p-Index From 2021 - 2026
1.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Embrio
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBAIKAN SIFAT GANDUM MELALUI MUTASI FISIK IRRADIASI SINAR GAMMA ADAPTIF DATARAN MENENGAH ermawati erma; Irfan Suliansyah
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.618

Abstract

Mutasi adalah suatu proses dimana suatu gen mengalami perubahan struktur atau segala macam tipe perubahan bahan keturunan yang mengakibatkan perubahan fenotipe yang diwa- riskan dari satu generasi pada generasi berikutnya. Ada dua macam tipe mutasi yaitu mutasi alam dan mutasi buatan. Dengan menggunakan mutagen atau bahan penyebab mutasi pemulia tanaman dapat menciptakan keragaman baru dalam usaha mendapatkan varietas unggul sesuai dengan tujuan pemuliaan. Dengan menggunakan teknik mutasi, tujuan suatu program pemuliaan dapat lebih cepat tercapai dibanding dengan teknik konvensional. Dengan menggunakan teknik mutasi salah satu sifat dari suatu genotipe dapat diperbaiki tanpa merubah sifat yang lain. Mutasi juga dapat menimbulkan sifat baru yang tidak dimiliki oleh tanaman induknya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah melakukan perbaikan sifat gandum yang dapat berproduksi tinggi di dataran sedang melalui pemuliaan mutasi. Karakter yang akan diperbaiki terutama berproduksi tinggi di dataran sedang. Mutan yang dihasilkan diharapkan dapat berproduksi tinggi. Disamping itu, diharapkan juga diperoleh mutan-mutan lain yang memiliki karakter yang baik untuk dipergunakan dalam program pemuliaan tanaman gandum adaptif dataran menengah. Benih dari genotipe SO3 dan Is-Jerissa dimasukan dalam 11 kantong plastik/kertas masing-masing seberat 200 gram untuk di iradiasi dengan sinar gamma pada dosis 0 kGy (sebagai kontrol); 0.1 kGy; 0.2 kGy; 0.3 kGy; 0.4 kGy; 0.5 kGy, 0.6 kGy; 0.7 kGy; 0.8 kGy; 0.9 kGy; 1.0 kGy. Kadar air benih ketika diiradiasi 14%. Dihasilkannya mutan gandum yang memiliki karakteristik agronomis yang telah diperbaiki, khususnya tanaman gandum berproduksi tinggi di dataran menengah, maka dapat diharapkan produktivitas gandum meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Benih gandum yang telah diiradiasi menyebabkan tingkat kematian yang tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Penggunaan iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah dapat menstimulasi pertumbuhan benih. Pemberian iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy pada benih dapat mempertahankan daya hidup benih. Perlakuan dosis tinggi akan mematikan bahan yang dimutasi atau mengakibatkan sterilitas. Pada umumnya dosis yang rendah dapat mempertahankan daya hidup benih. Dari hasil penelitian disarankan mernggunakan iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy.
PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VARITAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.). ermawati erma; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.981 KB)

Abstract

Setiap varietas bawang merah berbeda interaksinya pada konsentrasi Kalium (K) baik terhadap pertumbuhan atau produksi. Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman bawang merah, namun konsentrasi yang tepat belum diketahui sehingga diperlukan penelitian barbagai taraf konsentrasi K: 2 ml/liter, 3 ml/liter dan 4 ml/liter pada 4 varietas: Singkil Gajah, Medan, Cirebon, dan Bima. yang ingin dicapai. Pemberian konsentrasi pupuk kalium 2, 3 dan 4 ml/L memperlihatkan bobot umbi kering tidak pengaruh nyata, berturut turut bobot umbi kering adalah 14.00; 14.27 dan 13.82 t/ha. Berdasarkan kesimpulan disarankan untuk Menggunakan Varietas Singkil Medan Dengan perlakuan 2 ml/L pupuk kalium.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA PUPUK HAYATI DAN NPK Majemuk ermawati erma; Dedi Tak Olata; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.441 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.677

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) pada pupuk hayati dan NPK majemuk telah dilaksanakan bulan November 2019-Februari 2020 di lahan Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji kota Padang yang bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama jenis pupuk hayati Trichoderma (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0, 5, 10 ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK Majemuk yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0, 25, 50 %,75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pupuk hayati secara tunggal mampu meningkatkan bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar serta mempercepat umur panen pertama tanaman cabai merah. Pemberian NPK Majemuk secara tunggal mampu meningkatkan, bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar tanaman cabai merah. Interaksi pemberian pupuk hayati dengan NPK Majemuk dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah cabang primer tanaman cabai merah.
UPAYA PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN AIR KELAPA MUDA ermawati erma
Jurnal Embrio Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.099 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v14i2.780

Abstract

Penelitian upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.) melalui pemberian pupuk kandang dan air kelapa muda telah dilaksanakan pada lahan kering di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dengan ketinggian 10 meter diatas permukaan laut. Jenis tanah yang digunakan Alluvial. Percobaan ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2020 dengan tujuan mengetahui interaksi pupuk kandang dan air kelapa muda pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama pupuk kandang 3 taraf yaitu: 0 g/polibag, 75 g/polibag, 150 g/polibag. Faktor kedua air kelapa muda dengan taraf 0 ml/L, 100 ml/L, dan 200 ml/L. Hasil percobaan disimpulkan ada interaksi pupuk kandang dan air kelapa pada panjang tanaman, jumlah bunga betina dan umur panen. Perlakuan pupuk kandang meningkatkan panjang tanaman, jumlah cabang primer, umur mulai berbunga, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah. Perlakuan air kelapa muda dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon.
The Respon Jagung Manis terhadap POC Jakaba dan Bakteri Fotosintesis Sweet Corn Response Towards The Provision Of POC Jakaba And Photosynthetic Bacteria Ermawati Erma
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1267

Abstract

Percobaan bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC Jakaba dan bakteri fotosintesis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Percobaan ini telah dilakukan di Kelurahan Air Pacah, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl, jenis tanah ultisol, yang telah dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf konsentrasi POC Jakaba yakni 0 ml/L, 20 ml/L dan 40 ml/L. Faktor kedua adalah konsentrasi Bakteri fotosintesis dengan 3 taraf yakni 0 ml/L, 20 ml/L, dan 40 ml/L. Dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 plot percobaan. Data hasil pengamatan di analisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) dengan taraf 5 %. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa interaksi POC Jakaba dan Bakteri fotosintesis dengan konsentrasi masing-masing 40 ml/L berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang yakni 21,63 mm, indeks luas daun yakni 3,23, bobot tongkol berkelobot yakni 375 g, bobot tongkol tanpa kelobot pada yakni 292 gram, panjang baris biji yakni 19,25 cm, produksi per plot dan per ha yakni 4,5 kg/plot setara deangan 15 ton/ha. Secara tunggal POC Jakaba berpengaruh nyata terhadap parameter kadar gula yakni 13,19 0brix. Sedangkan secara tunggal Bakteri fotosintesis tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Disarankan dalam budidaya jagung manis menggunakan interaksi POC Jakaba dengan konsentrasi 40 ml/L dan Bakteri fotosintesis dengan konsentrasi 40 ml/L.” Kata kunci: Bakteri fotosinteis, POC Jakaba, Zea mays saccharata Sturt
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (zea mays L) TERHADAP DOSIS DAN JENIS DEKAMPOSER TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT ermawati erma; Lismardeni Lismardeni
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1154

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik dosis dan jenis dekamposer terhadap pertumbuhan dan hasil jagung.Percobaaan ini dilakukan di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan pada jenis tanah lempung berpasir dengan ketinggain tempat 18 mdpl, dimulai dari bulan Juli sampai Desember 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor pertama yaitu jenis dekamposer diri dari 3 taraf yaitu; tanpa dekamposer, Bacillus sp, Trichoderma sp. Sedangkan faktor kedua adalah Dosis Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) diperkaya mikrooeganisme terdiri 3 taraf yaitu; 0 ton/ha , 10 ton/ha, 20 ton/ha. Selanjutnya masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali maka terdapat 27 satuan percobaan berupa plot. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5%. Jika F hitung lebih besar dari F tabel 5%, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), data ditampilkan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antar dosis dan jenis dekamposer. tetapi secara faktor tunggal, terdapat jenis dekamposer yang dapat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung yaitu Bacillus sp, dan dosis kompos TKKS yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung yaitu 20 ton/ha Berdasarkan kesimpulan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung disarankan untuk menggunkan bakteri Bacillus sp sebagai perkaya kompos dan dosis 20 ton/ha.