Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Sampel Serum dan Plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat) Subiyono, Subiyono; Martsiningsih, M Atik; Gabrela, Denni
Jurnal Teknologi Laboratorium Vol 5 No 1 (2016): 2016 (1)
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.451 KB)

Abstract

Pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu menegakkan diagnose suatu penyakit dan memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat. Pemeriksaan kadar glukosa darah dapat membantu perubahan pola dan gaya hidup sehat, untuk menghindari makanan yang mengandung glukosa tinggi berisiko meningkatkan kadar glukosa darah. Pemeriksaan kadar glukosa biasanya menggunakan sampel serum dan sampel plasma. mengetahui hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dan gambaran perbedaan hasil kadar glukosa darah metode GOD-PAP dari sampel serum dan plasma EDTA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk table untuk mengetahui selisih rata-rata kadar glukosa darah sampel serum dan plasma EDTA dan grafik untuk mengetahui yang lebih tinggi. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel serum rata – rata 103,7 mg/dl, sedangkan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel plasma rata –rata 101,3 mg/dl. Berdasarkan analisa uji deskriptif dinyatakan ada perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah antara sampel serum dan plasma EDTA. Ada perbedaan hasil pemriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP dengan menggunakan sampel serum dan plasma EDTA.
Mengembangkan Budaya Literasi untuk Masyarakat Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Subiyono, Subiyono; Trie Ramadhany Gunawan, Marina; Darul Harbi, Dani; Nurbaeti, Nurbaeti; Fadlan, Sandy; Pardiansyah, Dedi; Sutiawati, Sutiawati; Rudiansyah, Ahmad
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v1i2.430

Abstract

Segala upaya untuk memampukan dan membiasakan membaca bagi warga merupakan salah satu investasi untuk pembangunan berkelanjutan. Agar kegiatan membaca menjadi tradisi dan budaya bangsa, maka perlu dilakukan pembiasaan sejak dini. Tujuan pengabdian yakni mengembangkan budaya literasi untuk masyarakat Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Metode pengabdian yang dilakukan yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa Segala upaya untuk memampukan dan membiasakan membaca bagi warga merupakan salah satu investasi untuk pembangunan berkelanjutan. Agar kegiatan membaca menjadi tradisi dan budaya bangsa, maka perlu dilakukan pembiasaan sejak dini. Dalam turut serta mensukseskan program literasi yang dicanangkan pemerintah, maka kami Kelompok 2 PKM STAI Sabili menyelenggarakan program Habituasi Literasi.
Implementasi Disiplin Positif di SD/MI Nurishlah, Laesti; Subiyono, Subiyono; Hasanah, Iis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 12 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10806745

Abstract

Learning discipline problems in Ibtidaiyah Elementary School (SD/MI) can vary depending on the context and environment of the school. This study aims to analyze the implementation of positive discipline in elementary schools / MI. The research method used is library research using a qualitative approach. The results show, Positive discipline provides significant benefits for teachers and students in elementary / MI, helping to create a conducive, motivating, and empowering learning environment for all parties involved in the learning process. By following appropriate steps and actively involving all stakeholders, schools can successfully implement positive discipline and create a conducive, motivating and supportive learning environment for all students. Through positive discipline, students learn values such as responsibility, cooperation, and integrity. This helps them become good individuals and contribute positively to society
The Urgency of Role Playing Models in Improving the Character of Speech Manners at P5 Activities in Elementary Schools Nurishlah, Laesti; Subiyono, Subiyono; Safitri, Siti Nurul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 15 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10806803

Abstract

The learning process often involves reflection on the experience and knowledge gained. Through this reflection, individuals can develop a deeper understanding of themselves, their values, and how they want to shape their character. This study aims to analyze the urgency of role playing models in improving the character of manners and speech in P5 activities in elementary schools. The research method used is library research with a qualitative research approach. The role playing model creates an active and enjoyable learning environment where students can be directly involved in the learning process, thereby increasing their engagement and retention of the concepts taught. Through role playing, students learn to value and respect the opinions of others, which can help strengthen interpersonal relationships and create a more positive and inclusive school environment. By considering the urgency and benefits offered by the role playing learning model, its use is expected to be an effective strategy in improving the character of manners and speech in P5 activities in elementary schools
Implementasi Program Goal Setting Berbasis Partisipatif dalam Pengembangan Karakter Visioner Anak Sekolah di Desa Warnasari, Pangalengan Mayasari, Annisa; Martiadi, Rizwan; Nurishlah, Laesti; Subiyono, Subiyono; Arifudin, Opan; Kartika, Ika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2526

Abstract

This community service activity aims to implement the program goal setting as a visionary personal development strategy for children in the school environment. This program was implemented on June 13 and 14, 2025, in Warnasari Village, Pangalengan District, Bandung Regency, involving residents and Karang Taruna as strategic partners. The implementation method of community service is through 3 (three) stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. Through a participatory approach, this activity introduces the concept of life goal setting (goal setting) systematically using the SMART method (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Participants were given an understanding of the importance of having a vision and life goals from an early age and how to guide children to plan their future in a focused manner. The results of the activity showed that most participants were able to understand the concept/goal setting and developing self-development plans for children. Furthermore, Karang Taruna has demonstrated its commitment to continuing this program's mentoring at the school and community levels. This program is expected to be the first step in developing a generation of young people with a strong future orientation and visionary character.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan program goal setting sebagai strategi pengembangan pribadi visioner bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Program ini dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Juni 2025 di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan warga dan Karang Taruna sebagai mitra strategis. Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini memperkenalkan konsep penetapan tujuan hidup (goal setting) secara sistematis menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki visi dan tujuan hidup sejak dini serta cara membimbing anak untuk merancang masa depan mereka secara terarah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami konsep goal setting dan menyusun rencana pengembangan diri bagi anak-anak. Selain itu, Karang Taruna menunjukkan komitmen untuk melanjutkan pendampingan program ini di tingkat sekolah dan komunitas. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang memiliki orientasi masa depan yang kuat dan karakter visioner.