Delia Disa Fadilla
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru SD Dalam Membangun Etika Peserta Didik Di Sekolah Dasar Berdasarkan Pancasila Delia Disa Fadilla; Elza Alida Yasmin; Iis Inar; Ina Nailul Amaniah; Siti Nursaadah; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.142 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2917

Abstract

AbstrakAnak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, sehingga apa yang didapatkan nya di sekolah akan mempengaruhi pembentukan karakternya. Di sinilah peran guru harus tampak karena pada usia sekolah dasar adalah usia untuk membentuk kepribadian anak, jika di sekolah anak tidak diajarkan cara bersikap yang baik, hal ini akan menjadi kebiasaan buruk. Dengan demikian, peneliti bertujuan menganalisa bagaimana peran guru SD terhadap etika peserta didik berdasarkan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data dalam penelitian ini diperoleh dengan membagikan kuesioner berbentuk google form kepada responden yang menjadi guru di SD. Hasil pengamatan jawaban semua responden menunjukkan bahwa mereka setuju akan pentingnya penerapan etika pada peserta didik dimana pun dan kapan pun berada. Solusi untuk mengatasi anak yang kurang memedulikan etika ialah dengan menasehati, memberikan contoh yang baik, membimbing, membuat aturan, melakukan pendekatan kepada peserta didik dengan sabar, lemah lembut ketika memberitahu peserta didik tentang mana yang benar dan mana yang salah.Kata Kunci: Krisis Moral, Anak-Anak, Guru AbstractChildren spend most of their time in school, so what they get at school will affect the formation of their character. This is where the role of the teacher must appear because at elementary school age is the age to shape the child's personality, if at school the child is not taught how to behave well, this will become a bad habit. Thus, the researcher aims to analyze how the role of elementary school teachers towards the ethics of students based on Pancasila. This study uses a qualitative approach. The data used in this research is primary data, the data in this study was obtained by distributing a questionnaire in the form of a google form to respondents who became teachers in elementary schools. The results of observing the answers of all respondents indicate that they agree on the importance of applying ethics to students wherever and whenever they are. The solution to dealing with children who do not care about ethics is to advise, set a good example, guide, make rules, approach students with patience, be gentle when telling students what is right and what is wrong.Keywords: Moral Crisis, Child, Teacher
I IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI GOTONG ROYONG DI KELAS IV PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Delia Disa Fadilla; Kusman Rukmana; J Julia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7761

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku sosial siswa jenjang sekolah dasar, termasuk melemahnya nilai gotong royong. Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai strategi untuk memperkuat mutu pendidikan karakter sesuai nilai-nilai Pancasila, dengan salah satu dimensi utamanya yaitu gotong royong, yang dapat diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran intrakurikuler, salah satunya melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai sarana formal penanaman nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dimensi gotong royong Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri Malongpong II serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Partisipan terdiri dari guru dan siswa kelas IV. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai gotong royong dilakukan melalui kegiatan kerja kelompok. Faktor pendukung meliputi peran aktif guru, pemahaman siswa terhadap nilai gotong royong, partisipasi siswa yang disertai motivasi yang kuat dan suasana belajar yang mendukung. Hambatan mencakup keterbatasan pemahaman sebagian siswa yang menyebabkan rendahnya partisipasi serta adanya distraksi.