Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Importance Of Keeping Health During Pandemic Asri Solihat; Agung Trisna Mukti; Lucky Luqmanul Hakim Ramadhan; Ryski Dwi Syahputra; Sopian Wibiksana
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 04 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i04.448

Abstract

Abstract The corona virus pandemic (COVID-19) has not only threatened physical health, but has also threatened the mental health of many people. A virus that has claimed thousands of lives around the world until now and has caused a lot of concern among the public every minute the community is always bombared with news and information about COVID-19 both through TV, social media and the internet. So do not be surprised if many people experience mental disorders such as excessive worry in the midst of a pandemic of diseases caused by the corona virus. Some mental disorders that often arise today, for example, easily carried emotions, stress, excessive anxiety, depression, and so on. Anxiety and mental disorders will then cause imbalances in the brain, which in turn arises into a psychological disorder, or also called psychosomatic. When a person experiences psychosomatic symptoms, he can feel symptoms such as COVID-19 disease, which is feeling fever, dizziness, or a sore throat, even though his body temperature is normal. Abstrak Pandemi virus corona 2019 (COVID-19) bukan hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga telah mengancam kesehatan mental banyak orang. Virus yang telah menelan ribuan korban jiwa di seluruh dunia hingga sampai sekarang ini dan telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. Setiap menit, masyarakat selalu dihujani oleh berita dan informasi seputar COVID-19, baik melalui TV, media sosial, serta internet. Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan mental seperti rasa kekhawatiran yang berlebihan di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona tersebut. Beberapa gangguan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan sebagainya. Kecemasan dan gangguan mental ini kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis, atau disebut juga psikosomatik. Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan, padahal suhu tubuhnya normal.
PENGEMBANGAN DIRI EKSTRAKURIKULER CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS DI SMA NEGERI 18 GARUT Asep Angga Permadi; Agung Trisna Mukti; Ani Kurniawati
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 2 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v7i2.6818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketangguhan mental pemain ketika bertanding, hal ini dikarenakan salah satu aspek keberhasilan tim yaitu pemainnya memiliki ketangguhan mental. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desktiptif.Populasi dalam penelitian ini adalah pemain eksterakuliluler bulutangkis di SMA Negeri 18 Garut yang mengikuti pertandingan pada kompetisi kejuaraan bulutangkis se kabupaten Garut, tim yang mengikuti berjumlah 28 tim. Teknik sampling menggunakan probability sampling. Kriteria dalam penentuan sampel ini meliputi: (1) Pemain bulutangkis SMAN 18 Garut yang mengikuti kejuaraan bulutangkis se kabupaten Garut, (2) bersedia menjadi sampel, dan (3) mengisi instrumen yang diberikan oleh peneliti secara penuh. Indeks validitas sebesar - 0,139-0,584 teknik analisis data yang digunakan menggunakan aplikasi Microsoft Excel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan yaitu: Pengembangan diri terhadap diri sendiri dengan niali rata-rata 72,3% di kategorikan tinggi, Sedangkan pengembangan diri di dalam keluarga dengan nilai rata-rata 63,7% di kategorikan Sedang , Sedangkan pengembangan diri di sekolah (Lembaga Pendidikan) dengan nilai rata-rata 60,9% di kategorikan sedang, dan sedangkan pengembangan diri di masyarakat dengan nilai rata-rata 61,2% di kategorikan sedang., dan hasil keseluruhan tingkat pengembangan diri ekstrakulikuler bulutangkis di SMA Negri 18 Garut  saat bertanding dengan hasil rata rata 65,1% maka hasilnya dikategorikan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.