Muhammad Dimas Firdaus
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENENTUAN WAKTU MALAM MENGGUNAKAN SKY QUALITY METER DENGAN PENDEKATAN MOVING AVERAGE Hariyadi Putraga; Arwin Juli Rakhmadi; Muhammad Hidayat; Muhammad Dimas Firdaus
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.714 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v8i2.11363

Abstract

ABSTRAKDalam penelitian ini akan diukur tingkat kecerahan langit untuk mengetahui waktu menghilangnya cahaya merah syafaq yang ada di langit setelah matahari terbenam pada malam hari. Awal waktu malam atau waktu isya diisyaratkan oleh beberapa ulama dengan menghilangnya mega merah atau saat langit benar-benar gelap. Dalam pengukuran tingkat kecerahan langit menggunakan alat Sky Quality Meter (SQM) yang merupakan salah satu teknologi sensor cahaya non image dengan  pendekatan pengolahan menggunakan metode Moving Average. Data diperoleh dari SQM yang diambil selama 12 hari berturut-turut pada bulan Maret saat Matahari berada di dekat Ekuator. Hasil penelitian dalam data yang telah diolah dan diproses menunjukkan bahwa awal waktu langit mulai gelap paling awal pada pukul 19:39:19 WIB pada dip matahari 16° 22’ 17” dan paling akhir pada pukul 19:46:12 WIB pada dip 17° 28’ 47”. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini cahaya syafaq menghilang berdasarkan pengamatan dan pengolahan menggunakan metode Moving Average menunjukkan pada range 16° 22’ 17” sampai 17° 28’ 47”. Kata kunci: awal malam; isya; SQM; moving average. ABSTRACTIn this study, the night sky brightness was measured to determine the disappearance time of the reddish light of syafaq in the sky after sunset. The beginning of the night or Isya is hinted at by some scholars with the disappearance of the red sky or when the sky is completely dark. The measurement of the sky brightness using the Sky Quality Meter (SQM) instrument which is one of the non-image light sensor technologies with the Moving Average approach method. The data were obtained from 12 consecutive days in March when the Sun was near the Equator. The results of this study show that at the beginning of the time the sky begins to darken earliest at 19:39:19 WIB on the solar dip at 16° 22' 17" and the latest at 19:46:12 WIB at dip 17° 28' 47". It can be concluded in this study that the light disappear based on observation and processing using the Moving Average method shows in the range of 16° 22' 17" to 17° 28' 47". Keywords: night; isya; sqm; moving average.
Studi Konstelasi Peradaban Arab dari Kitab Suwar Al-Kawakib Al-Thabita Menggunakan Software Stellarium Hariyadi Putraga; Arwin Juli Rakhmadi; Muhammad Hidayat; Muhammad Dimas Firdaus
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 13, No 2 (2022): YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v13i2.16965

Abstract

Constellations originating from Arab civilization are still very little known and studied. Kitab Al-Kawakibal-Thabitahal-Sufi contains stars that include star coordinates and approximate magnitudes, as well as star details with their graphs. This study aims to examine the differences in the number of stars in the constellation samples, compare the visual appearance of the illustrations on the Stellarium software and study the differences in the shapes of the western constellations and the Arab constellations. This research is a literature study by analyzing data on the number of stars, their position, and presentation of the constellations written by al-Sufi in his work Al-Kawakib Al-Thabita SuwarThe number of stars in the sample constellations, the difference in illustration comes from the orientalization of the figures and at first glance, the magnitudes of the stars in al-Ṣūfi's works are similar to those of Ptolemy's. Al-Sufi identified a total of 134 additional stars, 65 stars located in the North constellation, 41 stars in the Zodiac constellation, and 28 stars in the Southern constellation. His observations show that the magnitude values of 520 stars out of a total of 1022 stars are identical between al-Sufi and Ptolemy. Stellarium provides an excellent visual presentation of the depiction of constellations in Arab civilization according to the book by al-Sufi.Konstelasi yang berasal dari peradaban Arab masih sedikit sekali dikenal dan dipelajari. Kitab al-Kawakib al-Thabitah karya Al-Ṣūfi berisi bintang yang mencantumkan koordinat bintang dan perkiraan magnitudo, serta detail bintang dengan grafiknya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji perbedaan jumlah bintang pada sampel konstelasi, membandingkan tampilan visual ilustrasinya pada software Stellarium dan mempelajari perbedaan bentuk konstelasi barat dan konstelasi Arab. Penelitian ini merupakan kajian Pustaka dengan melakukan analisis data jumlah bintang, posisi dan penyajian rasi bintang yang dituliskan oleh al-sufi dalam karyanya Suwar Al-Kawakib Al-Thabita. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan antara konstelasi dari buku Almagest dan kitab al-Kawakibal-Thabitah berupa perbedaan jumlah bintang pada konstelasi sampel, perbedaan ilustrasi berasal dari orientalisasi figur dan Sepintas besar magnitude bintang-bintang pada karya al-Ṣufi mirip dengan karya Ptolemy. Al-Sufi mengidentifikasi secara total jumlah 134 bintang tambahan, 65 bintang terletak di rasi bintang Utara, 41 bintang in rasi bintang Zodiac dan 28 bintang di rasi bintang Selatan. Pengamatannya menunjukkan bahwa nilai magnitudo 520 bintang dari total 1022 bintang yang identik antara Al-Sufi dan Ptolemy. Stellarium memberikan sajian visual yang sangat baik terhadap penggambaran konstelasi pada peradaban Arab menurut kitab karya Al-Sufi.