Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Kertas dari Limbah Padat Produksi Tepung Aren Dengan Proses Soda Maulidina Juliano Karesi; Ahmad M Fuadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.843 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris,dengan jumlah limbah pertanian yang cukup banyak salah satunya limbah tepung aren. Industri tepung aren di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menghasilkan limbah tepung aren sejumlah 659 ton/tahun atau 2,19 ton/hari. Umumnya limbah tepung aren dimanfaatkan oleh pabrik jamur,namun setelah industri jamur yang memanfaatkan limbah aren mengalami kebangkrutan,pihak industri mengalami kesuliatan membuang limbah, sehingga limbah dibuang di bantaran sungai dan di jalan-jalan, padahal dilihat dari dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa ampas pati aren mengandung komponen-komponen sebagai berikut: selulosa (60,61 %), hemiselulosa (15,74 %), lignin (14,21 %), glukosa reduksi (0,5689 %), air ( 7,87 %) dan lain-lain (0,1 %) sehingga sangat cocok untuk dijadikan bahan baku alternatif untuk pembuatan kertas yang saat ini 90% masih didominasi oleh kayu. Pada penelitian ini limbah tepung aren dikenakan proses pulping, chelating, dan bleaching sebelum dicetak menjadi kertas. Proses pembuatan kertas menggunakan proses soda dengan variabel konsentrasi NaOH 3% 5% dan 8%,. Pada proses pulping dilakukan pada temperatur 105oC dengan variasi waktu 30, 60, 90,120 dan 180 menit, lalu dikeringkan dalam oven pada temperatur 105 oC selama 2 jam. Kemudian setelah pulping dilakukan proses chelating dengan menggunakan H2SO4 0,2% dan EDTA 0,8% dengan suhu 70oC selama 60 menit sedangkan proses bleaching menggunakan H2O2 8% selama 90 menit dengan suhu 80 . Didapatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOH dan semakin lama waktu pemasakan maka bilangan kappa dan kadar ligninnya akan semakin turun sedangkan derajat putihnya semakin naik. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 8% pada waktu 60 menit dengan brightness yang didapat sebesar 59,31.
Pembuatan Kertas dari Limbah Padat Produksi Tepung Aren dengan Proses Organosolv Nanda Putri Hendriyana Ningsih; Ahmad M Fuadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3328.706 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pulp dan kertas terbesar ke-9 di dunia. Kebutuhan kertas yang terus meningkat membuat kebutuhan bahan baku kertas, yaitu kayu, ikut meningkat. Penggunaan bahan baku alternatif pengganti kayu diperlukan agar tidak memicu eksploitasi hutan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan dalam pembuatan kertas yaitu limbah padat produksi tepung aren, karena limbah aren memiliki kadar selulosa sebesar 97,54%, sedangkan syarat kadar selulosa untuk pembuatan kertas sebesar 50%. Proses pembuatan kertas dilakukan dengan melaluibeberapa proses yaitu: proses pulping, chelating dan bleaching. Proses pulping yaitu menggunakan pelarut asam asetat dengan konsentrasi 3%, 5%, dan 8%. Proses pemasakan dilakukan pada suhu 105 dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 180 menit, kemudian dikeringkan pada suhu 105 selama 2 jam. Setelah itu, pulp dilakukan proses chelating dengan menggunakan H2SO4 0,2% dan EDTA 0,8%, sedangkan proses bleaching menggunakan hidrogen peroksida 8%, kemudian dilakukan pengujian bilangan kappa dan derajat putih. Didapatkan hasil, bahwa semakin tinggi konsentrasi asam asetat dan waktu pemasakan, maka bilangan kappa dan kadar lignin semakin rendah sehingga nilai lightness dan derajat putih semakin tinggi. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 8% pada waktu pemasakan 60 menit dengan nilai lightness 50,4 dan derajat putih sebesar 48.85%.