Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Membangun Konsep Diri Dalam Buku Lembaga Budi Karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah Fitroh Qudsiyyah; Banatus Solihah
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 2 (2021): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v2i2.86

Abstract

This research is motivated because the current condition of humans find it difficult to recognize who they are so they are easily influenced by outsiders who can plunge into things that lack truth values. There are two factors that influence human development, namely from nature and the environment. Because in addition to internal factors, there will be external factors that follow. Innate is an internal factor. A good trait is largely influenced by the quality of a good generation. Likewise with the environment as an external factor. It is undeniable that most of human life is spent in the environment. Both the family environment and the community environment. These factors can affect the mindset of humans in recognizing themselves and the environment. In recognizing yourself, self-concept is very important so that you can recognize your potential and everything you will do can be considered carefully. But knowing yourself is not enough in self-management. Just as planning is meaningless without implementation. Self-concept also needs to be built so that the action goes well. The author chose Hamka because he is an Indonesian cleric, writer and Sufism figure. So a lot of knowledge can be obtained from his works.
PERAN GURU DALAM OPTIMALISASI FISIK MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI STUDY KASUS DI PAUD AL-FATHONAH KUTABIMA CIMANGGU CILACAP ahmad maliki; fitroh qudsiyyah; ismawati safitri
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4, No 1 (2023): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v4i01.238

Abstract

Mengajar berarti mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sedang melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada manusia. Peran guru dalam optimalisasi fisik motorik kasar melalui gerakan merayap adalah salah satu wujud dari tugas guru sebagai pendidikn yaitu melatih, mengembangkan salah satu aspek keterampilan anak, yaitu aspek motorik kasar. Motorik kasar adalah kemampuan anak dalam melakukan kegiatan dengan menggunakan otot-otot besar Yang dipengaruhi oleh kematangan otot, syaraf, dan otak anak. serta mencakup fungsi lokomotor, non lokomotor dan kemampuan manifulatif. Contohnya seperti merayap, mengayun, berjalan, berlari, berlari, melompat, melempar dan menangkap, menendang dan sebagainya. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui seberapa besar peran guru dalam mengoptimalkan Fisik Motorik Kasar anak, peneliti melakukan pengamatan melalui kegiatan merayap yang dilakukan di PAUD Al-Fathonah Kutabima. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif,yaitu suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang, sedangkan metode pengumpulan data dengan cara interview (wawancara), observasi (pengamatan), dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, Peran Guru dalam Optimalisasi Fisik Motorik Kasar Anak Usia Dini di paud Al-Fahtonah Kutabima yaitu: guru mengenalkan gerakan merayap, guru memberikan contoh gerakan merayap, guru memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan gerakan merayap, guru membuat dan menyampaikan aturan sebelum melakukan gerakan merayap, guru memotivasi dan memberikan pujian pada saat anak melakukan kegiatan merayap, guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan merayap, guru melakukan evaluasi terhadap anak. Keywords: Peran Guru,Fisik Motorik Kasar.
TRADISI ISLAM DALAM PEMAKAIAN AKAL Fitroh Qudsiyyah; ahmad maliki
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4, No 1 (2023): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v4i01.239

Abstract

Penelitian ini adalah penenitian kepustakaan atau Library Research, tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman melalui pendekatan historic tentang pencapaian kejayaan Islam dibidang ilmu pengetahuan dan filsafat yang kemudian menjadi pusat kebudayaan dan peradaban dunia. Tidak bisa dipungkiri bahwa pencapaian kemajuan tersebut berhubungann dengan ajaran filsafat Yunani disatu sisi dan besarnya penghargaan Islam terhadap kemampuan rasio manusia disisi yang lain, namun dukungan yang sangat luar biasa dari penguasa baik dari Daulah Abasiyiah di Bagdad (Timur) maupun Daulah Umayah yang berpusat di Cordova (Barat) pada waktu itu juga memberikan andil yang sangat besar. Berbeda dengan Eropa yang sedang mengalami tidur Panjang, rasio tidak memiliki ruang gerak sama sekali, semua kegiatan ilmiah didominasi oleh kepentingan agama. Islam telah memberikan ruang bagi kemampuan raio yang sangat luar biasa. Hingga berkembanglah ilmu pengetahuan dan filsafat yang sampai pada waktunya mempelopori bangkitnya renesiance di Eropa. Kata kunci : Daulah Abasyiah, Daulah Umayah, Rasiolisme, Reneisac
POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI RA AL-HIDAYAH SURUSUNDA CILACAP winda; Fitroh Qudsiyyah; Ismawati Safitri
Al-Athfal Vol 5 No 1 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i1.934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh dan kendala orang tuadalam Membangun Kemandirian Anak Usia Dini di RA Al-Hidayah SurusundaKecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulandata menggunakan tiga macam yakni observasi, wawancara, dandokumentasi. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif denganmenggunakan instrumen wawancara terstruktur dan observasi . Teknik analisis datayang digunakan adalah mengumpulkan data melalui mendengarkan, mencatat,mengelompokkan data penelitian, melakukan identifikasi data, memaparkan hasilpenelitian dan menyimpulkan hasil pembahasan. Adapun hasil penelitian ini adalahterdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yakni: pola asuh demokratis, pola asuhpermisif, dan pola asuh otoriter. Kemampuan kemandirian pada anak-anak usia dinisudah mengalami perkembangan yang positif melalui penerapan pola asuhdemokratis. Dalam pola asuh permisif, dampak positif dari pendekatan tersebutterlihat saat anak-anak menggunakan pendekatan ini dengan tanggung jawab. Namun,hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian yang paling rendah,sebagaimana tercantum dalam tabel 4.1, berkaitan dengan pola asuh otoriter. Dalamkonteks ini, pengawasan yang berlebihan dari orang tua dapat menghambat rasapercaya diri anak-anak saat mereka menghadapi tugas atau tantangan. Kendala orangtua dalam membangun kemandirian anak usia dini di RA Al-Hidayah SurusundaKecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap yaitu: 1) Faktor Kesibukan Orang TuaBekerja, 2) Faktor Lingkungan Teman, 3) Perbedaan Pengasuhan, 4) Karakter Anak
Effectiveness of Islamic Cognitive-Behavioral Counseling in Reducing Academic Burnout: A Mixed-Methods Study Frendi Fernando; Kartika Wanojaleni; Fitroh Qudsiyyah; Trimulat Trimulat; Taqiyudin Subki
IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Studies
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/ijois.1482

Abstract

This study evaluates the effectiveness of Islamic Cognitive-Behavioral Counseling (ICBC) in mitigating academic burnout among university students. Employing an explanatory sequential mixed-methods design, the research involved 40 students with high burnout levels as measured by the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Quantitative results revealed a statistically significant reduction in burnout scores, with the mean shifting from 68.51 to 44.87 (p < 0.001). The intervention yielded a massive effect size (Cohen’s d = 4.94), underscoring that the ICBC formulation is both robust and practically meaningful for student recovery. Qualitatively, the findings identified a Triple-Axis Transformation driving the change: neutralizing cynicism through the Tawakal-Control axis, reversing emotional exhaustion via Dhikr-based biological resets, and restoring personal accomplishment through Muhasabah-Amanah integration. The discussion highlights that by integrating spiritual tenets—specifically the Dichotomy of Control between Ikhtiar (effort) and Tawakal (divine reliance) the ICBC model provides a transcendental anchor that recalibrates students' stress appraisal more effectively than purely secular interventions. This spiritual strategy transforms academic tasks from burdensome chores into a form of Amanah (Divine Trust), moving students from fragile self-regulation to a higher-order ethical accountability. The study concludes that the ICBC model offers a culturally resonant and clinically robust solution that fills the existential gap found in conventional counseling, providing a more resilient motivational foundation for students navigating the pressures of modern higher education.