Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Relayout Fasilitas Produksi pada Produk Pipe Assy Dea Purnama Sari; Bambang Cahyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak pabrik merupakan kegitan untuk mengatur fasilitas yang bersifat fisik bagi perusahaan yang bertujuan untuk mendukung lancarnya proses proses produksi. Penelitian dilakukan pada proses pembuatan Pipe Assy, produk ini merupakan salah satu part dalam pembuatan kipas angin yang memiliki fungsi sebagai tiang penyangga pada kipas angin. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh jumlah jarak 666,3 meter untuk perpindahan material antar stasiun kerja untuk semua prosesnya. Perpindahan waktu yang cukup besar tentunya dapat mempengaruhi waktu proses penyelesaian produk yang semakin tinggi, penempatan stasiun kerja yang mempunyai hubungan kedekatan yang erat tetapi ditempatkan berjauhan dan terdapat proses bolakbalik juga mempengaruhi waktu proses penyelesaian produk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki area lingkungan kerja dengan melakukan perancangan ulang tata letak fasilitas pabrik. Metode yang digunakan dalam proses pengolahan data adalah menggunakan metode grafik dan metode Blocplan. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa usulan layout yang sebaiknya diterapkan perusahaan adalah layout hasil Blocplan dengan efisiensi momen perpindahan sebesar 67,40% dibandingkan dengan usulan layout hasil metode grafik dengan efisiensi momen perpindahan sebesar 61,43%. Perhitungan tersebut belum disertai dengan simulasi secara nyata sehingga perlu melakukan simulasi dinamis untuk mengetahui efisiensi penerapan layout baru perusahaan.
PENENTUAN TITIK PUSAT WAREHOUSE DAN SISTEM DISTRIBUSI PORTLAND COMPOSITE CEMENT DI WILAYAH WONOGIRI Bambang Cahyadi; Belinda Aulia
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kunci kesuksesan sebuah perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar terletak pada manajemen rantai pasok yang baik, untuk mendukung hal tersebut perlu diperhatikan proses pendistribusian mengingat biaya transportasi berkisar antara sepertiga hingga dua pertiga total biaya logistik. Penelitian dilakukan di perusahaan produsen semen yang mendistribusikan Portland Composite Cement (PCC) ke seluruh Indonesia, namun saat ini untuk wilayah Wonogiri pengelolaannya masih dilakukan oleh pihak ketiga dengan konsekuensi memberikan biaya subsidi. Penelitian ini membahas mengenai penentuan titik pusat distribusi (warehouse) dengan menggunakan gravity location models dan rute pengiriman Portland Composite Cement (PCC) dengan sistem distribusi milk run yang optimal di wilayah Wonogiri. Hasil menunjukan bahwa titik pusat distribusi yang optimal terletak pada koordinat X017 = 30,85 dan Y017 = 35,88 dengan sistem distribusi terbaik adalah bila perusahaan menggunakan 19 kendaraan tronton atau 13 trailer. Bila keputusan ini dijalankan maka perusahaan akan mengeluarkan total biaya sebesar Rp. 299.491.892 sedangkan bila pihak ketiga yang menjalankan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 752.752.000. Oleh karena itu bila pengelolaan dipegang oleh perusahaan nilai efisiensi yang akan diperoleh sebesar 60,3%.
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN PADA BENGKEL PIPA DAN MESS KARYAWAN I DENGAN METODE PETA KONTUR Qatrunnada Ridha Aliyah; Bambang Cahyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada bengkel pipa pembuatan sistem perpipaan kapal laut. Pada bengkel terdapat mesin blower yang menyebabkan bising dan didapatkan hasil tingkat kebisingan tertinggi adalah 89,9 dB yaitu sudah melewati ambang batas kebisingan sesuai dengan PERMENKES No. 70 Tahun 2016  yaitu sebesar 85 dB. Aktivitas produksi pada bengkel ini menyebabkan bising yang terdengar hingga area mess karyawan, maka dari itu penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kebisingan dan sebaran tingkat kebisingan yang dihasilkan dari aktivitas bengkel pipa kepada area mess menggunakan metode peta kontur yang diolah dari Surfer Software dan menentukan alat pelindung pendengaran yang tepat bagi karyawan bengkel pipa dan penghuni mess. Lokasi titik sampling terbagi menjadi tiga bagian, yaitu di area bengkel pipa, area warehouse dan area mess karyawan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tingkat kebisingan tertinggi pada area mess karyawan yaitu sebesar 70,8 dB, area warehouse sebesar 77,4 dB dan area bengkel pipa sebesar 86 dB. Area mess dan bengkel pipa telah melewati ambang batas kebisingan, maka upaya pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan digunakannya alat pelindung pendengaran atau dibuatnya peredam pada mess.
IDENTIFIKASI KELUHAN RASA SAKIT BAGIAN TUBUH ATAS OPERATOR DEPARTEMEN TWISTING Nabilah Safitri; Bambang Cahyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postur kerja merupakan indikator penting yang harus diperhatikan dalam melakukan aktivitas. Mengacu kepada hasil pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap operator departemen twisting didapatkan bahwa keluhan rasa sakit pada bagian atas tubuh yang meliputi punggung, pinggang dan tangan kanan mengalami rasa sakit yang diakibatkan oleh kegiatan mengangkat bahan baku seberat 16 kg yang diambil dari lantai kemudian diangkat dan diletakan pada pot change yang berada pada ketinggian bagian atas kepala operator. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan untuk mengurangi keluhan akibat rasa sakit yang dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui batas beban yang direkomendasikan dengan metode RWL yang mengacu kepada NIOSH dan mengetahui tindakan perbaikan mengenai postur tubuh operator dengan metode RULA. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa nilai batas beban melebihi nilai yang direkomendasikan oleh NIOSH, tindakan perbaikan mengenai aktivitas mengangkat bahan baku yaitu perlu dilakukannya tindakan, sedangkan pada aktivitas menaruh bahan baku yaitu mungkin perlu dilakukan perbaikan dan usulan rancangan desain alat bantu berupa meja menggunakan sistem hidrolik.