Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN SITOLOGI IMPRINT BERSAMAAN DENGAN PEMERIKSAAN FROZEN SECTION PADA KARSINOMA PAYUDARA INVASIF Nana Liana; Aswiyanti Asri; Meta Zulyati Octora
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19847

Abstract

Karsinoma payudara invasif adalah keganasan terbanyak di dunia maupun di Indonesia. Karsinoma payudara invasif merupakan keganasan yang berasal dari sel epitel kelenjar payudara. Pada kasus dugaan keganasan dibutuhkan tambahan modalitas selain mammografi. Salah satunya dengan frozen section intraoperatif. Tindakan frozen section berguna mengkonfirmasi diagnosis keganasan dan penentuan tatalaksana selanjutnya. Kesalahan interprestasi sediaan frozen section bisa terjadi karena adanya artefak sehingga menghalangi patolog melihat perubahan arsitektur dan detail morfologi sel tumor. Oleh karena itu dibutuhkan Prosedur tambahan untuk menilai morfologi sel seperti sitologi imprint. Telah dilaporkan kasus seorang perempuan usia 68 tahun dengan keluhan benjolan di payudara kiri. Benjolan tanpa disertai nyeri dan tidak ada nipple discharge. Benjolan berukuran 4 cmx3cmx2 cm, warna kulit tidak ada kelainan, ulkus tidak ada, kosistensi padat, agak terfiksir. Pasien didiagnosis sebagai tumor mammae sinistra suspek ganas. Pasien menjalani tindakan operasi mammae sinistra, dengan analisis frozen section intraoperatif bersamaan dengan sitologi imprint. Hasil pemeriksaan mikroskopik imprint sesuai dengan frozen section yaitu carcinoma mammae. Frozen section adalah prosedur yang bermanfaat untuk mengkonfirmasi diagnosis yang diduga ganas secara klinis. Penggunaan sitologi imprint bersamaan dengan frozen section dapat mengatasi kesulitan menilai morfologi sel sehingga meningkatkan akurasi diagnosis. 
Edukasi Penyakit Faringitis Akut terhadap Masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Ruhsyahadati Ruhsyahadati; Febianne Eldrian; Nana Liana; Rahma Triyana; Prima Adelin; Wisda Widiastuti; Anandia Putriyuni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.466

Abstract

Faringitis akut merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan atas dengan kunjungan terbanyak di layanan kesehatan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa, terutama pada anak-anak. Dengan demikian diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab dan upaya pencegahan serta penatalaksanaan penyakit ini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner oleh responden. Selanjutnya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menyebarkan brosur dan memperlihatkan video singkat mengenai penyakit faringitis akut. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner didapatkan hasil sebanyak 45,5% responden memiliki pengetahuan baik, namun masih ada 24,2% memiliki pengetahuan buruk. Pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bungus Teluk Kabung mengenai penyakit faringitis akut sehingga dapat menurunkan angka kesakitan infeksi saluran pernafasan atas. Acute pharyngitis is one of the most common upper respiratory tract diseases that require medical attention. Particularly in children, this condition can have life-threatening complications. As a result, it is critical to educate the public on the etiology of this disease in addition to strategies to prevent and manage it. This activity was done at the Bungus Teluk Kabung District of Padang City, West Sumatra. Respondents begin the activity by completing a questionnaire. Furthermore, education was conducted by distributing brochures and watching a short movie about acute pharyngitis. According to the results of the questionnaire, it was observed that 15 people (45.5%) had good knowledge and 8 people (24.2%) had poor knowledge. In order to decrease the morbidity rate of upper respiratory tract infections, education is intended to improve the knowledge of acute pharyngitis among the locals of the Bungus Teluk Kabung District.
Edukasi Penyakit Mastitis Saat Menyusui di Kantor Lurah Gantiang, Padang Panjang Timur Nana Liana; Meta Zuliyati Oktora; Sri Nani Jelmila; Budi Yulhasfi Febrianto; Dita Hasni
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 3 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i3.379

Abstract

Breastfeeding or in a foreign language called breasting is the feeding of breast milk (breast milk) as a natural food provided to the baby. The breastfeeding process can be hampered due to several problems, one of which is mastitis. Mastitis in nursing mothers is an infection of breast tissue when the mother is breastfeeding, mainly occurs due to blockage of breast milk ducts by a coagulated breast milk and accompanied by bacteria that enter the breast tissue through the nipple.  The incidence of mastitis is estimated to occur in the first 12 weeks to the second year of feeding. Mastitis needs to be considered because being one of the reasons for the mother to stop breastfeeding can proceed to other diseases such as breast abscesses. Lack of knowledge about mastitis and its treatment causes many mothers to detect mastitis too late and aggravate the state of mastitis. Therefore, prevention and education related to mastitis when the mother is breastfeeding is needed.This activity was held on July 29, 2022 for 3 hours and was attended by 23 mothers of reproductive age who lived in Gantiang village, Padang Panjang Timur. The results of this activity obtained differences in the average level of knowledge of participants before and after counseling. This activity has an impact on increasing public knowledge related to mastitis so that it can increase the success of breastfeeding and prevent stunting.