Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHAN IBU TENTANG VAKSIN PNEUMOKOKUS CONYUGASI PADA BALITA USIA 2-12 BULAN DI DESA CIRANGRANG LEBAK TAHUN 2024 Widya Putri Solihat; Aminah Aminah; Lisnawati Yupartini
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.25847

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang alveoli pada paru-paru. Vaksin Pneumokokus Conyugasi (VPC)  diberikan secara rutin dan diberikan pada balita usia 2 (Dua) bulan, 3 (Tiga) bulan, dan vaksinasi tambahan pada balita usia 12 (Dua belas) bulan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengeruh edukasi terhadap pengetahuan Ibu mengenai vaksin Pneumokokus Conyugasi (VPC) di Desa Cirangrang, Lebak. Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sebanyak 35 orang. Jumlah populasi dalam penelitian ini menggunakan (Cluster Sampling) yaitu pengambilan responden secara acak. sehingga metode pengambilan sampelnya adalah teknik total sampling. Analisa data dalam penelitian ini, menggunakan Chi Square.  Hasil: Penelitian ini, didapatkan nilai p value 0.008<0,05 signifikan. Kesimpulan: Penelitian ini bahwa ada hubungan pengaruh edukasi dengan pengetahuan ibu di Desa Cirangrang, Lebak, Banten Saran: Diperlukan untuk memperbanyak edukasi kesehatan terutama kepada ibu yang mempunyai balita Di Wilayah Kec. Muncang. Lebak, Banten.Kata kunci: Vaksin Pneumokokus Conyugasi (PCV), Pneumonia, Pengetahuan, Edukasi kesehatan.
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN MONITORING INTAKE DAN OUTPUT UNTUK MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG aminah aminah; Eli Amaliyah; Sri Indah Damayanti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.23174

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir yang bersifat progresif dan irreversible dimana kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap yang dapat mengakibatkan tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elekrolit sehingga terjadi uremia yang dapat mengakibatkan hal serius seperti kematian. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik dalam mencegah risiko ketidak seimbangan cairan. Asuhan keperawatan pada studi Kasus ini meliputi, pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan sampel dua orang pasien gagal ginjal kronik. Hasil laporan kasus ditemukan data pada pasien Ny.H dan Ny.A dengan keluhan yang berbeda Ny.H mengatakan bengkak pada kedua tangan dan kaki sedangkan Ny.A mengatakan mual pada saat makan dan minum.  Intervensi yang dilakukan adalah pemantauan intake dan output pada pasien, setelah dilakukan implementasi selama 4 hari masalah resiko ketidak seimbangan cairan dapat teratasi.Kata Kunci : Asuhan keperawatan gagal ginjal kronik, risiko tidak seimbangan cairan,   menghitung intake output cairan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WUS TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVICE (IUD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALARAJA KABUPATEN TANGERANG BANTEN TAHUN 2025 Hana Fania Handayani; Aminah Aminah; Ike Puspasari Ayu
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34591

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Berdasarkan badan pusat statistik mengatakan tahun 2022, total penduduk Provinsi Banten diperkirakan mencapai 12.431,39 orang. Melihat data dari BPS tersebut, dari tahun 2022 hingga 2024, ada kenaikan jumlahpenduduk di Provinsi Banten setiap tahunnya. penggunaan metode kontrasepsi merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengatur jumlah penduduk. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, seperti Intrauterine Device (IUD), dianggap lebih efektif dalam mencegah kehamilan. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 107 responden diambil menggunakan rumus Slovin dari populasi WUS di wilayah kerja Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2025. analisis uji statistik menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) versi 21.0. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 107 responden, hanya 5 orang (55,6%) dengan pengetahuan baik yang menggunakan IUD, sementara 21 orang (21,1%) dengan pengetahuan baik tidak menggunakan IUD. Tidak ada responden dengan pengetahuan kurang yang menggunakan IUD, dan 42 orang (42,2%) dari kelompok ini tidak menggunakan IUD. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan WUS dengan penggunaan IUD P-value = 0,018 (p > 0,005). Kesimpulan : hasil penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara hubungan terhadap penggunaan alat kontrasepsi intra uterin device (IUD).Kata Kunci :Pengetahuan, Penggunaan Alat Kontrasepsi Intra Uteri Device (IUD) ABSTRACTBackground : Based on the central statistics agency, in 2022, the total population of Banten Province is estimated to reach 12,431.39 people. Looking at the data from BPS, from 2022 to 2024, there has been an increase in the population in Banten Province every year. The use of contraceptive methods is an action aimed at regulating the population. Long-Term Contraceptive Methods, such as Intrauterine Devices (IUDs), are considered more effective in preventing pregnancy. Purpose: This study was to determine the relationship between the level of knowledge of women of childbearing age (WUS) and the use of IUD contraception. Method: This study used a quantitative type with a cross-sectional design. A sample of 107 respondents was taken using the Slovin formula from the WUS population in the Balaraja Health Center work area, Tangerang Regency, Banten, in 2025. Statistical test analysis using SPSS (Statistical Program for Social Science) version 21.0. Results: The study showed that out of 107 respondents, only 5 people (55.6%) with good knowledge used IUDs, while 21 people (21.1%) with good knowledge did not use IUDs. There were no respondents with poor knowledge who used IUDs, and 42 people (42.2%) from this group did not use IUDs. Statistical tests showed a significant relationship between the level of knowledge of WUS and the use of IUDs P-value = 0.018 (p> 0.005). Conclusion: The results of this study showed a significant relationship between the relationship to the use of intrauterine devices (IUDs). Key Words : IUD Convervation Tool, Level Of Knowledge
HUBUNGAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS SINGANDARU TAHUN 2023 Ganang Arya Muhammad; Aminah Aminah; Lisnawati Yupartini
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28419

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pemberian ASI Eksklusif sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan ibu. Melalui edukasi adalah upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui, terutama terkait ASI Eksklusif dapat mengurangi risiko balita gizi buruk. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara edukasi dengan pengetahuan ibu hamil terhadap ASI Eksklusif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen One Group Pre-test Post-test Design. Studi dilakukan di Puskesmas Singandaru tahun 2023 dengan responden ibu hamil sebanyak 30 responden. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei menggunakan purposive random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengolahaan SPSS 21 dengan uji chi-square dengan p-value < 0.05. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara usia dan pengetahuan sebelum (p-value 0.032), dan sesudah edukasi (p-value 0.295) tidak terdapat hubungan signifikan. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan dan pengetahuan sebelum (p-value 0.601) dan sesudah edukasi (p-value 0.633). Setelah edukasi, tingkat pengetahuan ibu hamil meningkat dari 54.5% cukup baik menjadi 72.7% baik. Kesimpulan: Edukasi tentang ASI Eksklusif berhubungan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Singandaru.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Bayi, Edukasi, Pengetahuan Ibu Hamil