Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi di Kelurahan Karang Tengah Tangerang Putri, Adisty Rasendriya; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.31053

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 30% populasi orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. Salah satu komplikasi hipertensi pada sistem saraf pusat, selain stroke, dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Mild cognitive impairment (MCI) atau gangguan kognitif ringan adalah tahap penurunan kognitif yang ditandai dengan gejala klinis berupa penurunan fungsi memori yang lebih buruk dibandingkan dengan lansia pada usianya, namun belum dapat dianggap sebagai demensia. Hal itu tentu saja dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka yang terkena dampaknya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional untuk menguji hubungan antara kejadian hipertensi dengan mild cognitive impairment (MCI) pada populasi lansia. Subjek penelitian ini adalah lansia di Kelurahan Karang Tengah Kota Tangerang Banten yang bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dan pengolahan data dilakukan dengan metode chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% kelompok usia lanjut (60-74 tahun), 77,65% diantaranya adalah perempuan, dan 89,5% menderita hipertensi. Penelitian ini menemukan bahwa 76,5% lansia dengan hipertensi mengalami mild cognitive impairment (MCI). Nilai p-value yang diperoleh sebesar 0,002 (p >0,05) dan risk ratio sebesar 3,05 (RR=>1). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dan mild cognitive impairment (MCI), dimana lansia dengan hipertensi mengalami peningkatan risiko mild cognitive impairment dibandingkan dengan responden yang tidak hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA POSISI DALAM BEKERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PABRIK Sanjaya, Juliana; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16124

Abstract

Nyeri Punggung Bawah merupakan masalah kesehatan yang paling sering menjadi penyebab keterbatasan aktivitas seseorang. Banyak faktor yang mempengaruhi nyeri punggung bawah, salah satunya adalah posisi bekerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja pada Pabrik X dan apakah ada hubungannya dengan posisi bekerja para pekerja di Pabrik X. Penelitian analitik korelatif tak berpasangan dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Pabrik Bolu X di Magelang pada bulan Februari 2021 – April 2021. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar skrining REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk menilai posisi bekerja dan lembar kuesioner ODI (Oswestry Dissability Index) untuk menilai nyeri punggung bawah. Pada penelitian ini didapatkan 50 responden, yang mayoritas adalah perempuan (94%), dengan mayoritas indeks massa tubuh adalah normal (98%), dan rata-rata usia 44,22 tahun. Responden dengan posisi bekerja risiko rendah didapatkan sebanyak 14% sedangkan responden dengan posisi bekerja risiko sedang sebanyak 82%. Responden dengan gangguan nyeri punggung bawah yang minimal disability ditemukan sebanyak 36%, sedangkan yang moderate disability sebanyak 64%. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan skor posisi bekerja yang paling rendah adalah 3 dan skor posisi bekerja yang paling tinggi adalah 8. Skor nyeri punggung bawah yang paling rendah adalah 12 dan skor nyeri punggung bawah yang paling tinggi adalah 28. Hasil uji korelasi (Spearman) didapatkan p value <0.001 (p value <0.05) antara posisi dan nyeri punggung bawah dan nilai koefisien korelasi didapatkan 0.532. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara posisi bekerja dengan nyeri punggung bawah, serta terdapat arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang antara kedua hal tersebut.