Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepraktisan Media Pembelajaran Komik Matematika pada Materi Himpunan Kelas VII SMP/MTs Ardy Irawan; M. Arif Rahman Hakim
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.01 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v10i1.2934

Abstract

Media pembelajaran memiliki kontribusi dalam proses belajar mengajar, tidak saja membantu pengajar menyampaikan pelajaran tetapi juga memberikan nilai tambah dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan media dalam proses belajar mengajar memiliki dua peranan penting, yaitu: (1) media sebagai alat bantu mengajar atau disebut sebagai dependent media karena posisi di sini sebagai alat bantu (efektivitas), (2) media sebagai sumber belajar yang digunakan sendiri oleh para peserta secara mandiri atau disebut dengan independent media. Salah satu media yang dapat dijadikan solusi sebagai media pembelajaran yang menarik adalah komik matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepraktisan dari media yang dikembangkan yaitu komik matematika. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang diadaptasi dari Branch (2009) meliputi tahap analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data kepraktisan dilakukan dengan menggunakan angket uji kepraktisan media pembelajaran oleh guru pada uji perorangan dan pengumpulan data kepraktisan oleh pada uji lapangan skala lecil dengan menggunakan angket persepsi siswa. Data pada instrumen angket uji kepraktisan yang telah diisi kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan melakukan perhitungan skor total untuk seluruh indikator yang kemudian dianalisis dengan rumus untuk mengetahui nilai kepraktisannya. Berdasarkan hasil uji kepraktisan dapat diketahui bahwa media yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat praktis yaitu dengan persentase uji coba perorangan (guru) 91,4% dan uji kelompok kecil (siswa) 93,8%. Jika dilihat berdasarkan penilaian dari guru maupun siswa menunjukan bahwa ada pertimbangkan mengenai media pembelajaran sehingga memenuhi kriteria kepraktisan. Kata kunci: Media pembelajaran, Komik Matematika
Development of a Learning Module on Linear Motion Material Using Robotics Based on Miniature Sahur Arakan Integrated with a STEM Approach M. Arif Rahman Hakim; Haerul Pathoni; Syamsurizal
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1835

Abstract

The integration of local wisdom in physics learning remains limited, and no module simultaneously combining the Arakan Sahur tradition, robotics technology, and the STEM approach has yet been developed. This study aimed to develop a straight-motion learning module using robotics based on Arakan Sahur miniatures integrated with STEM and to analyze its feasibility in terms of content quality, presentation, usability, and implementation in learning activities. The study employed the Research and Development (R&D) method using the Borg and Gall model limited to five stages. Data were collected through material expert validation questionnaires, media expert validation questionnaires, teacher perception questionnaires, student response questionnaires, and interviews. The feasibility indicators included material relevance, language clarity, content presentation, STEM integration, self-instructional characteristics, stand-alone usability, and user-friendliness of the module. The results showed that material expert validation achieved an average score of 3.47 (very good), while media expert validation reached 3.50 (very good) after two rounds of revision. Teacher perceptions obtained an average score of 3.44 (very good), and responses from 22 students reached 3.55 (very good). The module also demonstrated explicit implementation of the four STEM components through robotics programming, motion analysis, engineering design, and mathematical calculations. In addition, 95.5% of students showed high interest in learning physics using robotics-based activities. In conclusion, the developed module is considered valid and practical for use in high school physics learning and contributes as an innovative teaching material integrating physics concepts, local culture, robotics, and STEM learning.