Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kesiapsiagaan Masyarakat Di Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Kawasan Resiko Bencana ( KRB ) III dalam Penanggulangan Bencana Margono Margono; M Khoirul Amin; Retna Tri Astuti
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v9i2.784

Abstract

Abstract Introduction: Magelang Regency is one of the areas on the slopes of Merapi Mountain with the greatest disaster risk is volcanic eruptions. Dukun Village is one of the volcanic disaster-prone areas located approximately 8 km from the top of the mountain and included as Disaster Risk Area III in Magelang Regency. In the eruption on 2010 most of the Dukun community evacuated to other districts avoiding the hot clouds. The volcano in Magelang was on alert status from May 21, 2018. Within a period of 1.5 years, several volcanoes emitted volcanic ash and earthquakes. Under these circumstances, the risk of disaster in the community is very high, especially those in the Disaster Risk Area III of Merapi Mountain. Community based disaster management needs to be improved, especially in preparation for disaster preparedness. Method: the type of this research is descriptive quantitative, with a field survey analysis method using a questionnaire about the community preparedness at Dukun Village in Disaster Risk Area III dealing with disasters. Results: The results showed the community analysis of disaster risk in the Dukun village was a volcanic eruption with a percentage of 96% of the community, source of information obtained by the community about the disaster 89% showed from village officials, as many as 74% of families had participated in the socialization of the disaster but the majority were only the family heads, as much as 66% have sought disaster risk reduction and as many as 33.5% of the community if there is a plan to evacuate siblings. Family preparedness in preparing first aid kits was still very low. Conclusion: The Dukun Village community has realized that being in a disaster-prone area, at present the majority of families have participated in preparedness socialization but in disaster risk reduction and preparation is still lacking.
PENGARUH TERAPI ZINGER OFFICINALE TERHADAP INTENSITAS NYERI LOW BACK PAIN DI POSYANDU MARGOMULYO DESA NGRANCAH KECAMATAN GRABAG MARGONO MARGONO
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: to analyze the effect of Zingiber officinale to decrease the level of pain in patients with Low Back Pain (LBP). Methods: This study design is Quasi Experiment with using the draft "pretest-posttest Design" Results: Evaluation after the intervention occurred during two weeks a significant reduction in pain intensity with pain intensity scale rarely with light. Conclusion: Zingiber officinale therapy can be one of the complementary therapies in nursing care patients with LBP. This study shows that Zingiber officinale can reduce pain intensity.
Upaya Peningkatan Kapasitas Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Margono .; Riana Mashar; Khoirul A
Jurnal ABM Mengabdi Vol 6 No 2 (2019): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sambungrejo merupakan salah satu desa dikecamatan grabag yang berada di lereng perbukitan dengan luas wilayah 393,5 Ha dengan hamparan wilayahnya terdiri atas lereng pegunungan yang dikelola warganya untuk lahan pertanian. Desa Sambungrejo terdiri dari 5 dusun yakni Pringapus, Sambungrejo, Nipis, Karanglo dan Sidorejo. Masing-masing dusun memiliki karakter geografis dan topografi yang hampir sama dengan jumlah penduduk 2.063 jiwa. Bencana bajir dan tanah longsor di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag yang terjadi pada tanggal 29 April 2017 telah mengakibatkan kerusakan harta benda dan 13 orang meninggal dunia (BPBD Kabupaten Magelang, 2017). Penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama yang harus dilaksanakan oleh pemerintah, dunia usaha dan seluruh unsur serta lapisan masyarakat. Untuk menangani resiko bencana maka dibentuk Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB). Saat ini Desa Sambungrejo sebagai mitra pemerintah desa memiliki 107 anggota yang terdiri dari 9 sektor penanggulangan bencana. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pengalihan fungsi lahan perkebunan, kemampuan dan kapasitas OPRB belum maksimal sebagai tim penanggulangan bencana dan kemampuan tim kesehatan sangat kurang baik dalam tanggap darurat maupun rehabilitasi. Peningkatan kapasitas Bagi OPRB Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag untuk meningkatkan ketrampilan OPRB dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana ( DESTANA). Metode yang digunakan yaitu Adactive Collaboration Management (ACM) dilakukan dengan pendekatan komunikasi masyarakat dalam menemukan dan mengenali permasalahannya, berusaha mempelajari permasalahan kemudian menentukan solusinya. Hasil: Kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam penanggulangan bencana di Organisasi Pengurang resiko Bencana Desa Sambungrejo, terlaksananya mitigasi bencana dengan terpasangnya jalur evakuasi dan peta manajemen bencana di desa sambungrejo, terjadi peningkatan ketrampilan dalam pemilahan korban bencana, dan peningkatan ketrampilan dalam bidang kesehatan terutama pada evakuasi dan penangann trauma healing.
INVESTIGATION OF SELF EFFICACY IN THERAPY MANAGEMENT IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS THE COVID-19 PANDEMIC. Robiul Fitri Masithoh; Margono Margono
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.218 KB)

Abstract

Self-efficacy is a belief that a person can successfully carry out the expected behavior to get certain results and the beliefs and expectations of each individual are different, because behavior can be carried out if the individual believes that practice or action produces different results. Especially with the condition of the Corona virus outbreak causing a lot of concern in the community, especially those with comorbid diseases, including diabetes which can worsen the condition of a person infected with Covid. So that to suppress the worsening of conditions for controlling blood sugar levels, it is necessary to investigate self-efficacy in the management of therapy in patients with Diabetes Mellitus. Objective To determine self-efficacy in the management of therapy in patients with Diabetes Mellitus during the Covid 19 pandemic. To achieve this goal, it is carried out through a descriptive correlation method with a cross sectional approach with measurement and observation; conducting library studies, surveys, and compiling and developing instruments in the form of questionnaires as well as data collection and problem identification. The results of this study are the average value of self-efficacy is 1.4 with a capable category and the average value of education is 1.7 with a good category. The results of the analysis using personal correlation show a significant relationship between self-efficacy and education in therapy management (p value = 0.000 during the covid 19 pandemic. Conclusion: there is a significant relationship between self-efficacy and education in type 2 diabetes mellitus patients at the North Magelang Health Center
A nursing perspective of the financial planning model for disaster preparedness Margono Margono; Nurul Hidayah; Suphanna Krongthaeo
Journal of Holistic Nursing Science Vol 9 No 1 (2022): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/nursing.v9i1.6288

Abstract

Indonesia tends to be at a high risk of natural disasters, non-natural disasters, and social disasters. To minimize disaster impact, planning and management of finances are crucial. Unfortunately, a nursing study discussing the financial model during a disaster is lacking in the literature. The study aims to develop a financial planning model integrating Muhammadiyah Disaster Management Center in Magelang, Indonesia. An observational approach was involved in the study design. The member of One Muhammadiyah One Response (OMOR) in several districts was engaged. A checklist and closed-ended questions were used for the data collection process. The study established a financial planning model that can be helpful for community nurses working in disaster areas. Further study is required to evaluate the collaboration with other healthcare professionals in disaster preparedness. Keywords: Emergency care; disaster preparedness; community nursing practice; nursing perspective; financial planning
Studi Deskriptif Kesehatan Lansia Akibat Bencana Merapi Di Tempat Evakuasi Akhir Sister Village Magelang Priyo Priyo; Margono Margono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.551 KB)

Abstract

unung Merapi memuntahkan lahar panas maupun dingin secaraperiodik 3 sampai dengan 7 tahunan. Luncuran lahar panas ke daerah dengan radius 10 Km mampu meluluhlantahkan kehidupan.Lahar dingin berupa banjir juga mampu merusak alam dankehidupan khususnya pada lokasi yang dilaluinya. Semua ini berisikoterhadap munculnya masalah kesehatan baik fisik maupun psikisatau kerentanan terhadap masyarakat yang tinggal disekitar gunungMerapi khususnya daerah kawasan rawan bencana/ KRB 3. Salahsatu kelompok rentan yang sering menjadi perhatian adalah lansiayang secara umum mengalami penurunan secara fisik maupunpsikisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambarankesehatan lansia pada kelompok rentan lansia di TempatPengungsian Akhir/ TEA Desa Deyangan Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif.Sampel penelitian ini sebanyak 23 lansia.Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metodestatistik deskriptif dengan persentase dan tabel. Dari hasil penelitianditemukan bahwa karakteristik responden yang terbanyak berumur76-80 tahun, jenis kelamin perempuan, agama Islam,pendidikan SD, pekerjaan petani, dan status responden single(janda, duda, tidak nikah). Masalah kesehatan atau penyakit yangdialami meliputi: Hipertensi, Rheumatik, Gatal, Demensia, DM, dan Stroke. Keluhan kesehatan yang dirasakan meliputi susahtidur, pegal pegal, pusing, pendengaran terganggu, gatal danmudah lelah. Tingkat fungsi intelektual yang terbanyak mengalamifungsi kerusakan intelektual sedang, fungsi status mental terbanyak mengalami masalah fungsi mental ringan, dan responden terbanyak tidak mengalami depresi. Dengan adanya temuan data tersebut makapenting bagi Pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebihmelalui perencanaan, implementasi dan monitoring tempat evakuasiakhir pada kelompok rentan lansia agar terpenuhi kebutuhankesehatan dan teratasi masalah kesehatannya secara komprehensif,aman dan nyaman.
Evaluasi Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Deyangan Dalam Penanggulangan Bencana Gunung Merapi Berbasis Sister Village Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Magelang Margono Margono; Priyo Priyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.726 KB)

Abstract

Sebagian besar penduduk Indonesia berada di wilayah resikobencana. Erupsi Gunung Merapi merupakan salah satu resikobencana alam yang dampak besar di Kabupaten Magelang. DalamUpaya penanggulangan bencana tersebut diterapkan dengan metodedesa bersaudara atau Sister village. Desa Deyangan merupakan desaaman / desa penyangga dari desa yang berada di KRB III GunungMerapi yaitu desa Krinjing. Dalam pelaksanaan masa tanggapdarurat tahun 2020 yang ditetapkan dari desa Deyangan telahmelakukan penyiapan manajemen dan tempat untuk menampungpenyintas gunung Merapi. namun dimasa pandemic covid-19tidaklah mudah dalam melakukan manajemen dalam pengungsian.Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi penangananpenyintas di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Deyangan. Metodepenelitian ini menggunakan desain mixed Method denganpendekatan Survey dan Focus Grup Discation ( FGD). Pada tahapsurvey melakukan evaluasi dokumen perencanan dengan dokumenpelaksanan. Selanjutkan dilakukan FGD yang melibatkan pengurusposko, pengungsi dan pemerintah Desa Penyangga. Dalam FGDdilakukan evaluasi dan pembahasan tergadap masing masing sektorpenanganan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020sampai januari 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa TEADeyangan telah melakukan manajemen TEA dengan baik sesuaidengan rencana kontijensi dari manajemen pengungsian, pendataanpenyintas, logistic, dapur umum, sarana kesehatan, sarana informasi dan Pendidikan, Keagamaan dan Psikologi. Dalam perencanaan kontijensi penanganan covid belum dilalukan namun dalampelaksanaannya sudah melakukan sesuai dengan panduanpenanganan Covid-19. Dalam evaluasi yang dilakukan dengan FGDmenunjukan bahwa masing masing sektor sudah melakukan aplikasisesuai dengan Rencana Kontijensi dalam penanganan TEA. Kesimpulan TEA Deyangan telah melakukan penerapan programsister vallage sesuai dengan rencana Kontijensi yang di rencanakan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stunting di Puskesmas Ngablak di Era Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Desan Inti Inka Sevira; P Priyo; M Margono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.452 KB)

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition condition in which there is a failure to grow in children under five so that the child is too short of the child at his age. Stunting can occur due to exposure to pesticides by farmers that affect thyroid hormone synthesis. Stunting cases in Magelang Regency are most commonly encountered in mountainous areas such as Ngablak Subdistrict, the majority of which work as farmers, in 2020 in Ngablak District which has the highest prevalence of stunting toddlers. The problem faced now is stunting caused by Covid-19, with Large-Scale Social Restrictions (PSBB) impacting on the decline of family finances so that people's purchasing power decreases which results in a crisis of nutrition and child health resulting in an increase in the prevalence of stunting. Aim: To find out the factors that affect stunting in Ngablak Health Center in the era of the Covid-19 pandemic in 2020. Method: The design of the study used cross sectional, with a total sample of 60 stunted toddlers aged 12-36 months. The sampling technique used is purposive sampling. Results: The results of this study showed that the factors that affect the incidence of stunting are maternal education (p =0.012), family economic status (p=0.021), exclusive breast milk history (p=0.006), pregnant woman's nutritional status (p=0.050), frequency of posyandu visits (p=0.002), personal hygiene (p=0.006) and thyroid disorders (p=0.039), while factors that are not related to stunting are the age of pregnant women (p=0.201) and birth distance (p=0.707). Conclusion: Determining factors of stunting events are maternal education, family economic status, exclusive breast milk history, frequency of Integrated Healthcare Center visits, personal hygiene and thyroid disorders. With this research, it is expected that Public health center can make factors related to stunting as a race in order to avoid or prevent the occurrence of stunting in children.
Analisis Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Penggunaan Triase Emergency Severity Index (ESI) Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Temanggung Agustina Dwi Andriana; Nuril Hidayah; M Margono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dari ruang pelayanan Rumah sakit adalah Instalasi Gawat Darurat yang merupakan pelayanan segera yaitu cepat, tepat, dan cermat untuk mencegah kematian dan kecacatan dan salah satu fungsi perawat di rumah sakit sebagai pemberi asuhan keperawatan dan sebagai pendidik kesehatan kepada pasien baik dalam keadaan sehat maupun sakit dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang optimal dan harus mampu melayani dengan baik kepada pasien seorang perawat harus memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pelayanan keperawatan. Kasus gawat darurat yang sering ditemukan di IGD. Mengetahui tingkat pengetahuan perawat terhadap penggunaan triase Emergency Severity Index (ESI) di Instalasi Gawat Darurat RSUD Temanggung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif yang rancangan penelitian deskiptifnya menggunakan pendekatan descriptive cross-sectional study. Pengetahuan responden tentang Triase Emergency Severity Index (ESI) banyak yang masih kurang yaitu sebanyak 14 responden (73,7%) dan yang mempunyai pengetahuan cukup terkait dengan Triase Emergency Severity Index (ESI) sebanyak 5 responden (26,3%) dan tidak terdapat responden yang mempunyai pengetahuan baik terkait dengan Triase Emergency Severity Index (ESI).Jumlah responden yang dapat menentukan jenis triase pasien yang datang ke Instalasi Gawat Garurat RSUD Temanggung dengan tepat sebanyak 9 responden (47,4%) dan yang tidak tepat sebanyak 10 responden (52,6%).Tidak ada hubungan (p value 1,000) antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan perawat instalasi gawat darurat dalam menerapkan triase Emergency Severity Index (ESI). Selain dari tingkat pengetahuan perawat ketepatan dalam penerapan triase juga dipengaruhi oleh beban kerja, pelatihan, dan lama masa kerja atau pengalaman yang dimiliki oleh perawat Instalasi Gawat Darurat. Karakteristik responden menunjukkan responden paling banyak adalah perawat berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 responden (63,2%), umur responden paling banyak adalah antara 25-35 tahun yaitu sebanyak 11 responden (57,9%) dengan pendidikan responden terbanyak adalah D III keperawatan sebanyak 15 responden (78,9%), lama masa kerja 3 Tahun 1 Bulan - 6 Tahun adalah jumlah terbanyak responden yaitu sebanyak 5 responden (26,3%) dan sebanyak 5 responden (26,3%) responden pernah mengikuti pelatihan triase Emergency Severity Index (ESI).Tidak ada hubungan (p value 1,000) antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan perawat instalasi gawat darurat dalam menerapkan triase Emergency Severity Index (ESI).
Pengaruh Teknik Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok) Di Ruang Tulip Rsud Temanggung Dewi Wulan Ndary; M Margono; Nurul Hidayah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis dengan manifestasi sesak nafas yang menyebabkan terganggunya saturasi oksigen akibat adanya obstruksi saluran pernafasan yang tidak reversible yang dapat menurunkan saturasi oksigen sebagai dampak ketidakseimbangan antara ventilasi/perfusi. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk masalah tersebut adalah dengan melakukan teknik Pursed Lips Breathing untuk meningkatkan ventilasi paru yang berdampak dalam meningkatkan nilai saturasi oksigen. Mengetahui pengaruh pemberian teknik pursed lips breathing terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di ruang Tulip RSUD Temanggung. Kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan pretest–posttest control group design.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.Analisis data menggunakan ujiwilcoxon. Pengambilan data dilakuakan dengan cara pengukuran saturasi oksigen pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value=0.0002 < a maka Ha diterima. Ada pengaruh pemberian teknik pursed lips breathing terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di ruang Tulip RSUD Temanggung.