Manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) belum dapat menjadi branding bagi sekolah. Terdapat empat problem fundamental di dalam pendidikan Islam, yaitu kualitas, relevansi, elitism dan manajemen. Maka penelitian tentang manajemen pembelajaran al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) di sekolah Muhammadiyah mutlak dibutuhkan. Penelitian ini diharpakan dapat mengekplorasi manajemen pembelajaran Ismuba untuk meningkatkan branding sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Adapun teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, yaitu dengan cara tanya jawab langsung antara peneliti dengan partisipan. Penelitian ini mengungkap tentang kurikulum Ismuba, presfektif manajemen, fungsi manajemen, dampak pembelajaran Ismuba, dan factor penghambat beserta solusinya. Berdasarkan hasil penelitian, dampak pembelajaran Ismuba antara lain: (1) membentuk karakter positif dan ketaqwaan. (2) Menjadi media latihan leadership dan manajemen dengan seringnya mengadakan kegiatan keagamaan dan sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. (3) Memberikan kemaslahatan kepada masyarakat dengan adanya kegiatan distribusi (tasyaruf) daging hewan qurban dan zakat fitrah. (4) mempererat dan meperkuat jaringan kerjasama (networking). (5) meningkatkan branding sekolah sehingga dapat menjadi media publikasi di masyarakat. Manajemen pembelajaran Ismuba di sekolah tersebut sudah cukup optimal, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan/kontroling, dan evaluasi. Kepala sekolah dan guru mata pelajaran Ismuba perlu mengembangkan kreatifitas dan inovasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan pendidikan siswa dan dunia informasi serta teknologi sehingga akan terwujud perbaikan yang berkelanjutan (contiuos improvment)