Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan gaya belajar dengan prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2016 Phoenix Hong; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3840

Abstract

Berdasarkan salah satu penelitian di empat Universitas Negeri di Malaysia, faktor kognitif telah menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Dengan melakukan pengembangan faktor kognitif, prestasi akademik cenderung akan meningkat. Gaya belajar merupakan bagian dari faktor kognitif, sikap dan psikologis. Berdasarkan Kolb’s Learning Style, gaya belajar terbagi menjadi Accomodating, Diverging, Assimilating dan Converging. Gaya belajar yang paling sesuai dimiliki mahasiswa kedokteran adalah Converging. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik dengan metode belajar yang sesuai berdasarkan data gaya belajar mahasiswa, mengetahui gaya belajar yang dominan dan rerata prestasi akademik serta hubungan antara gaya belajar dengan prestasi akademik mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran pada tingkat pertama yaitu angkatan 2016. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas mahasiswa memiliki gaya belajar Assimilating (43,68%) diikuti Diverging (31,03%), Converging (16,09%) dan Accomodating (9,2%) dengan rerata prestasi akademik yaitu 3,02 ± 0,62; 2,99 ± 0,63; 2,73 ± 0,57; 2,73 ± 0,71. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya belajar dengan prestasi akademik mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara (p value = 0,035). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan gaya belajar yang sesuai, akan didapatkan prestasi belajar yang lebih baik
Hubungan adiksi internet dan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 Edlin Gisela; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7835

Abstract

Sekarang ini internet berkembang dengan pesat, bahkan memicu pada suatu adiksi baru yang disebut adiksi internet. Adiksi internet adalah penggunaan internet secara berlebihan. Adiksi internet dapat menyebabkan berbagai gangguan psikologis seperti kecemasan. Kecemasan merupakan suatu gangguan psikologis berupa perasaan takut yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adiksi internet dan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode potong lintang. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017. Responden diminta untuk mengisi 2 kuesioner, yaitu kuesioner Internet Addiction Test untuk mengukur tingkat adiksi internet dan Beck Anxiety Inventory untuk mengukur tingkat kecemasan. Dari 132 responden yang terdiri dari 44 mahasiswa laki-laki dan 88 mahasiswa, 47 (35.6%) responden tidak mengalami adiksi internet, 61 (46.2%) mengalami adiksi internet tingkat mild, 23 (17.4%) mengalami adiksi internet tingkat moderate, dan 1 (0.8%) mengalami adiksi internet tingkat severe. Sedangkan untuk kecemasan 50 (37.9%) responden mengalami kecemasan minimal, 24 (18.2%) mengalami kecemasan tingkat mild, 9 (29.5%) tingkat moderate, dan 19 (14.4%) mengalami kecemasan tingkat severe. Hasil analisa data tidak ditemukan adanya hubungan bermakna secara statistk tetapi hubungan positif kuat secara epidemiologi antara adiksi internet dan kecemasan (p value >0.005; PR 1.274).