Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOSIALISASI PENGELOLAAN SDM DI ERA GLOBALISASI PADA UMKM BINAAN DINAS KOPERASI DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN Wijil Nugroho
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi para pelaku UMKM Binaan Dinas Koperasi, mengajarkan mereka terkait memanajemen keuangan dan e-commerce, dan memberikan pengetahuan tentang teknologi informasi di era globalisasi. Pada saat kegiatan pelaksanaan metode dipilih dengan memilih beberapa pelaku yang mengikuti sosialisasi Provinsi Tangerang. Kegiatan sosialisasi ini diberikan secara langsung kepada pelaku UMKM dan sumber daya pendukung lainnya yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari informan. Hasil kegiatan sosialisasi ini menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh dinas koperasi Provinsi Tangerang diwujudkan dalam bentuk pengelolaan program, yaitu melalui pelatihan pengelolaan perencanaan pada bisnis dan manajemen. Adapun manfaat dari kegiatan sosialisasi ini menggunakan lima metrik yaitu peningkatan modal usaha, peningkatan pendapatan, peningkatan penjualan, peningkatan laba, peningkatan tenaga kerja, atau peningkatan sumber daya manusia. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa peningkatan kelima indikator tersebut, yang menunjukkan bahwa usaha UMKM Binaan lebih baik.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI PEMASARAN DIGITAL PADA SISWA SMA YADIKA 10 KOSAMBI Wijil Nugroho; Chronicha Gracea Tiophilus Sinambela
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57186

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pemasaran digital siswa SMA YADIKA 10 Kosambi melalui pelatihan digital marketing yang mencakup konsep marketing, digital marketing, social media marketing, dan e-commerce. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X dan XI dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pemberian contoh penerapan platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan materi, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi reflektif berbasis observasi partisipasi dan respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman awal mengenai perbedaan marketing dan sales, tujuan serta keunggulan digital marketing, pemanfaatan media sosial untuk promosi, dan manfaat serta risiko e-commerce. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta bahwa media digital dapat dimanfaatkan secara produktif untuk membangun personal branding maupun aktivitas kewirausahaan sederhana. Dengan demikian, pelatihan digital marketing relevan sebagai bentuk penguatan literasi digital dan kewirausahaan siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan serupa disarankan dilanjutkan melalui praktik pembuatan konten, simulasi toko online, dan pengenalan analitik digital agar dampak pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan terukur.
PENGUATAN LAYANAN KONSULTASI STATISTIK HYBRID SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA UNIT PST BPS KABUPATEN TANGERANG Wijil Nugroho; Ririsma Sihombing
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59204

Abstract

Unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Kabupaten Tangerang memiliki peran penting sebagai garda depan layanan data dan statistik bagi masyarakat, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan organisasi perangkat daerah. Evaluasi periode 2023-2025 menunjukkan peningkatan kualitas layanan yang konsisten, tetapi juga memperlihatkan perubahan kebutuhan pengguna menuju layanan yang lebih interaktif dan berbasis pendampingan. Pada tahun 2025, pelayanan konsultasi statistik menjadi layanan paling dominan dengan porsi pemanfaatan 57%, sedangkan Indeks Kepuasan Konsumen mencapai 95,45 dan Indeks Persepsi Anti Korupsi mencapai 96,65. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merumuskan penguatan layanan konsultasi statistik hybrid sebagai strategi peningkatan kualitas pelayanan publik pada Unit PST BPS Kabupaten Tangerang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui telaah dokumen, forum konsultasi publik, diskusi panel, identifikasi masalah layanan, dan penyusunan rekomendasi model layanan hybrid. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan layanan perlu diarahkan pada kejelasan ruang lingkup konsultasi, integrasi kanal luring dan daring, mekanisme triase pertanyaan, standar waktu respons, dokumentasi pengetahuan, serta tindak lanjut konsultasi yang belum selesai dalam satu interaksi. Luaran kegiatan berupa model layanan konsultasi statistik hybrid dan matriks indikator monitoring yang dapat digunakan sebagai dasar penyempurnaan standar pelayanan PST. Model ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas, responsivitas, transparansi, dan akuntabilitas layanan statistik publik.
PENDAMPINGAN ENGLISH ENRICHMENT BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING DAN TASK-BASED LANGUAGE TEACHING BAGI SISWA KELAS VII MTS PEMBANGUNAN UIN JAKARTA Fakhra Awdizza Nugroho; Wijil Nugroho
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62061

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyediakan kesempatan terstruktur bagi siswa kelas VII MTs Pembangunan UIN Jakarta untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang bermakna, kolaboratif, dan autentik. Program English Enrichment dilaksanakan selama lima hari pada 16, 17, 20, 21, dan 22 Juli 2026 melalui kolaborasi dengan National English Centre. Peserta dikelompokkan ke dalam tujuh zona pendampingan dan mengikuti rangkaian ice breaking, perkenalan diri, deskripsi lingkungan sekolah, pembuatan poster digital, talking report, asesmen empat keterampilan, kompetisi bahasa, cookery, simulasi market day, dan pertunjukan kelompok. Pelaksanaan program menggunakan pendampingan partisipatif, experiential learning, dan task-based language teaching. Bukti evaluasi diperoleh dari rundown resmi, observasi mentor, produk peserta, kegiatan tes tertulis dan lisan, dokumentasi foto, serta refleksi penutupan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa urutan kegiatan menyediakan kesempatan berulang untuk penggunaan bahasa interpersonal, prosedural, transaksional, dan presentasional. Peserta menyelesaikan produk kolaboratif, terlibat dalam tugas berbasis performa, dan menggunakan bahasa Inggris di luar latihan lembar kerja konvensional. Pendampingan kelompok kecil juga memungkinkan pemberian scaffolding dan umpan balik secara langsung. Karena data pre-test dan post-test yang lengkap tidak tersedia, hasil program ditafsirkan secara deskriptif dan tidak digunakan untuk menyatakan peningkatan kemampuan secara kausal. Pelaksanaan berikutnya disarankan menggunakan asesmen awal-akhir yang terstandar, catatan kehadiran, instrumen umpan balik peserta, dan evaluasi tertunda untuk memperkuat bukti dampak serta keberlanjutan program.
Transforming Micro, Small and Medium-Sized Enterprise Marketing in Indonesia: a Cluster-Based Policy Framework Bramantyo Djohanputro; Ririsma Sihombing; Wijil Nugroho
Maneggio Vol. 3 No. 4 (2026): AUGUST - MJ
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/tck63e53

Abstract

Micro, small and medium-sized enterprises in Indonesia face heterogeneous constraints in digital capability, branding, product standards and market access, yet public support is often delivered through fragmented programmes. This article develops a cluster-based policy framework for marketing transformation. The underlying policy study combined stakeholder focus groups, policy review, international benchmarking, field-based segmentation and key-performance-indicator design. Five operational clusters are differentiated using eight readiness dimensions. The resulting framework aligns market access, digitalisation, collective branding, product competitiveness, strategic partnerships and tiered incentives with enterprise readiness, and proposes a three-stage implementation roadmap. The study argues that segmentation should function as a policy-allocation mechanism rather than merely a descriptive classification. By linking enterprise readiness to differentiated interventions and measurable outcomes, the framework offers an implementable approach for emerging economies seeking to move from generic small-business support towards coordinated, data-driven marketing ecosystems.
HOW GAMIFIED TRIAL SERVICES INFLUENCE PROSPECTIVE STUDENTS PERCEPTIONS AND ENROLLMENT INTENTIONS M. Rachman Mulyandi; Muhammad Arief Asad; Christina Liem; Wijil Nugroho
Jurnal Manajemen dan Bisnis Performa Vol. 23 No.2 (2026)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v23i2.11191

Abstract

This study explores the use of a gamified trial service as an innovative promotional strategy to enhance student recruitment in private higher education. It examines how a business simulation-based trial experience influences prospective students' perceptions of service quality, learning experiences, and enrollment intentions. A qualitative approach was employed using participant observation and semi-structured interviews. Forty prospective students participated in the business simulation, and five participants were purposively selected for in-depth interviews. Data were analyzed thematically until saturation was achieved. The findings indicate that the gamified trial service created an engaging and authentic pre-enrollment experience that positively influenced participants' perceptions of service quality and business education. The simulation enhanced experiential learning by improving participants' understanding of business decision-making, risk management, and problem-solving while increasing their engagement with the university. Although these positive experiences did not consistently translate into immediate enrollment intentions, they fostered favorable attitudes toward the institution and encouraged positive word-of-mouth. This study contributes to the higher education marketing literature by integrating experiential marketing, gamification, service quality, and the Theory of Planned Behavior into a single framework. The findings suggest that gamified trial services represent a promising promotional innovation for strengthening institutional differentiation and supporting long-term student recruitment strategies.
The Meaning of Omnichannel Experience Consistency on Customer Loyalty: A Qualitative Study at Jaya Abadi Automotive Workshop Paulus Y Fanggidae; Siswono Akuan Rokanta; Wijil Nugroho; Jonathan Flavian Kusumawidjaja; Malvin Gamaliel Simaora; Djoel T.M. Lumban Raja
Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Riset Ilmu Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/akuntansi.v5i2.3241

Abstract

This study aims to understand the meaning of omnichannel experience consistency for automotive workshop customers and how such experiences contribute to customer loyalty. The context of Jaya Abadi Automotive Workshop was selected because customer service interactions occur not only through face-to-face encounters at the workshop, but also through WhatsApp, telephone calls, social media, Google reviews, and service reminders. This research was designed as a qualitative study using a case study approach. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with customers who had used more than one service channel, observations of service processes, and documentation of relevant customer communications. Thematic analysis was employed to interpret patterns of meaning emerging from customer experiences. Preliminary findings indicate four main themes: consistency of information as the foundation of technical trust, continuity of relationships between digital and face-to-face channels, fulfillment of service promises as evidence of workshop integrity, and service memory perceived as personal. These findings emphasize that customer loyalty in automotive workshops is determined not only by price or location proximity, but also by the alignment of cross-channel experiences that make customers feel secure, understood, and confident to return. The practical implications of this study highlight the need for communication standardization, integration of service histories, and consistent post-service follow-up across all service channels.