Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Bertahan Hidup Petani Padi Sawah Kelurahan Mauliru Kabupaten Sumba Timur Ketika Bendungan Kambaniru Rusak Alpon Ndena Miladjara; Karolina A. Rewa
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i1.13414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Bertahan Hidup Petani Padi sawah Kelurahan Mauliru Kabupaten Sumba Timur Ketika Bendungan Kambaniru Rusak. Masalah dalam penelitian ini adalah pertama, bagaimanakah strategi bertahan hidup petani padi ketika bendungan kambaniru rusak, kedua, bagaimanakah kendala yang di hadapi para petani padi pada saat bendungan kambaniru rusak. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada tiga strategi yang digunakan pertama strategi aktif, kedua strategi pasif, dan ke tiga strategi jaringan. Strategi Bertahan Hidup Petani Padi sawah Kelurahan Mauliru Kabupaten Sumba Timur Ketika Bendungan Kambaniru Rusak adalah petani padi sawah beralih profesi sebagai petani tanaman holtikultura. Kendala yang dihadapi petani padi dikelurahan Mauliru pada saat terjadi banjir bandang adalah saluran irigasi rusak yang mengakibatkan saluran air tidak berjalan sehingga lahan persawahan tidak berfungsi untuk bertani tanaman padi, harga sayuran yang tidak menentu,dan air sumur yang cenderung kering.
Peran Serta Masyarakat dalam Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Pelestarian Terumbu Karang di Ekosistem Pesisir Desa Mondu Yoin Meissy Matulessy; Karolina Albina Rewa; Iven Patu Sirappa; Anita Tamu Ina; Aprito Kapenga Tanahomba; Yumika Yaku Danga; Ade Ida Dembi Humbang; Alpi Gaba Talu Riwu; Desri Windi Rambu Mura
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.335

Abstract

Fenomena serupa terjadi di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang menghadapi kerusakan terumbu karang akibat aktivitas masyarakat, seperti praktik sulu (cara tradisional menangkap ikan) dan rendahnya pemahaman tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Aktivitas ini merusak terumbu karang, yang pertumbuhannya sangat lambat, hanya beberapa sentimeter per tahun. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan aksi masyarakat dalam pelestarian terumbu karang melalui sosialisasi, pelatihan transplantasi menggunakan pipa PVC, dan aksi penanaman karang. Program ini meningkatkan rata-rata pengetahuan masyarakat sebesar 51,31 poin dan mendorong komitmen pelestarian lingkungan. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk keberlanjutan program.
Pemberdayaan Ibu–Ibu Rumah Tangga Melalui Pengembangan Produk Wortel Pada Umat Lingkungan Gereja Kambajawa: Pengabdian Yuniarti Reny Renggo; Karolina Albina Rewa; Umbu Ho Ara; Agnes Rosalinda Madi; Meriana Ratu Eda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan melalui pengembangan produk olahan wortel pada umat Lingkungan Gereja Kambajawa. Sasaran utama kegiatan adalah ibu–ibu rumah tangga, namun kegiatan juga diikuti oleh perempuan muda yang memiliki minat tinggi terhadap pengolahan produk pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pada tahap penyuluhan, peserta diberikan materi mengenai pentingnya peran perempuan dalam peningkatan pendapatan rumah tangga dan kewirausahaan, yang dievaluasi melalui kegiatan pre-test dan post-test. Tahap pelatihan dilakukan melalui demonstrasi dan praktik pembuatan kerupuk wortel serta keripik wortel. Selanjutnya, tahap pendampingan difokuskan pada teknik pengemasan produk dan pemasaran sederhana melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha rumah tangga berbasis produk lokal sehingga berpotensi mendukung kemandirian ekonomi perempuan dan kesejahteraan keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA MAUBOKUL Ariance Bulu; Yuniarti Reny Renggo; Karolina Albina Rewa
Jurnal Interprof Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v9i2.2182

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pemberdayaan yang ada di desa Maubokul, supaya dapat memperoleh capaian yang ingin dihasilkan kearah perubahan masyarakat yang berdaya guna dan memiliki kemampuan dalam merubah dan memperbaiki kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif diskriptif, dimana prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif kata-kata tertulis atau lisan. Desa Maubokul memiliki kelompok tani dan kelompok tenun ikat, pemerintah desa perlu melakuan pengembangan keterampilan, dalam hal mengadakan pelatihan tentang bina manusia, bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan untuk meningkatkan pengembangan skill dan pengetahuan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di Desa Maubokul dalam aspek bina manusia Kelompok tani kegiatan mereka lakukan yaitu, tanam jagung, tanam sayur, tanam padi dan tanam rumput odot untuk pengelohan menjadi pakan ternak. Upaya dalam bina usaha dalam Program kelompok tani dilakukan di Desa Maubokul sedang menanam rumput odot untuk di olah menjadi pakan ternak sehingga kegiatan menjadi pengembangan potensi desa dan pengembangan usaha mereka. Bina lingkungan seperti pembersihan jalan, kantor desa, gereja penanaman tanaman jangka Panjang dan pembuatan pagar tanaman. Kelembagaan berisi sekelompok orang yang bekerjasama dengan pembagian tugas tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tujuan kelompok dapat berbebeda, tetapi dalam organisasi menjadi satu kesatuan.