Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF MATERI SATU TITIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL BREBES Sri Dewi Handayani; Hany Uswatun Nisa; Prasetyo Yuli Kurniawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.645

Abstract

Modul merupakan sumber belajar yang berisi materi, metode, Batasan-batasan, dan cara mengevalusasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kebutuhan pendidik dan peserta didik, penyusunan draft modul dan validasi ahli terhadap pengembangan modul interaktif materi satu titik berbasis kearifan lokal Brebes. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian (R&D) yaitu dengan menggunakan pengembangan 4D . Hasil penelitian ini yaitu modull interaktif  materi satu titik berbasis kearifan lokal Brebes sesuai dengan kebutuhan pendidik dan peserta didik dan berdasarkan penilaian dari para ahli media maupun materi modul ini dikategorikan layak digunakan dalam pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X Sman 1 Wanasari Kabupaten Brebes Hany Uswatun Nisa; Renastasya Larastanti; Ghufroni Ghufroni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 17 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8320544

Abstract

This study generally aims to determine the level of success and ability of students to practice writing poetry through the application of the synectic model. In particular, this study aims to determine the effect of applying the synectic learning model on the ability to write poetry for class X students of SMAN 1 Wanasari. The research was conducted using an experimental method with a pretest-posttest control group design. The research was conducted on class X students at SMAN 1 Wanasari Brebes. The research population consisted of 6 classes with 256 students. The research sample was taken as many as 2 classes with cluster random sampling technique. Data obtained by test consisting of pretest and posttest. Data analysis used the t-test formula with prerequisite tests including normality and homogeneity tests. Based on the results of the analysis and discussion, this study concluded that there was an effect of the synectic learning model on the ability to write poetry in class X SMAN 1 Wanasari, Brebes Regency.
Penggunaan Bahasa Gaul dalam Komunikasi Remaja di Media Sosial TikTok: Kajian Pragmatik Sanita Sanita; Hany Uswatun Nisa; Prasetyo Yuli Kurniawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3316

Abstract

Bahasa gaul merupakan bahasa yang tidak mengikuti kaidah dan ketentuan yang berlaku saat ini, sering digunakan dalam situasi sosial dan mempunyai ciri khusus seperti pendek dan kreatif. TikTok merupakan salah satu aplikasi yang cukup populer dan banyak peminatnya. Komunikasi terjadi melalui bahasa, ketika manusia dapat saling memenuhi kebutuhan hidup serta saling mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Pragmatik adalah studi tentang hubungan antara bentuk bahasa dan penggunanya (Yule, 2019). Tindak tutur  merupakan suatu teori yang mengkaji makna bahasa berdasarkan hubungan antara tuturan dengan tindakan yang dilakukan oleh penuturnya. Tujuan dari penelitian ini adalah  menganalisis penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi anak muda di media sosial TikTok dengan menggunakan penelitian pragmatik. Penelitian ini menganalisis konten TikTok yang mengandung bahasa gaul dan melakukan wawancara atau survei kepada remaja pengguna TikTok untuk memahami pemahaman mereka tentang bahasa gaul dan alasan mereka menggunakannya. Teknik pengumpulan data pada peneletian ini adalah teknik simak (analisis konten), teknik catat (wawancara), teknik observasi partisipatif, dan teknik trianguasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data pada media sosial TikTok. Hasil analisis yang mendeskripsikan penggunaan tindak tutur ekspresif pada bahasa gaul dalam komunikasi remaja di media sosial TikTok telah ditemukan jenis tindak tutur ekspresif  yaitu tindak tutur ekpresif bahagia terdapat 6 data, tindak tutur ekspesif takut terdapat 5 data, tindak tutur ekspresif bercanda terdapat 1  data, tindak tutur ekspresif sedih terdapat 3 data, tindak tutur bingung terdapat 2 data, tindak tutur  marah terdapat 2 data, tindak tutur mengkritik terdapat 8 data, tindak tutur meminta maaf terdapat 2 data, tindak tutur mengucapkan terima kasih terdapat 1 data dan tindak tutur mengeluh terdapat 1 data. Berikut ini tabel hasil peneltian pada unggahan vidio dan komentar penggunaan bahasa gaul  di media sosial TikTok.
Analisis Makna Leksikal dan Makna Gramatikal pada Antologi Puisi Jawa Berbahasa Tegal Karya Atmo Tan Sidik, Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso dan Implikasinya Sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Suci Nur Safitri; Hany Uswatun Nisa; Prasetyo Yuli Kurniawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3847

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal dan makna gramatikal pada antologi puisi jawa berbahasa Tegal Karya Atmo Tan Sidik, Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso dan implikasinya sebagai bahan ajar bahasa dan sastraIndonesia di SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan redaksi data, penyajian data, dan verification (penarikan kesimpulan). Materi analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu materi mengenai makna leksikal dan makna gramatikal. Bahan ajar adalah bagian penting dalam dunia pendidikan pada proses pembelajaran disekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah pada kegiatan belajar dan siswa akan  lebih terbantu dalam memahami materi yang dipelajari. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis atau bahan tidak tertulis.Kata Kunci: Semantik, Geguritan, dan Bahan Ajar
ANALISIS NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL EMBUN DI ATAS DAUN MAPLE KARYA HADIS MEVLANA Herlinda Putri; Raihani Maulida; Sandi Saputra; Ghufroni Ghufroni; Hany Uswatun Nisa
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.99399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai religius dalam novel Embun di Atas Daun Maple karya Hadis Mevlana. Topik ini dipilih karena novel tersebut memuat isu-isu keberagaman dan keagamaan yang relevan dengan kondisi sosial Indonesia saat ini, di mana intoleransi dan krisis moral kerap menjadi permasalahan. Selain itu, hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas nilai religius dalam novel ini secara mendalam menggunakan teori Jauhari (2010). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi sastra dan teori nilai religius yang dikembangkan oleh Jauhari, yang mencakup tiga aspek utama, yaitu keimanan (tauhid), norma kehidupan (fikih), dan sikap perilaku (akhlak). Pada penelitian ini ditemukan dua aspek yaitu keimanan (tauhid) dan aspek kehidupan (akhlak) keimanan dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religius dalam novel ini tercermin melalui tokoh-tokohnya, khususnya dalam bentuk iman kepada Allah SWT, takwa, sikap sabar, dan tawakal dalam menghadapi persoalan hidup dan perbedaan keyakinan. Temuan ini menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual yang efektif, khususnya dalam membentuk karakter yang toleran dan religius di tengah masyarakat multikultural.
Tindak Tutur Perlokusi dalam Dialog Film Panggil Aku Ayah Karya Benni Setiawan Hayati Tu Zahro; Prasetyo Yuli Kurniawan; Hany Uswatun Nisa
JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): JIMAD - AGUSTUS
Publisher : PT. Penerbit Tiga Mutiara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimad.v4i3.564

Abstract

Perlocutionary speech acts in film dialogue do not merely produce immediate responses but can drive changes in characters’ understanding, emotions, actions, and social relationships. This study aims to analyze the forms of perlocutionary acts, the contexts in which they occur, and the contribution of speech effects to changes in attitudes, actions, and social relationships in the film Panggil Aku Ayah by Benni Setiawan. The study employs a pragmatic approach and a descriptive qualitative method. Data consisting of utterances between characters were collected through observation, note-taking, documentation, and examination of scene contexts, and were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings identified 97 perlocutionary data, consisting of 31 directive acts, 28 assertive acts, 27 expressive acts, and 11 commissive acts. The speech effects comprised 41 affective, 36 cognitive, and 20 conative effects. The dominance of affective effects indicates that changes in emotions serve as an initial pathway toward changes in understanding and actions. The accumulation of these three effects transforms the relationships among Dedi, Tatang, and Intan from transactional relationships into familial bonds characterized by acceptance, affection, and trust.