Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya penguatan ketahanan sosial budaya masyarakat melalui literasi digital Budi Santoso; Arif Ardiansyah; Indah Pusnita; Siti Lady Havivi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5, No 3 (2022): In progress (November)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i3.15122

Abstract

Pengguna internet di Indonesia selalu meningkat, terlebih lagi selama masa pandemi COVID-19, di mana rutinitas pekerjaan dan pembelajaran banyak dilakukan secara dalam jaringan. Akses ke berbagai konten digital semakin tinggi sementara tidak semuanya mengandung muatan positif. Dengan demikian, literasi digital menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan dari kegiatan literasi digital ini adalah sebagai upaya nyata untuk memperkuat ketahanan sosial budaya masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga di Lorong Mari, Kelurahan Talang Bubuk, Palembang. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan sosial dengan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat.  Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat literasi digital ibu rumah tangga di Kelurahan Talang Bubuk cenderung rendah sehingga memang diperlukan pelatihan literasi.Simpulan yang diperoleh dari hasil evaluasi adalah, pertama, ketahanan sosial budaya seolah terabaikan dalam konteks atau situasi saat ini. Kedua, literasi digital diperlukan sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan sosial budaya di tengah masyarakat, utamanya di masa pandemi. Ketiga, literasi merupakan aktivitas yang membutuhkan proses berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat serta pemangku kepentingan lain. Keempat, perlu adanya instrumen pengukuran literasi digital yang valid dan reliabel sebagai standar acuan umum. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan kegiatan literasi lanjutan secara berkala dengan tujuan mendirikan Kampung Literasi.
PELATIHAN BAGI DISABILITAS DALAM PEMBUATAN FROZEN FOOD: PEMPEK GLUTEN FREE DAN SOSIS DI KOTA PALEMBANG Trecy Austin; Lisdiana Lisdiana; Lishapsari Prihatini; Indah Pusnita
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3066

Abstract

Penyandang disabilitas bagian dari keberagaman, namun adanya permasalahan seperti kurangnya kemampuan dan masih ada nya diskriminasi di lingkungan masyarakat mengurangi potensi serta terbatasnya keterampilan dan kemandirian pemuda disabilitas. Materi yang disampaikan adalah makanan sehat dengan pengenalan pembuatan pempek gluten free dan sosis dari ayam organik yang dikemas menjadi frozen food. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pemuda disabilitas dalam pengembangannya yaitu, pengenalan bahan makanan yang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan bagi disabilitas mental, dan masih belum mampu nya pendamping atau orangtua dalam memberikan asupan bergizi. Tujuan pengabdian ini, [1] Meningkatkan kapasitas pemuda disabilitas untuk berpartisipasi melalui pendidikan dan pelatihan, [2] Mengembangkan inovasi dan menjalankan teknologi, [3] Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, dan [4] Meningkatkan perekonomian dan kewirausahaan mandiri. Sehingga tim pengabdi memberikan pelatihan pembuatan pempek gluten free dan sosis dari ayam organik.  Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, [1] Memberikan edukasi atau penyuluhan, [2] Praktik langsung memasak pempek gluten free dan sosis serta pengemasan menjadi makanan frozen food [3] Monitoring perkembangan pembuatan dan juga penjualan produk. Hasil kegiatan, meningkatnya partisipasi pemuda disabilitas melalui pelatihan. Membuat variasi produk dan  belajar mengemas produk dengan alat yang telah disediakan. pemanfaatan pemasaran online dengan Menjual produk di media sosial atau whatsapp bussiness secara mandiri
Literasi Digital Society Menuju Era Perubahan Pertumbuhan Ekonomi Di Kelurahan Tanah Mas Banyuasin Sumatera Selatan Marleni; Trecy Austin; Diany Putri Pratiwi; Indah Pusnita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 : September (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital literacy includes a deep understanding of technology, the ability to access, evaluate and effectively use information presented in digital media, as well as active participation in an increasingly complex digital world. In the context of the digital economy, business actors do not only compete with local competitors, but also with global competitors that can be accessed through digital platforms. Wider connectivity has opened up access to international markets, enabling cross-border transactions without significant geographic barriers. Tanah Mas Banyuasin Village in South Sumatra has unique characteristics in the context of digital literacy and economic growth. Tanah Mas has diverse economic potential, ranging from the commercial sector, fertile agriculture to various traditional crafts. However, like in many other regions in Indonesia, economic, infrastructure and digital literacy challenges remain. The existence of digital literacy makes it easier for people to communicate through existing social media and will have an impact on the development of insights in society to improve economic life in the future.
Desa Kreatif: “Jalan Baru” Pembangunan Desa Mandi Angin Di Era Pariwisata Ade Indra Chaniago; Diany Putri Pratiwi; Indah Pusnita; Trecy Austin
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 6 (2022): November
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v1i6.205

Abstract

Desa Mandi Angin memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup besar terutama dibidang kain tenun songket. Tenun songket ini secara turun temurun telah dijalankan secara mandiri oleh warga desa. Selain itu desa ini pernah menjadi binaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Ogan Ilir namun belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini menjadi fokus pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah bagaimana mengolah potensi Desa Mandi Angin menjadi potensi desa wisata kreatif . Tahapan pelaksanaan penelitian, yaitu Tahap Perencanaan (identifikasi masalah, identifikasi output); 2. Tahap pelaksanaan (observasi, wawancara, dokumentasi, perumusan konsep); 3. Tahap tindak lanjut (diskusi, pengolahan data). Dari hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pembangunan di Desa Mandi Angin menjadi desa kreatif adalah branding desa, digitalisasi marketing produk desa,  peningkatan peran pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi desa yang ada.
Capacity Development of Social Workers in Enhancing Social Welfare Service Delivery Eka Nurwahyuliningsih; Indah Pusnita
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 15 No 1 (2026): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni) - on process
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/m1eqkz66

Abstract

This study examines social workers’ capacity development in enhancing social welfare service delivery at Sentra Budi Perkasa Palembang. The study contributes to the literature by explaining the relationship between social welfare human resource development, social workers’ competencies, service quality, and welfare outcomes for beneficiaries. Unlike previous studies that primarily describe human resource development as a set of training activities, this research conceptualizes it as a continuous institutional process. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis involving 10 purposively selected informants, including managerial staff, social workers, support personnel, and beneficiaries. Data validity was ensured through source and method triangulation as well as member checking. The findings indicate that orientation programs, training, competency certification, and further education improve social workers’ understanding of tasks, assessment skills, case management capacity, interprofessional collaboration, and adaptive service delivery. However, program effectiveness remains limited because post-training evaluation is not systematically implemented and digital competency development has not yet become a strategic institutional priority. The study concludes that capacity development should extend beyond training participation and focus on strengthening competencies, improving service quality, and enhancing beneficiaries’ social functioning.