Putri Rahayu S
Institut Daarul Qur'an Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis kesulitan siswa menyelesaikan soal aljabar berdasarkan klasifikasi taksonomi SOLO Putri Rahayu S; Desi Setiyadi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pythagoras.v12i2.5457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan kesulitan yang dihadapi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan klasifikasi taksonomi SOLO pada sekolah yang telah dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian saat ini adalah penelitian survei yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di wilayah Kabupaten Tangerang dengan sampel sebanyak 12 sekolah yang terdiri dari 2 sekolah dengan kategori tinggi, 5 sekolah dengan kategori sedang, dan lima sekolah dengan kategori rendah. Metode penelitian dilakukan dengan menganalisis tes tertulis siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan menyelesaikan soal aljabar berdasarkan klasifikasi taksonomi SOLO pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Tangerang berada pada kriteria sedang. Berdasarkan jenis kesulitannya menerapkan operasi aritmatika berada pada kriteria sedang kesulitan memahami arti variabel berada pada kriteria sedang, kesulitan memahami ekspresi aljabar berada pada kriteria sedang kesulitan dalam memahami perbedaan makna tanda sama dengan berada pada kriteria rendah dan kesulitan matematisasi berada pada kriteria sedang. Sedangkan berdasarkan level taksonomi SOLO kesulitan tertinggi berada pada level extended abstract berada pada kriteria sedang. Selain itu banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal aljabar dengan jenis kesulitan memahami ekspresi aljabar merupakan kesulitan tertinggi.
Layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan self-confidence siswa Amira Rahma; Nur Azmi Wiantina; Putri Rahayu S
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya self-confidence pada siswa kelas VII SMP terlihat dari sikap pasif dalam pembelajaran, keraguan menyampaikan pendapat, rasa takut melakukan kesalahan, serta kurangnya keberanian berinteraksi di lingkungan sekolah. Selama ini, penelitian mengenai layanan bimbingan kelompok lebih banyak berfokus pada hasil akhir, sedangkan pengalaman siswa dan dinamika interaksi selama layanan berlangsung masih belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Self-Confidence Siswa Kelas VII SMP Plus Al-Amin.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas enam siswa kelas VII yang memiliki self confidence rendah, guru BK, dan wali kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pengamatan berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan self-confidence siswa berlangsung secara bertahap melalui pengalaman sosial dan emosional dalam dinamika kelompok. Pada awal layanan, siswa menunjukkan rasa malu, takut dinilai negatif, dan kurang percaya terhadap kemampuan dirinya. Namun, melalui kegiatan berbagi pengalaman, diskusi, permainan kelompok, serta dukungan dari teman sebaya dan guru BK, siswa mulai merasa lebih diterima, dihargai, dan berani mengekspresikan diri. Dalam perspektif behavioristik B. F. Skinner, interaksi kelompok dan dukungan sosial menjadi stimulus yang memunculkan keberanian siswa, sedangkan reinforcement dalam bentuk pujian, apresiasi, dan respons positif dimaknai sebagai bentuk penerimaan sosial yang membantu siswa membangun keyakinan terhadap dirinya. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan self-confidence tidak terbentuk secara instan, tetapi berkembang melalui keterlibatan aktif dan pengalaman subjektif siswa selama proses layanan berlangsung.