Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kesesuaian Desain Bangunan Masjid Baiturrahmah Sumberlawang terhadap Kebutuhan Jamaah Musafir Asyam Zuhro Aufa Muafa; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian bangunan masjid terhadap kebutuhan jamaah musafir berdasarkan parameter safar. Masjid sebagai fasilitas ibadah sekaligus tempat singgah seharusnya mampu menyediakan kenyamanan, kemudahan akses, serta fasilitas pendukung bagi pengguna yang sedang dalam perjalanan. Penelitian dilakukan pada masjid baiturrahmah yang berada di jalur mobilitas tinggi dengan metode observasi lapangan, penilaian fasilitas, serta wawancara singkat dengan musafir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masjid baiturrahmah telah memenuhi fungsi dasar ibadah seperti ruang salat, tempat wudhu, dan toilet; namun fasilitas yang secara khusus diperlukan musafir seperti ruang istirahat, penyimpanan barang, penunjuk arah, area teduh kendaraan, dan aksesibilitas yang jelas masih terbatas. Selain itu, kenyamanan ruang wudhu, kebersihan toilet, serta ketersediaan air bersih menjadi faktor yang sering dikeluhkan musafir. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan desain dan fasilitas masjid agar lebih responsif terhadap kebutuhan musafir serta mampu berfungsi optimal sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.
Wall and Plafond Layering untuk Identitas Interior Rumah Tinggal Generasi Z Callula Putri Abiyu; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki ekspektasi tinggi terhadap ruang hunian yang bukan hanya fungsional, tapi juga estetis dan mencerminkan identitas personal mereka. Perubahan pola hidup urban dan eksposur konstan terhadap media social membuat generasi ini punya awareness tinggi terhadap desain interior, khususnya teknik-teknik visual yang dapat menciptakan ruang unik dan bermakna. Wall and Plafond Layering (WPL) sebagai teknik pelapisan elemen dinding dan plafond muncul sebagaipendekatan desain yang potensial dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana WPL memengaruhi persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap identitas interior masih terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen layering yang membentuk identitas ruang, memahami persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap WPL, serta merumuskan prinsip desain WPL yang efektif. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif melalui kuesioner Skala Likert yang melibatkan 100 responden Generasi Z (usia 17-30 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, studi komparasi, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan 97% responden mengetahui WPL dengan persepsi tinggi pada empat dimensi utama: estetika visual (Mean 4.05), preferensi dan intensi (4.03), identitas dan karakter (3.94), serta kenyamanan psikologis (3.84). Material kayu mendominasi preferensi dengan 50%, gaya minimalis modern disukai 73%, dan ruang tamu menjadi area prioritas penerapan dengan 41%. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa WPL efektif menciptakan identitas interior yang bermakna bagi Generasi Z melalui stratifikasi elemen arsitektural yang membentuk sense of place yang unik dan personal.
Komparasi Efektivitas Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal dengan Sistem Bukaan Skylight dan Jendela: Studi Kasus JW House Solo Baru Nazal Syahrazat Tamimi; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada rumah tinggal, namun bangunan dengan ruang dalam atau ruang bersekat sering mengalami keterbatasan cahaya alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pencahayaan alami pada JW House di Solo Baru dengan membandingkan dua sistem bukaan, yaitu skylight (bukaan atap) dan jendela (bukaan dinding). Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui simulasi berbasis DIALux Evo dengan parameter intensitas cahaya (lux), daylight factor (DF), dan uniformity ratio (UR), serta mengacu pada standar SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela tidak merata, di mana ruang dekat bukaan cenderung terlalu terang sedangkan ruang tengah dan ruang bersekat tetap gelap. Sementara itu, skylight mampu meningkatkan iluminasi pada ruang yang berada di bawah dan sekitar void, terutama di lantai 1 dan 2, meskipun efektivitasnya menurun pada ruang yang jauh dari bukaan atap. Nilai DF dan UR pada kedua sistem bukaan juga menunjukkan distribusi cahaya yang belum merata. Secara keseluruhan, skylight lebih efektif dibandingkan jendela dalam menerangi ruang dalam bangunan, namun optimalisasi desain bukaan masih diperlukan agar seluruh ruang dapat memenuhi standar pencahayaan alami.
Relasi antara Tata Ruang Rumah Berkonsep Feng Shui dengan Kualitas Sirkulasi Udara Pada Desain Rumah CHR Muhammad Abdan Syakuro; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap Desain Rumah Tinggal memiliki prinsip dan pendekatan dalam konsep bangunan yang terwujud dari kebudayaan yang ada. Dalam budaya Tiong Hoa, Feng Shui merupakan bentuk kepercayaan yang diaplikasikan dalam penerapan arsitektur. Feng Shui dipercaya dapat memberikan energi positif kepada penghuninya, sehingga berkembang menjadi konsep penataan tata ruang dalam suatu rumah. Sirkulasi udara menjadi salah satu elemen yang penting dalam rumah tinggal yang berada di iklim tropis. Di Indonesia yang memiliki suhu udara yang tinggi, serta kecepatan angin yang rendah mengakibatkan pentingnya bukaan pada setiap ruang untuk memperbesar aliran udara yang masuk kedalam bangunan. Metode yang digunakan adalah menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan literatur sebagai komparasi antara Prinsip Feng Shui dan Desain Rumah Tinggal CHR. Simulasi Autodesk CFD untuk mengetahui pengaruh bentuk tata ruang terhadap sirkulasi udara yang terjadi pada Desain Rumah Tinggal CHR. Tujuan penelitian kajian ini adalah untuk mengetahui penerapan Prinsip Feng Shui di desain rumah CHR, mengetahui bagaimana kualitas sirkulasi udara yang terjadi di desain rumah tinggal CHR, serta untuk mengetahui apakah prinsip Feng Shui di desain Rumah Tinggal CHR mempengaruhi dan memberikan dampak pada kualitas sirkulasi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tinggal CHR menerapkan prinsip Feng Shui dengan baik, persebaran sirkulasi udara yang baik sesuai dengan prinsip Feng Shui mengenai ruang terbuka untuk mendapatkan energi positif dan sirkulasi udara pada ruang-ruang dengan cross ventilation yang baik.
Pemilihan Material Batu Alam pada Pembangunan Villa Amari Ubud berdasarkan Pertimbangan Karakteristik, Distribusi Material antar Pulau dan Efisiensi Waktu Maharani Rizky Ardias; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Villa Amari di Singakerta, Ubud, Bali menggunakan batu alam sebagai salah satu material untuk menunjang nilai estetika dan karakter arsitektur bangunan. Keterbatasan ketersediaan batu alam di setiap daerah menyebabkan perlunya distribusi material antar pulau, khususnya dari Pulau Jawa ke Bali, yang berpotensi mempengaruhi efisiensi waktu pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material batu alam pada pembangunan Villa Amari berdasarkan pertimbangan karakteristik, distribusi material antar pulau dan efisiensi waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kasus yang didukung oleh observasi lapangan serta wawancara dengan pihak terkait. Analisis data dilakukan dengan membandingkan proses produksi, waktu pemasangan di lapangan, serta durasi dan biaya distribusi batu alam yang berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi material batu alam antar pulau berpengaruh terhadap efisiensi waktu pembangunan. Batu alam dari Bali lebih efisien dari segi waktu dan biaya distribusi, sedangkan batu alam dari Pulau Jawa memiliki kualitas visual dan hasil finishing yang lebih baik meskipun memerlukan waktu dan biaya pengiriman yang lebih besar. Dengan perencanaan pengadaan yang matang dan manajemen distribusi yang baik, dampak keterlambatan pengiriman material dapat diminimalkan sehingga tidak mengganggu jadwal pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan.
Kenyamanan Termal pada Ruang Studio Khakimatta Bantul, Yogyakarta dengan Model Design Outdoor Ratih Ayu Tyasti; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khakimatta di Bantul, Yogyakarta, yang menerapkan konsep design outdoor. Evaluasi dilakukan melalui kombinasi pengukuran parameter lingkungan fisik dan penilaian persepsi subjektif pengguna. Metode penelitian meliputi observasi lapangan selama dua hari dengan variasi kondisi kipas angin dinyalakan dan dimatikan, serta penyebaran kuesioner kepada delapan responden pengguna studio. Hasil pengukuran fisik menunjukkan bahwa rata-rata suhu ruangan mencapai 29,9°C dan kelembaban udara rata-rata sebesar 74,5%, di mana keduanya melebihi standar SNI. Kecepatan udara berada pada kategori sangat rendah dengan nilai rata-rata 0,06-0,09 m/s. Meskipun secara umum pengguna memberikan skor kepuasan rata-rata sebesar 3,8 dengan kategori setuju, sebanyak 65% responden menyatakan bahwa suhu ruang terasa panas pada siang hari. Penggunaan kipas angin belum memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan suhu ruang maupun peningkatan kenyamanan termal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kenyamanan termal di Studio Khakimatta masih kurang optimal, yang terutama dipengaruhi oleh tingginya suhu dan kelembaban udara, sehingga diperlukan strategi pengendalian panas dan kelembaban ruang yang lebih efektif.
Tingkat Pencahayaan dan Glare Index pada Ruang Perpustaakan Laboratorium Terpadu UIN Salatiga Novita Ratnaningrum; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami bisa menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada sebuah bangunan pendidikan. Penelitian ini bertujuan difokuskan untuk menganalisis tingkat kenyamanan pencahayaan alami di ruangan perpustakaan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggunakan software DIALux evo 13.2 sebagai alat bantu analisis. Metode penelitian mengunakan deskriptif kuantitatif dengan tahapan meliputi pengukuran dimensi ruang, posisi bukaan, orientasi bangunan, serta input data cahaya matahari berdasarkan kondisi geografis Kota Salatiga. Simulasi dilakukan untuk mengetahui nilai intensitas pencahayaan alami di beberapa titik ruang baca, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6575-2001 merekomendasikan tingkat pencahayaan 300 - 500 lux. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya alami pada beberapa area perpustakaan belum merata seperti area dekat jendela memiliki nilai pencahayaan yang tinggi, sedangkan area tengah ruang cenderung redup. Diperlukan optimalisasi tata letak bukaan dan penambahan elemen peneduh untuk mencapai distribusi pencahayaan alami yang lebih seimbang dan mendukung kenyamanan visual bagi pengguna ruangan.
Penelitian Nilai dalam Kesesuaian Desain Tempat Wudhu Masjid Baiturahman Sumberlawang Alif Alindra Nusantara; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat wudhu adalah bagian penting dalam bangunan masjid yang berfungsi sebagai fasilitas pensucian diri sebelum beribadah. Kualitas perancangan tempat wudhu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan penggunaan masjid. Namun, dalam praktiknya, perancangan tempat wudhu sering kali belum memenuhi standar fungsional dan ergonomis, seperti masalah sirkulasi pengguna, kebersihan lantai, efisiensi penggunaan air, serta keterpisahan antara pengguna laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tempat wudhu pada masjid melalui pendekatan parameter sebagai metode evaluasi dan perancangan. Pendekatan parameter yang digunakan meliputi parameter arsitektural, fungsional, sanitasi, dan sirkulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi lapangan, serta analisis komparatif terhadap beberapa contoh tempat wudhu masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan parameter dapat membantu mengidentifikasi permasalahan desain secara sistematis serta menghasilkan rekomendasi perancangan tempat wudhu yang lebih nyaman, higienis, aman, dan sesuai dengan prinsip arsitektur masjid. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perancang, pengelola masjid, dan akademisi dalam meningkatkan kualitas perancangan tempat wudhu.