Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efikasi Diri Dan Tingkat Pendidikan Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Pintakasari Widyaningtyas; Anika Candrasari; Safari Wahyu Jatmiko; Nining Lestari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.425 KB)

Abstract

Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit yang sudah sangat umum dan menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Berdasarkan hasil laporan dari World Health Organization (WHO) diperkirakan terdapat 1,4 juta masyarakat dunia terjangkit penyakit tuberkulosis pada tahun 2016. 1,4 juta diantaranya meninggal dunia. Laporan terbaru menyatakan terdapat setidaknya sekitar 6 juta masyarakat menderita penyakit tuberkulosis. Mengetahui ada tidaknya hubungan antara efikasi diri dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua pasien dewasa tuberkulosis yang aktif berobat di BBKPM Surakarta pada tahun 2019 dengan sampel 50 responden dengan teknik kuota sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri (p=0,027) dan tingkat pendidikan (P=0,001) dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis. Dengan yang paling berpengaruh adalah tingkat pendidikan (OR= 11,323) lalu kemudian efikasi diri (OR= 5,247). Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara efikasi diri dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pasien dengan tingkat pendidikan yang paling berpengaruh. Faktor efikasi diri dan tingkat pendididkan berpengaruh secara bermakna terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis. Tingkat faktor risiko kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis yang terbesar adalah tingkat pendidikan
Herpes Zoster Thorakalis Sinistra Eddy Tjiahyono; Pintakasari Widyaningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes zoster merupakan salah satu penyakit kulit dikarekan reaktivasi virus Varicella Zoster yang bersifat lokal, lebih tepatnya menginfeksi orang dewasa yang memiliki ciri tipikal yaitu nyeri radikuler, unilateral, dan sekelompok vesikel yang tersebar berdasarkan dermatomal yang inervasinya oleh satu ganglion saraf sensoris. Seorang laki-laki berusia 62 tahun datang dengankeluhan utama muncul plenting-plenting pada daerah kulit dada dan punggung sebelah kiri. Keluhan muncul sejak 2 hari sebelum berobat. Pada pemeriksaan fisik menunjukan papul, vesikel eritematosa multiple yang tersebar pada daerah dermatom yaitu di di daerah thorakalis sinistra.Pasien didiagnosis mengalami herpes zoster thorakalis sinistra. Terapi farmakologi atau medikamentosa yang diberikan pada pasien yaitu asiklovir 5x800 mg, neurobat 2x1 tablet, gabapentin 2x100 mg, dan obat oles campuran krim estesia dan krim gentamisin 2x1. Pasien diedukasi untuk dilarang menggaruk luka pada kulit, menggunakan baju yang longgar dan meresap keringat, minum obat secara rutin, makan makanan bergizi, asupan cairan yang cukup sertaberistirahat dengan cukup.