Muhammad Tambrin
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEORI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DALAM PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DI MADRASAH Muhammad Tambrin
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 2 No. 3 (2022): JULI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.556 KB)

Abstract

This paper seeks to find out how the implementation of developmental theory in the development of learning methods in madrasas is. The learning method is the method used to deliver the subject matter to students. For this reason, varied, effective and efficient methods are needed so that the desired goals are achieved. Good learning methods will make students more motivated to achieve learning goals. Developmental psychology theories can be used in developing how learning should be carried out in madrasas. Each developmental psychology theory has its advantages and disadvantages. There is no single theory that perfectly explains human development. These theories are like a puzzle that completes each other. Incorporative eclectic learning methods can take the advantages of each of these theories so as to create a complete blend.
Pola Pembentukan Akhlak pada Pesantren Di Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin; Moch. Isra Hajiri; Fiska Ilyasir
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2022.13(2).133-140

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya berupaya untuk mentransmisikan ilmu dan pengetahuan, akan tetapi juga mendidik dan membentuk akhlak santrinya. Penelitian ini mengambil lokasi pada pesantren yang berada di dua kota pusat pendidikan Islam Kalimantan Selatan: Pesantren Darussalam di Martapura dan Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah di Amuntai. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen. Kedua pesantren membentuk akhlak santrinya melalui pendidikan dan pengajaran (kurikulum), dan membuat lingkungan yang mendukung proses tersebut. Pesantren Darussalam merupakan pesantren salafiyah dengan corak tradisional tidak mengikat terlalu ketat santrinya dengan aturan-aturan. Tujuannya adalah akhlak itu terbentuk secara alami dan melekat pada diri santri. Adapun Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah yang bercorak modern menerapkan aturan-aturan  ketat yang dimaksudkan untuk membentuk kebiasaan baik bagi santrinya.