Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBINAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS BEST PRACTICES PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Rudi Susilana; Asep Herry Hernawan; Angga Hadiapurwa; Nanda Khaerunnisa Syafitri; Lien Halimah; Hafsah Nugraha
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i1.39161

Abstract

Kurikulum merdeka sedang ramai dibicarakan saat ini. Terlebih lagi sebagai salah satu upaya untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi. Pengembangan kurikulum seyogianya diharapkan terarah secara holistik, berbasis kompetensi, kontekstual, dan personalisasi. Kurikulum merdeka ini diharapkan sama terarah demikian. Berkenaan dengan upaya pelaksanaan kurikulum merdeka ini, pemerintah telah melaksanakan program sekolah penggerak, sebagai pilot project pengembangan program-program sekolah sebagai upaya menuju pelaksanaan kurikulum merdeka ini. Saat ini belum banyak sekolah yang melaksanakan program sekolah penggerak, berdasarkan hal tersebut program pengabdian ini berupaya untuk melaksanakan pembinaan pengembangan kurikulum merdeka berbasis best practices program sekolah penggerak. Diharapkan sekolah yang telah melaksanakan program sekolah penggerak dapat mendiseminasikan dan juga berkolaborasi dengan Program Studi Pengembangan Kurikulum UPI untuk membina sekolah yang belum melaksanakan program sekolah penggerak.Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Pengembangan Kurikulum, Pilot project, Sekolah PenggerakAbstractThe independent curriculum is being discussed at this time as an effort to restore learning after the pandemic. Curriculum development should be directed holistically, competency-based, contextual, and personalized. The independent curriculum expected will have the same direction. Concerning the effort to implement this independent curriculum, the government has implemented a “Sekolah Penggerak” program as a pilot project for the development of school programs as an effort toward implementing this independent curriculum. Currently, there are not many schools that implement “Sekolah Penggerak” program. Based on this, this service program seeks to develop an independent curriculum based on the best practices of the “Sekolah Penggerak” program. It is expected that schools that have implemented “Sekolah Penggerak” program can disseminate and collaborate with the UPI Curriculum Development Study Program to foster schools that have not implemented it.Keywords: Curriculum Development, Independent Curriculum, Pilot Project, Sekolah Penggerak
Strengthening the search for information for homemakers in situations of information overload Lien Halimah; Gema Rullyana; Ardiansah Ardiansah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59224

Abstract

 Information retrieval in a vital information retrieval system process learned by homemakers. Especially information relating to households. The service method implemented uses strengthening information retrieval based on interview results. The results of the interviews illustrate that the retrieval system is a series of system processes in carrying out information retrieval activities until documents or information are found based on queries so that they can meet user needs and satisfy requests for information from users. The steps in carrying out information search activities, namely: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, and ending. Then to become community information, the community must be able to make changes. For example, there is progress in information, one of which is in the field of education. Strengthening is done by strengthening people's behavior towards information-seeking ways to avoid hoaxing information during an information overload.   Abstrak Penelusuran informasi pada proses sistem temu kembali  informasi penting dipelajari oleh ibu rumah tangga (IRT). Terutama informasi informasi yang berkaitan dengan kerumahtanggaan. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu menggunakan penguatan penelusuran informasi berdasarkan hasil wawancara. Hasil wawancara menggambarkan bahwa sistem temu kembali  merupakan sebuah rangkaian proses sistem dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi hingga ditemukannya dokumen atau informasi hasil penelusuran berdasarkan query sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan kepuasan terhadap permintaan informasi dari pengguna. Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi, yaitu: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, ending. Kemudian untuk dapat menjadi masyarakat informasi, masyarakat harus dapat melakukan perubahan seperti misalnya terdapat informasi kemajuan salah satunya pada bidang pendidikan. Penguatan dilakukan yaitu dengan penguatan perilaku masyarakat terhadap pencarian informasi hingga cara cara agar dapat terhindar dari informasi hoaks pada masa keberlimpahan informasi. Kata Kunci: Ibu rumah tangga; informasi; informasi hoaks; masyarakat informasi; penelusuran informasi; sistem temu kembali informasi
Evaluation of the library management program as a learning resources with Discrepancy Model Ardiansah Ardiansah; Diemas Arya Komara; Lien Halimah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 1 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i1.48538

Abstract

Monitoring and evaluation activities in this study focused on evaluating the school library management program as a learning resource at SMA Sumatra 40 Bandung using the discrepancy model. The research method used is a qualitative approach and a literature review that is processed descriptively. Based on the results of the study, it is known that several aspects evaluated at the Sumatra 40 Bandung High School Library are related to the implementation of the library management program, which has reached high school library standards following Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. However, the aspect of library human resources has not met the standards applied. Recommendations that should be considered by the SMA Sumatra 40 Bandung Library are adding library staff and expanding the library space, and using information and communication technology so that the library management program as a learning resource can be maximized.   Abstrak Kegiatan monitoring dan evaluasi pada penelitian ini difokuskan pada evaluasi program pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Sumatra 40 Bandung dengan menggunakan model discrepancy. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kajian literatur yang diolah secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa beberapa aspek yang dievaluasi di Perpustakaan SMA Sumatra 40 Bandung berkaitan dengan penyelenggaraan program pengelolaan perpustakaan sudah mencapai standar perpustakaan sekolah menengah atas sesuai dengan regulasi Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Namun, aspek sumber daya manusia perpustakaan belum memenuhi standar yang diterapkan. Rekomendasi yang sebaiknya dipertimbangkan oleh Perpustakaan SMA Sumatra 40 Bandung yakni menambah tenaga perpustakaan serta memperluas ruangan perpustakaan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi agar program pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar dapat lebih maksimal. Kata Kunci: Evaluasi program; model discrepancy; monitoring dan evaluasi; pengelolaan perpustakaan; sumber belajar 
Evaluation of learning during the COVID-19 pandemic Fitriani Sabila; Naureza Rania Shafa; Nisrina Kurnia Maharani; Sadam Mochammad Rashad; Theitsar Syakhisksar Rohim Permana; Lien Halimah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.52028

Abstract

The learning process is an essential part of education, as it aims to equip students with experiential abilities, moral understanding, and skills, enabling positive developments in their learning journey. Success in the learning process serves as a benchmark for achieving learning goals. An evaluation or assessment process is necessary to determine the achievement of learning objectives. Evaluation in learning holds significant strategic meaning in education. Learning evaluation aims to assess the development of students' learning outcomes after participating in the learning process. Evaluation is also conducted to determine the effectiveness and efficiency of the methods employed by the teacher during the learning process. The research method used in this study is qualitative research with a descriptive content analysis approach. The critical role of learning evaluation is not only defined by the system and characteristics of educators but also by the objectives, functions, principles, validity, and reliability of the evaluation tools used, which can influence the evaluation process in learning.   Abstrak Proses pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam pendidikan sebagai salah satu upaya untuk membekali diri peserta didik dengan kemampuan-kemampuan yang bersifat pengalaman, pemahaman moral dan keterampilan supaya peserta didik dapat mengalami perkembangan yang bersifat positif. Keberhasilan dalam proses pembelajaran menjadi tolak ukur tercapainya suatu tujuan dalam pembelajaran. Untuk mengetahui tercapainya suatu tujuan pembelajaran, maka perlu dilakukan proses evaluasi atau penilaian. Evaluasi dalam pembelajaran memiliki arti penting dan strategis dalam pendidikan. Secara garis besar, evaluasi pembelajaran memiliki tujuan untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi metode yang digunakan guru selama proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi bersifat deskriptif. Peran penting pada evaluasi pembelajaran tidak hanya dapat dilihat dari pendekatan dan karakteristik pendidik. Evaluasi pembelajaran ini memiliki peran penting dari tujuan, fungsi, prinsip, validitas, dan reliabilitas alat evaluasi pembelajaran juga dapat mempengaruhi proses evaluasi dalam pembelajaran. Kata Kunci: evaluasi; evaluasi pembelajaran; pembelajaran daring