Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH CD4 PASIEN HIV AIDS YANG DITERAPI ANTIRETROVIRAL: STUDI LITERATUR Iin Novita Nurhidayati Mahmuda; Nandya Herdiana; Angiesta Pinakesty; Poetrie Wulandari Ruswandi; Triana Rahma Juwita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.933 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian, membatasi penularan serta penyebaran penyakit, dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan HIV/AIDS adalah dengan terapi antiretroviral, yang salah satu keberhasilannya dinilai dari perbaikan imunologis dan diketahui bahwa cluster of differentiation 4 (CD4) sebagai penanda status kesehatan sistem imun, maka pemeriksaan CD4 dapat digunakan untuk menentukan pasien yang memerlukan pengobatan profilaksis infeksi oportunistik (IO) dan terapi antiretroviral. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS yang diterapi antiretroviral. Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review atau kajian literatur. Sumber penelitian diambil dari beberapa database dengan kata kunci “("increase CD4" AND "decrease CD4" AND "hiv" OR "human immunodeficiency virus" AND "acquired immunodeficiency syndrome" AND "antiretroviral")”. Dari 612 artikel, terdapat 8 artikel yang sesuai dengan kriteria retriksi. Dari beberapa artikel tersebut didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi angka CD4 adalah jenis kelamin, usia, stadium klinis, jumlah CD4 awal, kepatuhan dalam terapi antiretroviral (yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dukungan sosial, tingkat pendidikan, penggunaan ponsel, jenis kelamin, waktu kunjungan ke tempat pelayanan kesehatan, faktor ekonomi), jumlah viral load, ada tidaknya koinfeksi tuberkulosis (TB), dan infeksi hepatitis C (HCV). Faktor yang mempengaruhi jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS yang diterapi antiretroviral adalah jenis kelamin,, usia, stadium klinis, kepatuhan pasien dalam terapi antiretroviral, jumlah CD4 awal, jumlah viral load, dan ada tidaknya infeksi oportunistik (TB, HCV).
Seorang Laki-Laki 23 Tahun dengan Keratitis: Laporan Kasus Poetrie Wulandari Ruswandi; Ida Nugrahani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keratitis ialah peradangan pada kornea. Gejala patognomik dari keratitis ialah terdapatnya infiltrat di kornea. Infiltrat dapat ada di seluruh lapisan kornea, dan menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya keratitis, salah satunya dari usia dan pekerjaan. Keratitis dapat menyerang semua usia tetapi lebih sering pada dewasa. Pada kasus ini, pasien laki-laki 23 tahun, dengan keluhan utama rasa mengganjal di mata kiri disertai dengan mata berair, silau, ngeres seperti berpasir saat berkedip, dan penglihatan kabur. Keluhan dirasa sudah 5 hari sebelum datang ke poli mata RSUD Karanganyar. Pemeriksaan status lokalis pada mata tampak infilrat di korena pada mata kiri. Dari anamnesis dan pemeriksaan mata didapatkan diagnosis keratitis. Terapi pada pasien ini diberikan antibiotik C. Floxa tetes mata, pengganti air mata. C. Lyteers tetes mata, dan obat oral NSAID dengan natrium diklofenak. Keratitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.