Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MENTORING MANAJEMEN MEDIA SOSIAL UNTUK BRANDING YAYASAN BHUMIKSARA Maria Dini Gilang Prathivi; Antonius Juniarto; Ririsma Sihombing
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3107-3114

Abstract

Kurangnya pengetahuan akan manajemen sosial media untuk branding organisasi nirlaba ini dan ketidaktersediaan sumber pendanaan untuk menghire trainer atau konsultan sosial media, membuat PKM ini menjadi terlaksana. Kegiatan dilaksanakan dengan mengadakan kerjasama antara Bhumiksara dengan pemberi jasa PKM di Universitas Matana. Dengan hal ini terkait dengan bidang ke ilmuan dalam media sosial. Hal ini terjalin kerjasama dikarenakan adanya keterbatasan biaya dari Lembaga dengan konsultan media. Ketika melakukan kerjasama yang diharapkan mendapatkan promosi melalui media sosial dengan baik dan menarik agar nantinya dapat diminati serta memberikan tampilan yang baik dan bagus. Dengan memantau dan juga memonitor ini serta memberikan jasa diharapkan dapat memberi dampak lebih serta kemampuan dikemudian hari untuk terus memajukan Yayasan Bhumiksara menjadi maju. Kegiatan PKM ini dapat terus berlangsung dan juga berjalan, serta dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk jangka waktu yang lama.
INBOUND TRAINING LEADERSHIP AND TEAM BUILDING SISWAI SMA ERENOS Paulus Yulius Fanggidae; Antonius Juniarto; Ririsma Sihombing
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2782-2786

Abstract

Pada dasarnya, Tuhan telah menciptakan setiap manusia dengan berbagai talenta yang sesuai dengan kasih karuniaNya, yang masing-masing dapat digunakan untuk menjalani kehidupan yang diberikan kepada mereka. Unik bahwa setiap ciptaan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan dengan keadaan ini diharapkan bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lain. Untuk berbagi kehidupan yang diberikan. Pembelajaran adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan meningkatkan kemampuan diri dan memaksimalkan talenta yang diberikan oleh Sang Pencipta. Pembelajaran ini dapat dilakukan melalui kegiatan formal di lembaga pendidikan atau melalui pelatihan soft skill dan hard skill. Kedua metode ini dapat dilakukan secara bersamaan, dan hasilnya adalah nilai yang diterima oleh mereka yang mengikutinya yang memungkinkan mereka untuk menjadi lebih baik dan lebih cerdas. Sekolah Erenos merupakan lembaga pendidikan Formal yang dalam proses pembelajarannya selain pembelajaran formal, juga mendorong peserta didiknya untuk aktif dan terlibata dalam kegiatan oraganisasi di sekolah salah satunya adalah OSIS. Melalui kegiatan OSIS para peserta didik diberi kesempatan untuk aktif didalamnya melalui berbagai peran. Pilihan untuk terlibat dalam organisasi memerlukan komitmen yang konsisten dan disiplin disamping kertampilan lain misalnya kepemimpinan dan kerjasama, terkait dengan hal hal ini maka untuk melengkapi para peserta didik yang akan terlibat dalam mengelola kegiatan OSIS tersebut dengan mengembangkan potensi kemampuan memimpin dan kerjasama sebagai tim. Terkait dengan hal ini maka FEBIS Universitas Matana diberi kempatan untuk melengkapi calon pengurus OSIS SMP dan SMA Erenos melalui kegiatan “Inbound Training Leadership and Team Buliding” dengan tema “to become a great leader” dengan metode ceramah dan simulasi dengan terlebih hadulu melakukan pretest untuk mengetahui potensi kepemimpinan yang ada dalam diri para peserta.
Organizational Culture Female Workers Glass Ceiling: The Effects On Career Satisfaction And Work Engagement Ririsma Sihombing; Agnes Neisha Kirani; Melviana
Jurnal Manajerial Vol. 12 No. 03 (2025): Jurnal Manajerial
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jurnalmanajerial.v12i03.9925

Abstract

Background – One crucial aspect that needs constant improvement is the calibre of human resources.  Quality resources that are in line with recent advancements, particularly digital transformation, are required in the present 4.0 era.  Men and women still participate in the workforce at a significantly different rate.  It is imperative that continuous efforts be made to increase women's employability. Aim – Analyzing and identifying the organizational culture of the glass ceiling for female workers career satisfaction and work engagement is the goal of this study. Design /Methodology /Approach – Up to 340 female employees who worked by or had status as workers in a company took part the survey.  Purposive sampling, formerly known as sampling based on judgement, was the sample strategy employed. A 5-point Likert scale survey had been used to collect data, and it was distributed online via a Google Form.  SMART-PLS was used for SEM analysis, and SPSS was used for descriptive analysis. Findings – Glass Ceiling is influenced by Organization Culture, Glass Ceiling influences Career Satisfaction and Work Engagement, and Organization Culture influences Career Satisfaction and Work Engagement. In this way, Glass Ceiling acts as a mediator between Organization Culture and Career Satisfaction.  This indicates that glass ceiling can operate as a mediator between Organizational culture and career satisfaction.  Next, Glass ceiling acts as a mediator connecting Organization Culture and Work Engagement, showing that Glass ceiling can act as a mediator between Organization Culture and Work Engagement. Conclusion - This study also found that organizational culture not only directly influences job satisfaction and engagement, but also indirectly through the mediating role of the glass ceiling. This means that a non-inclusive organizational culture reinforces these barriers, which then negatively impacts women's work experiences. Research Implications – According to this study, a non-inclusive corporate culture perpetuates the glass ceiling, which has a detrimental effect on women's involvement and job happiness.  It follows that companies must reassess promotion policies, foster a gender-equal workplace culture, and assist women in advancing their careers.  Policies that promote a more equal and inclusive workplace for people of all genders can also be influenced by these findings. Research Limitations – The collection of data has been limited to female employees, and there are currently limited samples, requiring more comprehensive studies on a greater proportion of female employees.
PENGUATAN LAYANAN KONSULTASI STATISTIK HYBRID SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA UNIT PST BPS KABUPATEN TANGERANG Wijil Nugroho; Ririsma Sihombing
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59204

Abstract

Unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Kabupaten Tangerang memiliki peran penting sebagai garda depan layanan data dan statistik bagi masyarakat, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan organisasi perangkat daerah. Evaluasi periode 2023-2025 menunjukkan peningkatan kualitas layanan yang konsisten, tetapi juga memperlihatkan perubahan kebutuhan pengguna menuju layanan yang lebih interaktif dan berbasis pendampingan. Pada tahun 2025, pelayanan konsultasi statistik menjadi layanan paling dominan dengan porsi pemanfaatan 57%, sedangkan Indeks Kepuasan Konsumen mencapai 95,45 dan Indeks Persepsi Anti Korupsi mencapai 96,65. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merumuskan penguatan layanan konsultasi statistik hybrid sebagai strategi peningkatan kualitas pelayanan publik pada Unit PST BPS Kabupaten Tangerang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui telaah dokumen, forum konsultasi publik, diskusi panel, identifikasi masalah layanan, dan penyusunan rekomendasi model layanan hybrid. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan layanan perlu diarahkan pada kejelasan ruang lingkup konsultasi, integrasi kanal luring dan daring, mekanisme triase pertanyaan, standar waktu respons, dokumentasi pengetahuan, serta tindak lanjut konsultasi yang belum selesai dalam satu interaksi. Luaran kegiatan berupa model layanan konsultasi statistik hybrid dan matriks indikator monitoring yang dapat digunakan sebagai dasar penyempurnaan standar pelayanan PST. Model ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas, responsivitas, transparansi, dan akuntabilitas layanan statistik publik.