Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Pendidikan Holistik berbasis Karakter (Chracter-Based Integrated Learning) pada Guru PAUD Aisyiah Insan Mentari Sumbang dan TK Pertiwi Sumbang Ratna Kartika Wati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.995 KB)

Abstract

Kegiatan Penerapan Ipteks Bagi Masyarakat ini bertujuan Supaya pengelola dan guru-guru Paud Aisyiah seranting Sumbang bertambah wawasan dan pengetahuannya tentang pendidikan holistik berbasis karakter sehingga membekali para pengelola dan guru Paud Aisyiah Insan Mentari Sumbang dan TK Pertiwi Sumbang untuk keberhasilan pembentukkan kepribadian anak didik secara keseluruhan. Pengelola dan guru-guru Paud Aisyiah Insan Mentari Sumbang dan TK Pertiwi Sumbang mempunyai ketrampilan/skill dan kemampuan yang mumpuni dan memadahi dalam hal memberikan pendidikan holistik berbasis karakter bagi anak didiknya sehingga anak mampu berpikir kritis, dapat menyelesaikan masalah dan kreatif. Anak juga menjadi suka belajar Metode kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada paud Aisyiah seranting Sumbang Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dinyatakan berhasil dengan indikator peserta pelatihan paham tentang pembelajaran holistik .berbasis karakter. Berdasarkan evaluasi program kegiatan ini, Perlu Perlu diberikan pelatihan yang lain untuk meningkatkan kualitas guru-guru Paud Aisyiahse ranting Sumbang.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SOSIAL JARAK JAUH SELAMA PANDEMI COVID 19 DI PASAR WAGE PURWOKERTO Ratna Kartika Wati; Soediro Soediro
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.61 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan pemerintah dan sejumlah pihak terkait untuk tetap mengizinkan pasar tradisional tetap beroperasi di masa pandemi covid 19, oleh karena itu perlu diatur bagaimana para pedagang dan pembeli di pasar tersebut dapat bertransaksi dengan aman di tengah situasi yang tidak kondusif. pandemi covid 19. Penelitian ini untuk mendapatkan temuan terkait Penerapan Kebijakan Social Distancing Selama Masa Pandemi Covid 19 di Pasar Wage Purwokerto. Penelitian akan dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah para pedagang di Pasar Wage Purwokerto. Penentuan subjek ditentukan secara purposive berdasarkan karakteristik pedagang. Metode pengumpulan data menggunakan: (1) wawancara mendalam, (2) Focus Group Discussion/FGD, dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai pengaturan social distancing selama masa pandemi COVID-19 di pasar Wage Purwokerto, kelebihan dan kekurangannya, serta sebagai opini dan masukan penting yang bermanfaat. dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan aturan social distancing selama masa pandemi COVID-19 di Pasar Wage Purwokerto. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Hubermans melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penerapan kebijakan aturan social distancing selama masa pandemi COVID19 di Pasar Wage Purwokerto telah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pemerintah sebagai pengayom masyarakat dan juga peran pengelola pasar sebagai organisasi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menegakkan aturan dan menjaga harmonisasi hubungan antara pedagang dan pesanan pembeli masih perlu dievaluasi kembali dengan melihat pada fakta di lapangan. Selain itu, pengelola pasar ke depan diharapkan dapat menjadi fasilitator dan mediator yang dapat membawa aspirasi penjual dan pembeli di pasar Wage Purwokerto untuk disampaikan kepada pengambil kebijakan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dicarikan solusi. Lalu mengenai physical distancing, pada dasarnya penjual dan pembeli tidak menunjukkan gestur penolakan.
The Effectiveness of Problem-Based Learning Model in Developing Critical Thinking Skills on the “Youth Pledge” Topic Within the Framework of “Bhinneka Tunggal Ika” Nurul Azizah; Elly Hasan Sadeli; Ratna Kartika Wati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.898

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in developing critical thinking skills on the "Youth Pledge." The method employed in this study is a quasi-experiment with a non- equivalent control group design. The sample consists of Grade VIII A as the experimental group (n=30) and Grade VIII C as the control group (n=30). The data collection techniques include questionnaires,  observations, and documentation analysis, which were analyzed using alternative paired sample test and independent sample t-test with results of 0.000 0.05, indicating that the Problem-Based Learning model effectively cultivates critical thinking skills among students. This is supported by the results of the n-gain present test, which yielded a score of 61.81% for the experimental group and 34.31% for the control group. The effect size test yielded a value of 2.61, falling into the category of high influence.
The Effects of Morning Assembly Activities on the Independence Character of Students (Pre-Experimental Designs at SMK Karya Mandiri Nusawungu) Lisa Selina Nursiyami; Efi Miftah Faridli; Ratna Kartika Wati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1258

Abstract

This study aims to determine the extent of morning assembly activities' effects on students' independent character. The method used in this research is Pre-Experimental Designs with a One-Shot Case Study design. The sample comprises 56% or 157 students from the total 10th-grade classes. Data collection techniques employed in this study include observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data analysis method utilized is the Partial T-test. The results indicate that morning assembly activities impact the independent character of students at SMK Karya Mandiri Nusawungu. This conclusion is based on the Partial T-test results, which show a calculated T value of 18.043 compared to a table value of 0.67608 and a significance value of 0.000, which is less than 0.05, indicating that morning assembly activities significantly affect the independent character of students. Furthermore, the simple linear regression test results reveal a correlation value of 0.823 or 82.3%, which falls into the very high category. Additionally, the coefficient of determination (R Square) test results show a value of 67.7%, indicating that it is clear that variable X (morning assembly activities) affects variable Y (independent character). The high R Square value demonstrates that morning assembly activities significantly affect students' independent character.
Implemantasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di SMP Negeri 1 Sukahening Rhifa Erdinnissa Widyatama; Elly Hasan Sadeli; Ratna Kartika Wati
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v15i2.23384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi P5 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan untuk mengetahui bagaimana dampak dari implementasi P5 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMP Negeri 1 Sukahening. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Koordinator P5, Guru Pendidikan Pancasila dan Peseta didik di kelas VII. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tenik analisis data dengan pengumpulan data, redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Sukahening di kelas VII mengangkat 3 tema yaitu tema kewirausahaan dengan berdagang, tema suara demokrasi pemilihan ketua osis, dan tema kearifan lokal dengan memaikan permainan tradisional. Semua tema yang di angkat dapat mempengaruhi cara berpikir peserta didik. Kegiatan P5 ini memberikan dampak positif terlihat dari mulai ada peningkatan dalam kemampuan mengnalisis informasi, menyampaikan ide atau argumen, menyimpulkan hasil diskusi dan merubah cara berpikir peserta didik. Kegiatan mengeksplorasi implementasi P5 pada jenjang serta pendekatan yang lebih beragam diharapkan dapat terus dilaksanakan agar kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat semakin berkembang dengan baik
Effective and Efficient Dispute Resolution Through Optimation of Court Connected Mediation Indriati Amarini; Noorfajri Ismail; Ratna Kartika Wati; Marsitiningsih Marsitiningsih; Ika Ariani Kartini
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 14 (2023): Proceedings of International Conference on Legal Studies (ICOLAS 2023)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v14i.908

Abstract

The judiciary is a mechanism provided by the state to resolve disputes. However in practice, dispute resolution in court is not in accordance with the principles of justice, namely effective and efficient judicial institutions. This research aims to analyze the legality and development of mediation in court. The research method used is library research with secondary data sources in the form of laws and regulations, research results and literature. One of the progressive ideas of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in order to realize effective and efficient courts, among others, is to strengthen the institution of mediation in the Court for the settlement of civil disputes. However, it seems that the efforts of the Supreme Court institutions need to be further refined through improving the quality and quantity of human resources, improving supporting infrastructure and court institutions are consistent in supporting the mediation development programs in the Court.
Moral Considerations of Students in Taking Online Loans: Between Needs and Desires Ratna Kartika Wati; Ani Kusbandiah; Indriati Amarini
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11857

Abstract

This study examines students' morality in decision-making regarding online loans. The purpose of this study is to identify factors that influence students' decisions to take online loans and analyze the role of morality in this process. This study uses a combination of qualitative and quantitative methodologies, aiming to provide deeper insights into the social and economic impacts of online loans on students. Data collection techniques include surveys, in-depth interviews, and case study analysis. In the context of the increasingly widespread phenomenon of online loans, especially among students, this study identifies several factors that influence their decisions to borrow. This study also links its findings to the Theory of Planned Behavior (TPB) and Moral Theory. Individual and collective morality play an important role in decision-making regarding online loans. Collective morality, which includes the norms and values ​​of social groups, also influences online loan decisions. Students' involvement with online loans has a significant impact. In the short-term, students often experience stress and anxiety due to debt pressure. In the long-term, it can disrupt education and create a cycle of poverty.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Annisa Nur Hikmah; Ratna Kartika Wati; Efi Miftah Faridli; Elly Hasan Sadeli
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33818

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi fleksibilitas Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta dampaknya terhadap penumbuhan karakter disiplin siswa di MTs Negeri 3 Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan Konseling, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan empat orang siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan fleksibilitas kurikulum melalui strategi literasi pagi, kontrak belajar, pembiasaan religius, serta kolaborasi dengan guru BK. Namun, ditemukan kendala berupa kurangnya pemahaman teknologi oleh guru, lemahnya pengawasan penggunaan gawai, serta belum konsistennya perilaku disiplin siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka mampu mendukung pembentukan karakter disiplin apabila didukung kesiapan guru, lingkungan sekolah, dan partisipasi aktif siswa.The paradigm shift in education in Indonesia through the Independent Curriculum emphasizes flexible learning oriented towards strengthening student character. This study aims to describe the implementation of the flexibility of the Independent Curriculum in Pancasila Education learning and its impact on the development of students' disciplined character at MTs Negeri 3 Banyumas. This study used a qualitative approach with a case study method. The research subjects included the Pancasila Education teacher, the Guidance and Counseling teacher, the vice principal for curriculum, and four students. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers utilized curriculum flexibility through morning literacy strategies, learning contracts, religious habits, and collaboration with guidance and counseling teachers. However, obstacles were found in the form of a lack of technological understanding by teachers, weak supervision of device use, and inconsistent student disciplinary behavior. This study concluded that the flexibility of the Independent Curriculum can support the formation of disciplined character if supported by teacher readiness, the school environment, and active student participation. Curriculum is considered capable of supporting the development of disciplined character if supported by teacher readiness, the school environment, and active student participation.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Winarni Puspitasari; Eko Priyanto; Wildan Nurul Fajar; Ratna Kartika Wati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.29714

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik di SMP Muhammadiyah Banyumas”. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik akibat kemajuan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia, serta menurunnya sikap toleransi. Upaya untuk menumbuhkan nilai karakter, khususnya dimensi kreatif, direalisasikan melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMP Muhammadiyah Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Koordinator P5, Guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan P5 terbukti mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif, menumbuhkan sikap kolaboratif, serta mengembangkan kreativitas melalui berbagai proyek berbasis nilai Pancasila. Kendati demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana prasarana, perbedaan karakter siswa, serta konsistensi guru dalam mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan praktik pendidikan karakter di sekolah menengah serta menjadi rujukan dalam implementasi P5 untuk meningkatkan kreativitas peserta didik.This study is entitled “Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project to Enhance Students’ Creative Thinking Skills at SMP Muhammadiyah Banyumas.” The background of this research is the low level of students’ creative thinking skills, which are influenced by the rapid development of technology, limited human resources, and a decline in tolerance. One effort to foster character values, particularly the dimension of creativity, is realized through the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. The study was conducted at SMP Muhammadiyah Banyumas, Banyumas District, Banyumas Regency. The research subjects included the school principal, P5 coordinator, civic education teacher, and students. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings revealed that the implementation of P5 was carried out through several structured stages, ranging from planning, implementation, to evaluation. The project activities successfully encouraged students to participate actively, develop collaborative attitudes, and enhance creativity through various projects based on Pancasila values. However, the study also identified several challenges, such as limited infrastructure, differences in students’ character, and teachers’ consistency in integrating Pancasila values into the learning process. This study contributes significantly to the development of character education practices in secondary schools and serves as a reference for implementing P5 to improve students’ creativity.
Implementasi Model Pembelajaran Value Clarification Technique untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kemanusiaan di SMP Gunungjati 1 Purwokerto Heni Fungkiana; Wildan Nurul Fajar; Eko Priyanto; Ratna Kartika Wati; Elly Hasan Sadeli
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Value Clarification Technique (VCT) dalam menanamkan nilai kemanusiaan pada siswa SMP Gunungjati 1 Purwokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VCT diterapkan melalui perencanaan modul ajar berbasis studi kasus dan refleksi nilai, pelaksanaan diskusi klarifikasi, serta evaluasi sikap siswa. Model VCT efektif meningkatkan pemahaman dan pengamalan siswa tentang nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dan membentuk sikap empati. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan adaptasi siswa terhadap pembelajaran reflektif. Model VCT direkomendasikan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan nilai secara kontekstual dan bermakna.This study aims to describe the implementation of the Value Clarification Technique (VCT) model in instilling humanistic values among students at SMP Gunungjati 1 Purwokerto. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the VCT model was implemented through three key stages development of case study-based teaching modules with value reflection, implementation of clarification discussions, and evaluation of students' attitudinal changes. The VCT model effectively enhanced students' understanding and practice of the principle of "A Just and Civilized Humanity" while fostering empathetic attitudes. Implementation challenges included time constraints and students' adaptation to reflective learning. The study recommends VCT as an alternative strategy for contextual and meaningful value internalization in Pancasila Education.