Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Geospasial Perubahan Ruang Terbuka Hijau Wilayah Kota Purwokerto dari Tahun 2013 sampai 2020 Nindita Shita Devi; Purnama Budi Santosa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.74620

Abstract

Sebagai ibukota Kabupaten Banyumas, pertumbungan dan perkembangan Kota Purwokerto cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pengalihan fungsi lahan menjadi permukiman dan bangunan untuk fungsi lain menjadi salah satu akibat dari adanya pembangunan di Kota Purwokerto. Pertambahan jumlah penduduk di Kota Purwokerto juga mengakibatkan pengalihan fungsi lahan menjadi permukiman semakin tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Purwokerto. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis ketersediaan dan kecukupan RTH di Kota Purwokerto. Untuk itu, pemetaan dan pengklasifikasian RTH dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan data citra satelit SPOT 6, metode Object Based Image Analysis (OBIA) serta interpretasi visual. Pengukuran luas RTH dan analisis spasial dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis ketersediaan dan kecukupan RTH terhadap jumlah penduduk dan kebutuhan oksigen mengacu pada UU No. 26 Tahun 2007 dan Permen PU No. 05/PRT/M/08. Analisis ini dilakukan untuk tahun 2013, 2019, dan 2020. Perhitungan kebutuhan oksigen dihitung menggunakan Metode Gerakis. Pemetaan dan perhitungan luas RTH dilakukan dengan perangkat lunak eCognition Developer dan SIG. Perhitungan luas kebutuhan RTH terhadap jumlah penduduk dan kebutuhan oksigen dilakukan dengan perangkat lunak SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ketersediaan RTH di Kota Purwokerto sudah memenuhi standar luas kebutuhan RTH terhadap jumlah penduduk. Namun, luas ketersediaan RTH tidak memenuhi luas kebutuhan RTH terhadap kebutuhan oksigen. Luas ketersediaan RTH privat sudah memenuhi ketentuan 10% dari luas wilayah Kota Purwokerto berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007. Tetapi, luas ketersediaan RTH publik tidak memenuhi ketentuan 20% dari luas wilayah kota. 
Perancangan dan Evaluasi Aplikasi Peringatan Rawan Kecelakaan Lalu Lintas berbasis Android Yeni Ikawati; Purnama Budi Santosa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.86034

Abstract

Data kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 yang diperoleh dari Aplikasi Bappeda Dataku, menunjukkan trend yang meningkat setiap tahunnya. Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, diperlukan upaya peningkatan keselamatan lalu lintas. Penelitian ini mencoba merancang sebuah aplikasi berbasis Android yang dapat dimanfaatkan oleh para pengendara lalu lintas. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan peringatan kepada pengendara saat melintasi jalan yang memiliki riwayat kecelakaan tinggi agar pengendara dapat lebih berhati-hati. Data yang digunakan adalah data riwayat kecelakaan tahun 2019 dan 2020 yang meliputi jumlah kecelakaan dan lokasi kecelakaan khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengolahan data dilakukan untuk menentukan titik yang akan dijadikan sebagai titik rawan kecelakaan. Kriteria daerah rawan kecelakaan adalah jika suatu lokasi memiliki data kejadian kecelakaan lebih dari sepuluh kali dalam kurun waktu dua tahun. Perancangan sistem dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi pengumpulan data dan lokasi kecelakaan, desai aplikasi baik sisi server dan client, perancangan user interface, serta pengujian hasil rancangan. Pengujian hasil rancangan meliputi uji fungsionalitas serta uji usabilitas. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi daerah rawan kecelakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem dapat memberikan peringatan dini jika pengguna mendekati area tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik sesuai fungsinya.
Evaluasi Penggunaan Lahan Mengacu pada Indeks Potensi Lahan dan Kesesuaiannya Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Wonosobo Ndofah, Tiara Ana; Santosa, Purnama Budi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91079

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan lahan untuk berbagai keperluan semakin meningkat, misalnya untuk permukinan, perdagangan, industry, jasa. Hal ini mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang pada beberapa daerah mengorbankan lahan pertanian.  Indeks Potensi Lahan (IPL) menunjukkan nilai potensi sebuah lahan dilihat dari ciri fisik lahan tersebut. IPL sering digunakan dalam evaluasi lahan berdasarkan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan berdasarkan IPL dan kesesuaiannya terhadap RTRW Kabupaten Wonosobo. Penyusunan IPL dilakukan dengan metode Multi Criteria Analysis (MCA). Parameter IPL yang digunakan adalah kemiringan lereng, jenis tanah, batuan induk, produktivitas akuifer, dan kerawanan bencana (banjir, banjir bandang, dan tanah longsor). Peta kemiringan lereng disusun dari SRTM 30 m dan SRTM 90 m. Adapun penyusunan peta tutupan lahan dilakukan dengan digitasi On Screen Citra SPOT 6 tahun 2020 dan SPOT 7 tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Kabupaten Wonosobo luas kelas IPL sangat tinggi adalah 12.224,209 Ha (12,129%), kelas IPL tinggi adalah 30.317,934 Ha (30,082%), kelas IPL sedang adalah 47.129,223 Ha (46,763 %), kelas IPL rendah 10.787,906 Ha (10,704 %), dan IPL sangat rendah adalah 323,719 (0,321 %).  Selain itu, dari 20 kelas penggunaan lahan tahun 2021, presentase kebun campuran adalah sebesar 41,355%, ladang atau tegalan 17,236 %, dan sawah 12,401%. Jika dianalisis berdasarkan IPL-nya, maka penggunaan lahan di Kabupaten Wonosobo dapat dikatakan cukup sesuai dengan potensinya mengingat luas lahan IPL paling mendominasi adalah kelas IPL sedang dan tinggi yang mana secara keseluruhan penggunaan lahan yang mendominasi di kedua kelas IPL tersebut pun adalah lahan-lahan produktif yang meliputi lahan kebun campuran, ladang/tegalan, sawah, dan hutan produksi terbatas. Sebesar 71,774 % penggunaan lahan tahun 2021 sesuai, 9,335 % tidak sesuai, dan 18,891 % belum sesuai dengan rencana pola ruang Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 – 2031.
Analisis Kriteria Jamak dan AHP untuk Evaluasi Kesesuaian Lokasi Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Wonogiri Salsabila, Fadiya; Santosa, Purnama Budi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.98131

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang menempati urutan kelima sebagai kabupaten/kota terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan area seluas kurang lebih 1800 km². Namun, pertumbuhan industri di wilayah ini belum begitu pesat sehingga perlu adanya pengembangan kawasan industri yang memenuhi standar dan arahan tata ruang wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk pengembangan kawasan industri kemudian mengevaluasi kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Metode yang digunakan adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria penentuan lokasi yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri. Proses analisis AHP dilakukan untuk mengetahui nilai bobot masing-masing kriteria. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11 dan menghasilkan rasio konsistensi sebesar 0,08. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lahan seluas 1356,806 ha yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri. Sedangkan overlay dengan RTRW menunjukkan bahwa lahan paling potensial terletak di Kecamatan Ngadirojo dengan luas 276,756 ha dan proporsi 99,240% dari seluruh kawasan peruntukan industri di wilayah tersebut.
Visualisasi Data Statistik Kabupaten Banyumas Menggunakan Peta Interaktif Ilmawan, Hanif; Santosa, Purnama Budi
GEOID Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i2.1682

Abstract

Penyajian data statistik mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Data statistik tidak hanya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik saja, tetapi juga divisualisasikan menggunakan peta. Bahkan saat ini juga digunakan peta interaktif berbasis online untuk lebih memudahkan pengguna dalam mengakses dan mengeksplorasi data yang ada. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari Pasal 20 UU No. 16 Tahun 1997 yang mengatur bahwa penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari data statistik yang tersedia. Salah satu perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan visualisasi data statistik adalah StatPlanet Plus. Perangkat lunak ini bersifat free (versi offline dan non komersial). StatPlanet Plus mampu menghasilkan peta interaktif dengan menggunakan bahasa pemrograman Flash. Penyajian data statisik menggunakan peta interaktif dapat membantu pengguna untuk memahami data dan mengungkap wawasan baru (Di Biase, 1990; Roberts, 2008). Peta interaktif juga berfungsi sebagai media komunikasi pemilik data dengan pengguna data (Roth, 2013). Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah purwarupa peta interaktif untuk visualisasi data statistik Kabupaten Banyumas. Peta interaktif ini dapat menjadi alternatif bagi Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas dalam melakukan publikasi data statistik, sehingga memudahkan masyarakat umum dalam mengakses data statistik.The development of technology affects the way people in presenting statistical data. Statistical data are not only presented in the form of table, chart, and diagram, but also visualized by using map. Moreover, interactive map is now used to make data access and exploration become far easier. This is an implementation of Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 1997 which states that the conductor of statistical activities has to give a same opportunity for people to get benefits from available statistical data. One of softwares that can be used to visualize the statistical data is StatPlanet Plus. This software is free for offline and non commercial use. StatPlanet Plus can make an interactive map by using Flash script.Presenting statistical data using interactive map can help users to understand data and discover new insights (Di Biase, 1990; Roberts, 2008). Interactive map also used as a media for data owner to communicate with data users (Roth, 2013). The result of this study is a prototype of interactive map for visualizing the statistical data of Banyumas Regency. This interactive map is an alternative for Badan Pusat Statistik of Banyumas Regency to publish statistical data, so it will facilitate people to access the statistical data.