Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Relationship between Mother's Knowledge and Repeated Fever Seizures in Seruni Nursing Room at Majene in Regional Hospital Raehan Raehan
J-HEST Journal of Health Education Economics Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Polewali: Dewan Pengurus Daerah Sulawesi Barat Forum Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.757 KB) | DOI: 10.36339/jhest.v1i1.23

Abstract

Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak sebanyak 2% sampai 5% anak yang berumur kurang dari 5 tahun pernah mengalami kejang disertai demam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian kejang demam berulang di ruang perawatan seruni RSUD Majene tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observational dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang anaknya mengalami kejang demam sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis person chi-square dengan α = 0.05. Pengetahuan ibu tentang kejadian kejang demam berulang, sama besar antara pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang, kejadian kejang demam berulang lebih banyak pada kategori kejang demam berulang. Kesimpulan: hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian kejang demam berulang di ruang perawatan seruni RSUD Majene tahun 2017. Saran: merencanakan kebutuhan pendidikan kesehatan bagi ibu khususnya dengan anak penderita kejang demam, sehingga dapat mengontrol kejadian kejang demam berulang
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY R USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 1 HARI DENGAN FAKTOR RESIKO USIA IBU TERLALU TUA DI PUSKESMAS BANGGAE ranita puteri; Nur Anita; Raehan Raehan
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i1.119

Abstract

Kehamilan resiko tinggi adalah ibu hamil dengan berbagai faktor resiko yang dapat menganggu proses kehamilan sampai bersalin atau mengancam jiwa ibu dan janin. Kontribusi kematian ibu dapat dikelompokkan menjadi penyebab tidak langsung, dimana penyebab langsung dari kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan asuhan kebidanan continuity of care (pengkajian, diagnose kebidanan, rencana tindakan, implementasi, evaluasi) secara holistic dan menekankan pada tindakan dan masalah yang sesuai topic penelitian. Dalam pembahasan asuhan kebidanan continuity of care pada Ny “R” dengan usia kehamilan 34 minggu 1 hari dengan resiko kehamilan usia ibu terlalu tua di puskesmas banggae II Kabupaten Majene diperoleh bahwa asuhan kebidanan pada Ny “R” dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB di Puskesmas bangga II. Asuhan kebidanan proses persalinana berjalan dengan normal. Keadan bayi baru lahir baik, tidak ada masalah berhari. Proses post partum atau nifas pada Ny “R” berlangsung normal. Asuhan nifas cukup maksimal sesuai dengan teori dan apa yang penulis lihat di lapangan Ny “R” sebagai calon apsektor KB IUD serta dalam proses asuhan yang diberikan dan kondisi yang dialamu oleh pasien tidak terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara teori dan lahan praktek lapangan.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil sebagai Upaya Mendukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Nur Anita; Nurul Aeni; Raehan Raehan; Erna Amin
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.896

Abstract

Introduction: Breastfeeding is a crucial component of maternal and child health, yet many mothers still face challenges related to knowledge and preparedness for exclusive breastfeeding. Community-based educational interventions are needed to improve maternal understanding and promote the use of locally available resources that may support lactation. Objective: The purpose of this service was to improve the knowledge of pregnant women regarding exclusive breastfeeding and the potential use of basil leaves as a natural support for breast milk production. Method: This public service was conducted through a community-based educational program involving lectures, interactive discussions, and practical demonstrations. Participants were pregnant women who attended the activity. Knowledge levels were measured using pre-test and post-test questionnaires, and the results were analyzed descriptively. Result: The activity involved 20 pregnant women and was implemented successfully with active participation. The results showed an increase in participants’ knowledge after the educational intervention, indicated by a higher proportion of participants in the good knowledge category and the absence of participants in the poor category at post-test. Conclusion: Educational interventions combined with participatory approaches and the utilization of local resources effectively improved pregnant women’s knowledge and readiness to support exclusive breastfeeding practices.
Edukasi Gizi Seimbang dan Deteksi Dini Tanda Bahaya Pada Kehamilan Raehan Raehan; Nur Anita; Tri Noviyanti Mansyur; Yesi Gusnawati
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.904

Abstract

Introduction: Pregnancy is a critical period that greatly influences the health outcomes of both the mother and the fetus. Adequate maternal nutrition plays a crucial role in supporting fetal growth and development, preventing pregnancy complications, and reducing the risk of stunting. In addition to nutritional adequacy, early detection of danger signs during pregnancy is an important preventive measure to reduce maternal morbidity and mortality. However, limited knowledge among pregnant women and their families regarding balanced nutrition and pregnancy danger signs often leads to delays in seeking appropriate medical care. Therefore, educational interventions are needed to improve awareness and understanding of these issues. Objective: This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of pregnant women regarding balanced nutrition and the early detection of pregnancy danger signs in the working area of Lembang Public Health Center. Method: This activity was conducted through health education sessions involving lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions. Educational materials focused on balanced nutrition during pregnancy and the identification of pregnancy danger signs. The effectiveness of the education was evaluated using a pre-test and post-test to measure participants’ knowledge improvement. In addition, health screening was conducted, including hemoglobin examination, measurement of mid-upper arm circumference (MUAC), and blood pressure assessment to identify potential pregnancy risks. Result: The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding balanced nutrition, with average scores improving from 62% in the pre-test to 85% in the post-test. Understanding of pregnancy danger signs also increased from 58% to 88%. Furthermore, 90% of participants expressed commitment to regularly consuming iron tablets, and 85% were able to mention at least three pregnancy danger signs after the educational session. Screening results revealed that 20% of pregnant women were at risk of anemia, 15% had MUAC below 23.5 cm indicating risk of chronic energy deficiency, and two cases of hypertension were referred for further medical examination. Conclusion: The educational program on balanced nutrition and early detection of pregnancy danger signs was successfully implemented and resulted in improved knowledge and awareness among pregnant women. This activity contributes to strengthening promotive and preventive health efforts in improving maternal health outcomes and supporting safe pregnancies.