Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Mendiskursuskan Kembali Makna Moderatisme Muhammadiyah Moh Shofan
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.57

Abstract

Perhelatan Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu beberapa waktu lalu, yang mengangkat tema “Beragama yang Mencerahkan”,—dan menjelang Muktamar Muhammadiyah Juli tahun 2020 mendatang—harus mampu memberikan perspektif baru. Muktamar Muhammadiyah mendatang harus menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang otentik dan cerdas terkait dengan berbagai ragam persoalan. Antara lain, Muhammadiyah dilihat dari bidang dakwah, pemikiran Islam, kepemimpinan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, filantropisme, isu gender serta keunikan-keunikan kasus yang berkembang di masyarakat. Ajang Muktamar Muhammadiyah mendatang akan terasa hambar bila ia kehilangan etos sebagai gerakan pembaruan, gerakan ilmu, gerakan amal, serta tidak mampu menangkap pesan zaman dan merespon persoalan sosialkeummatan. Artikel-artikel dalam jurnal ini harus kita baca secara kritis guna mempertajam keinsyafan akan permasalahan: Apakah usaha modernisasi (pembaruan) yang digagas oleh Muhammadiyah dalam perjalanan historisitasnya mengalami kemerosotan—jika tidak boleh disebut kemunduran? Apa usaha usaha yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah dalam melakukan moderasi Islam?
Agama, Sains, dan Covid-19: Mendialogkan Nalar Agama dan Sains Modern Moh Shofan
MAARIF Vol 15 No 1 (2020): Agama, Sains, dan Covid-19: Mendialogkan Nalar Agama dan Sains Modern
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i1.74

Abstract

Sejumlah artikel dalam jurnal edisi kali ini telah memberikan banyak perspektif, untuk memperkuat etos keagamaan dan etos keilmuan. Juga, mampu melihat secara kritis dan otoritatif untuk membicarakan dua bidang wilayah, baik wilayah agama maupun ilmu pengetahuan. Pula, dapat mengurangi kesenjangan penafsiran di antara dua bidang yang semakin lama semakin terspesialisasi ini. Artikel-artikel dalam jurnal ini harus kita baca secara kritis guna melihat celah menyikapi Covid-19 dengan pendekatan integrasi agama dan sains sebagai paradigma penyelesaian krisis.
Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi Moh. Shofan
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel-artikel dalam jurnal ini mencoba untuk melihat fenomena wajah pendidikan yang berubah drastis akibat pandemi covid-19. Selama ini guru lebih cenderung mengajar dengan bertatap muka, baik di kelas maupun di luar ruang kelas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa sangat tidak mungkin institusi pendidikan bisa menciptakan karakter siswanya jika pembelajaran tidak dengan bertatap muka. Tentu, banyak kendala yang dihadapi guru dan siswa yang muncul dalam pembelajaran metode daring yang tidak bisa dihindari. Sebagaimana dijelaskan di atas, banyak satuan pendidikan yang terkendala dengan koneksi jaringan internet yang tidak ada.
Muhammadiyah dan Moderasi Islam Etos Gerakan dan Strategi Aksi Muhammadiyah Jelang Muktamar Ke-48 Moh. Shofan
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.129

Abstract

Artikel-artikel dalam jurnal ini secara umum melihat secara kritis bagaimana peran Muhammadiyah di tengah arus informasi teknologi, dan juga sebagai gerakan Islam yang membawa moderatisme, baik dalam hal sistem pemikiran dan gerakannya, atau melalui jalur pendidikan dalam rangka mewujudkan masyarakat moderat dan berkemajuan. Semangat kemodernan dan pencerahan Muhammadiyah juga terinstitusionalisasi ke dalam konsep Islam berkemajuan dalam konteks cita-cita Indonesia yang lebih maju. Gagasan keindonesiaan Muhammadiyah tercermin dalam konsep darul ahdi was syahadah.
Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan Moh. Shofan
MAARIF Vol 16 No 2 (2021): Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel-artikel dalam jurnal ini secara umum melihat secara kritis bagaimana Islam memandang perempuan, serta peran perempuan di ruang publik. Seiring perkembangnya zaman, kaum perempuan mempunyai pemikiran maju dan berkarya di tengah-tengah publik sesuai dengan kemampuan bidangnya untuk memperkuat eksistensi kaum perempuan, memperkuat kepemimpinan perempuan dan memperkuat organisasi-organisasi perempuan yang konsen pada isu gender. Demikian juga, meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga pengambil keputusan untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah, peraturan-peraturan dan kualitas layanan dasar, agar memenuhi kebutuhan perempuan secara lebih proporsional.
Islam Liberal: Menimbang Konteks, Merumuskan Penafsiran Moh Shofan
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 2 No 1 (2015): Konfrontasi, January
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.854 KB) | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v4i1.54

Abstract

The methodologies of liberal or progressive Islam rest on the interpretation and re-interpretation of traditional Islamic scripture (the Quran) and other texts (such as the Hadith), a process called ijtihad. This can vary from the slight to the most liberal, where only the meaning of the Quran is considered to be a revelation, with its expression in words seen as the work of the prophet Muhammad in his particular time and context. As a consequence, liberal/progressive Muslims may then interpret verses from the Quran allegorically or even set them aside.
Dialog Agama dan Tantangan Teologi Global Moh. Shofan
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 1 No 1 (2014): Konfrontasi, January
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.326 KB) | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v3i1.64

Abstract

As we know, Frithjof Schuon, Seyyed Hossein Nasr, dan Fazlur Rahman have represented Islam pluralists in modern time, responding globalized world and international changes. This article reveal about the world view of the Islam pluralists who have struggled to exert pluralism. peace, solidarity, mutual understanding and respect for all of human beings. The Islamic path for peace, civilizational dialogue and mutual understanding is very significant for muslim and nonmuslim in building international peace, justice and solidarity.
Pluralisme Agama Bukan Nihilisme: Respon Untuk Kaum Fundamentalis Moh. Shofan
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 3 No 1 (2016): Konfrontasi, January
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.047 KB) | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v1i1.83

Abstract

This article will see the problem of pluralism through multi- dimensional approach. The plural society is not only the characteristic of modern industrial society, but also the characteristic of Islamic society, since the Prophet (PBUH) era. Normatively, al-Quran clearly rejects the exclusif way of life. In todays life, admitting diversity but having no will to create harmony will cause an unendless problem. Pluralism is the divine design which must be applied in manner and action. This must not stop in the discourse, but more practical. Human being is not merely a homo pluralist, who appreciate the diversity, but homo multiculturalist, who believe that in a plural relation there must be build real actions based on equality and justice.
Fundamentalisme Islam: Gejala Ketidakmampuan dalam Merespon Makna Zaman Moh. Shofan
SIASAT Vol. 4 No. 3 (2019): Siasat Journal, July
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.098 KB) | DOI: 10.33258/siasat.v4i3.45

Abstract

The phenomenon of religious fundamentalism and terrorism become a very serious threat to modern society. Religiosity in the modern age is expected by the western intellectuals as 'civil religion' is far from reality. Precisely pattern that emerges is religious fundamentalism and reinforced the use of religious symbols which for fundamentalists, not only identity, but more than that, a symbol of resistance.
Politisasi Agama di Ruang Publik: Ideologis atau Politis ? Mohammad Shofan
MAARIF Vol 13 No 2 (2018): Politisasi Agama di Ruang Publik: Ideologis atau Politis ?
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v13i2.17

Abstract

Tulisan ini difokuskan sebagai upaya untuk membangun pemahaman dan kesadaran kritis isu politik identitas, politisasi agama, yang sering kali memicu konflik horizontal—yang diakibatkan oleh gesekan kepentingan, baik intra maupun antar-pemeluk agama yang berbeda. Persekongkolan di antara mereka yang ingin mendapatkan keuntungan secara materi dan politik dari agama akan membawa dampak-dampak yang sangat destruktif. Agama yang di dalamnya mengajarkan hidup damai dan saling menghormati akan terjebak dalam tafsir tunggal melalui fatwa-fatwa keagamaan yang ekstrem. Padahal, agama menyediakan ruang tafsir yang sangat terbuka dengan catatan setiap tafsir mampu membawa kemaslahatan bersama