L, 0.042 mg/L, 3.433 mg/L), MU (0.046 mg/L, 0.028 mg/L, 2.653 mg/L). The results illustrate the conclusion that the provision of maggots as an alternative and additional feed can improve the quality of aquaculture water.
PRODUKTIVITAS BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SUPER INTENSIF DI BAK TERPAL BUNDAR DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA Dzikri Wahyudi; Anggoro Prihutomo; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.412

Abstract

Tren permintaan pasar terhadap udang vaname saat ini terus meningkat, namun permasalahan serangan patogen dan lingkungan yang buruk menyebabkan terjadinya kegagalan produksi udang vaname. Permasalahan ini perlu diimbangi dengan teknologi yang mampu mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu yang dapat dilakukan adalah penggunaan bak terpal sebagai sarana budidaya yang dapat dilakukan secara intensif, efisien, dan dapat meminimalisasi penggunaan lahan dan sumberdaya, serta penerapan biosekuriti yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas budidaya udang vaname super intensif di bak terpal bundar berkapasitas 28 m3 dengan padat tebar 300 ekor/m3 dan 400 ekor/m3 yang dipadukan dengan panen parsial. Masing-masing padat tebar diulang sebanyak 6 kali. Pemeliharaan dilakukan selama 110 hari dimana panen parsial dilakukan pada hari ke-66 dan hari ke-80. Parameter yang diuji meliputi sintasan, laju pertumbuhan spesifik harian, produktivitas budidaya udang dan FCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang diuji tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada sintasan (p > 0,05), namun berbeda nyata pada laju pertumbuhan spesifik harian, produktivitas budidaya udang dan FCR (p < 0,05). Penerapan budidaya udang vaname super intensif dengan padat tebar 400 ekor/m3 mampu meningkatkan produksi sebesar 18,47% dibandingkan dengan padat tebar 300 ekor/m3, dengan nilai rata-rata sintasan sebesar 89,72%, produktivitas sebesar 5,58 kg/m3, dan FCR sebesar 1,48. Padat tebar 400 ekor/m3 dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada budidaya udang vaname dan kajian produksi budidaya udang vaname dengan padat tebar di atas 400 ekor/m3 perlu dilakukan.